GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
Pujiono Bakar Semangat Kepala Sekolah Muhammadiyah Wonogiri, Strategi SPMB Jadi Kunci Kemajuan Sekolah
WONOGIRI – majalahlarise.com – Ustadz Pujiono, S.Si., S.Pd., M.M., membakar semangat kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Wonogiri melalui pemaparan strategi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang efektif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia mengajak setiap sekolah membangun kepercayaan masyarakat melalui peningkatan mutu pendidikan, pelayanan, serta program unggulan yang nyata.
Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Wonogiri yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonogiri, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan bertema “Manajemen Hebat, Sekolah-Madrasah Maju Pesat” tersebut berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Budi Hartoyo, di depan SMAN 1 Wonogiri, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Rakor ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekaligus meningkatkan profesionalisme pengelola sekolah Muhammadiyah dalam menghadapi persaingan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.
Pujiono yang merupakan anggota Tim Diksuspala dan Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan, keberhasilan SPMB tidak cukup hanya mengandalkan pemasangan spanduk, penyebaran brosur, atau promosi menjelang tahun ajaran baru. Sekolah perlu membangun reputasi melalui kualitas pembelajaran, pelayanan yang memuaskan, program unggulan, serta karakter peserta didik yang mencerminkan keberhasilan pendidikan.
“SPMB bukan pekerjaan musiman yang baru dimulai ketika pendaftaran dibuka. SPMB adalah hasil dari kerja panjang membangun mutu, pelayanan, komunikasi, dan kepercayaan masyarakat,” menjadi pesan penting dalam pemaparan strategi penerimaan murid baru tersebut.
Menurut Pujiono, penerimaan murid baru harus menjadi bagian dari strategi pengembangan sekolah secara menyeluruh. Setiap unsur sekolah memiliki peran dalam membangun citra positif lembaga pendidikan di tengah masyarakat.
Kepala sekolah berperan sebagai penggerak utama dalam merumuskan kebijakan dan mengembangkan keunggulan lembaga. Guru menjadi duta sekolah melalui kualitas pembelajaran dan pendampingan peserta didik. Sementara itu, tenaga kependidikan perlu memberikan pelayanan terbaik, sedangkan siswa dan orang tua dapat turut memperkenalkan sekolah melalui pengalaman positif yang mereka rasakan.
Ia juga mengajak para kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah untuk berani melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB. Apabila jumlah pendaftar belum memenuhi target, sekolah perlu mencari penyebabnya secara objektif, bukan sekadar menyalahkan persaingan atau kondisi masyarakat.
Evaluasi tersebut dapat dilakukan dengan membenahi program pendidikan, memperkuat keunggulan sekolah, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan calon wali murid. Dengan demikian, strategi penerimaan murid baru tidak hanya berorientasi pada jumlah pendaftar, tetapi juga pada keberlanjutan dan peningkatan kualitas lembaga pendidikan.
Pujiono memaparkan tiga langkah penting dalam strategi SPMB, yakni membuat masyarakat mengenal sekolah, membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, dan mendorong masyarakat memilih sekolah tersebut. Ketiga langkah ini membutuhkan kerja nyata, konsistensi, serta kolaborasi seluruh warga sekolah.
Sekolah perlu memetakan potensi calon murid, mengenali kebutuhan orang tua, merancang program yang relevan, dan menyampaikan keunggulan lembaga secara jelas. Komunikasi yang baik juga harus diimbangi bukti nyata berupa kualitas pendidikan, lingkungan belajar yang kondusif, pembinaan karakter, serta pelayanan yang profesional.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Wonogiri, Prof. Agus Wahyu Triatmo, M.Ag., bersama Sekretaris Drs. Teguh, turut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Wonogiri.
Melalui rakor ini, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Wonogiri mendorong seluruh kepala sekolah dan madrasah untuk memperkuat tata kelola profesional, meningkatkan mutu pendidikan, serta membangun kolaborasi dan sinergi antar lembaga.
Hasil rakor diharapkan tidak berhenti pada diskusi dan motivasi, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret di masing-masing sekolah. Langkah tersebut mencakup pemetaan potensi calon murid, penyusunan program unggulan, penguatan identitas dan citra sekolah, peningkatan pelayanan kepada wali murid, serta evaluasi capaian SPMB secara berkala.
Sekolah Muhammadiyah tidak cukup hanya dikenal karena nama besarnya. Kepercayaan masyarakat perlu dibangun melalui mutu pendidikan, keunggulan program, pelayanan yang baik, dan pembentukan akhlak peserta didik.
Dengan semangat “Manajemen Hebat, Sekolah-Madrasah Maju Pesat”, para kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Wonogiri diharapkan semakin siap menghadirkan lembaga pendidikan yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (Sofyan)
Baca juga: Yan Vellia Lanjutkan Usaha Teh DK, Bisnis yang Berawal dari Kebiasaan Minum Teh Bersama Didi Kempot
Pendidikan
Undang Peserta dari 30 Negara, DKV ISI Surakarta Gelar Pameran Internasional Typefest 3
SURAKARTA – majalahlarise.com – Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali menggelar pameran internasional Typefest #3 pada 22–24 Oktober 2026. Mengusung tema “Non-Latin”, pameran ini mengundang seniman dan desainer dari sekitar 30 negara untuk mengeksplorasi keberagaman aksara sebagai bagian dari ekspresi seni, identitas budaya, dan perkembangan desain komunikasi visual.
Pameran yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali sejak 2022 ini akan berlangsung selama tiga hari di Pendopo Ageng GPH Djojokusumo, Kampus Kentingan, ISI Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi seniman, desainer, mahasiswa, dosen, dan praktisi untuk memperkenalkan karya sekaligus membangun jejaring kreatif pada tingkat internasional.
Tema “Non-Latin” dipilih untuk mengajak para peserta mengeksplorasi, menghidupkan kembali, serta menghubungkan aksara lokal dengan kehidupan masyarakat masa kini. Pameran ini tidak hanya menampilkan keindahan visual huruf, tetapi juga menggali nilai sejarah, pemikiran, dan identitas budaya yang terkandung di dalamnya.
Ketua Pelaksana Typefest #3, Ipung Kurniawan Yunianto, yang juga dosen DKV FSRD ISI Surakarta, menjelaskan tema tersebut menjadi upaya untuk membuka perspektif masyarakat terhadap keberagaman sistem penulisan di dunia.
“Intinya, dengan tema ‘Non-Latin’, kami ingin mendobrak pandangan bahwa alfabet Latin merupakan standar universal dalam sistem penulisan. Sekaligus, kami ingin merayakan keberagaman aksara dunia sebagai bentuk ekspresi budaya yang setara dan layak untuk terus hidup serta berkembang,” ungkap Ipung.
Pameran ini membuka kesempatan bagi peserta dari berbagai negara untuk mengirimkan karya melalui jalur *open call* maupun undangan. Karya yang ditampilkan mencakup beragam bentuk eksplorasi, mulai dari tipografi, lettering, karya tiga dimensi (3D), digital, eksperimental, hingga media lainnya.
Melalui keragaman karya tersebut, Typefest #3 diharapkan dapat mempertemukan karakter visual, pendekatan kreatif, serta gagasan dari para pelaku desain lintas negara. Pertemuan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan tipografi dan aksara dalam konteks seni, desain, serta kebudayaan.
Selain menjadi ruang apresiasi karya, kegiatan ini juga diarahkan sebagai media promosi dan publikasi Program Studi DKV FSRD ISI Surakarta kepada masyarakat internasional. Melalui partisipasi peserta dari berbagai negara, pameran ini membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas jejaring akademik dan profesional di bidang desain komunikasi visual.
Untuk memperkaya pengalaman pengunjung, penyelenggara turut menghadirkan sejumlah agenda pendukung berupa lokakarya (workshop) dan diskusi (talkshow) selama tiga hari pelaksanaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan, membahas proses kreatif, serta mendiskusikan peran aksara dalam perkembangan desain dan kehidupan masyarakat kontemporer.
Melalui Typefest #3 bertema “Non-Latin”, DKV FSRD ISI Surakarta mengajak masyarakat melihat aksara bukan sekadar perangkat untuk menyampaikan bahasa, melainkan juga warisan budaya yang menyimpan sejarah, pemikiran, dan identitas suatu masyarakat. Keberagaman aksara dunia diharapkan terus mendapat ruang untuk dikenali, dikembangkan, dan dihidupkan melalui karya seni serta desain komunikasi visual. (Sofyan)
Baca juga: Yan Vellia Lanjutkan Usaha Teh DK, Bisnis yang Berawal dari Kebiasaan Minum Teh Bersama Didi Kempot
Komunitas
![]() |
| Dra. Rusmiyah, M.Si memimpin DPC GWS Kota Surakarta periode 2026-2031. |
Rusmiyah Pimpin DPC GWS Kota Surakarta 2026–2031, Perkuat Pemberdayaan Perempuan
SURAKARTA – majalahlarise.com - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Wanita Sejahtera (DPC GWS) Kota Surakarta menggelar pelantikan dan pengukuhan ketua serta pengurus periode 2026–2031 di Kusuma Sahid Prince Hotel, Jumat (16/10/2026). Mengusung tema “Women Support Women, Kebersamaan, Kemandirian, Pengabdian Wanita untuk Mewujudkan Organisasi GWS yang Solid, Peduli, dan Bermanfaat untuk Masyarakat”, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat solidaritas perempuan, meningkatkan kemandirian, serta memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dra. Rusmiyah, M.Si yang dipercaya memimpin DPC GWS Kota Surakarta menyampaikan, jabatan ketua merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar untuk membangkitkan organisasi agar semakin dikenal masyarakat luas. Ia menyebut GWS sebagai organisasi berskala nasional yang telah berdiri selama puluhan tahun, diperkirakan mencapai 45 hingga 50 tahun berdasarkan sejarahnya.
“Bagi saya, terpilih sebagai ketua GWS merupakan amanah yang besar. Ada tugas berat untuk mengangkat GWS agar lebih dikenal masyarakat. Saya memiliki semangat untuk menghidupkan kembali organisasi ini bersama 27 pengurus yang telah bergabung,” ungkap Rusmiyah.
Menurutnya, GWS membawa semangat women support women, yakni perempuan saling mendukung, menguatkan, dan membantu agar mampu berdaya guna serta memberikan manfaat bagi orang lain. Semangat tersebut menjadi landasan bagi pengurus dalam menyusun program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas anggota dan pemberdayaan perempuan.
Pada tahap awal kepemimpinannya, Rusmiyah memprioritaskan program capacity buildingatau peningkatan kapasitas anggota. Program ini mencakup penguatan kemampuan administrasi, pengelolaan keuangan melalui pembukuan sederhana, serta pemahaman etika berorganisasi.
Ia menjelaskan, penguatan kemampuan dasar tersebut penting untuk membangun fondasi organisasi yang kokoh. Dengan pemahaman yang baik mengenai administrasi, keuangan, dan etika berorganisasi, setiap anggota diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya serta bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.
Rusmiyah juga berharap seluruh pengurus dapat terlibat aktif dan membangun solidaritas dalam menjalankan roda organisasi. Ia mengibaratkan GWS sebagai sebuah perahu yang membutuhkan kerja sama seluruh awak agar dapat berlayar menuju tujuan.
“Organisasi ini ibarat sebuah perahu. Saya sebagai nakhoda harus bisa menyusun perencanaan dan melakukan evaluasi. Namun, untuk menjalankan program, diperlukan kerja nyata dan sinergi seluruh pengurus. Kita harus bergerak bersama agar GWS semakin solid dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPW GWS Jawa Tengah, Hj. Dina Ali Hanafia, dalam sambutannya seusai melantik dan mengukuhkan pengurus DPC GWS Kota Surakarta meminta ketua terpilih segera membentuk kepengurusan hingga tingkat ranting. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan organisasi sekaligus menghidupkan kegiatan GWS di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas pengabdian yang telah diberikan. Kepengurusan baru diharapkan dapat melanjutkan hal-hal positif sekaligus menghadirkan program yang lebih aktif, terarah, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dina mendorong DPC GWS Kota Surakarta membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya instansi yang menangani pemberdayaan perempuan. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah dapat membuka peluang pelaksanaan program yang lebih luas, sebagaimana telah dilakukan GWS di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.
“Ketua yang baru dilantik saya harapkan segera membentuk kepengurusan sampai tingkat ranting. Organisasi harus bergerak dan hadir di tengah masyarakat. Kami juga berharap GWS Kota Surakarta dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, terutama instansi yang menangani pemberdayaan perempuan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, GWS merupakan organisasi sosial yang menjalankan kegiatan secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan dana dari DPP maupun pihak lain. Karena itu, kesederhanaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial perlu menjadi prinsip dalam menjalankan organisasi.
Menurut Dina, GWS memiliki peran strategis dalam membantu perempuan, khususnya di tingkat akar rumput, agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan keterampilan. Pemberdayaan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha serta membantu meningkatkan perekonomian keluarga, termasuk bagi perempuan yang menjalankan aktivitas produktif dari rumah.
Lebih lanjut, ia meminta pengurus DPC GWS Kota Surakarta segera menyusun dan menjalankan program kerja, membentuk ranting di tingkat kecamatan, serta mengadakan pelatihan yang bermanfaat bagi masyarakat. DPW GWS Jawa Tengah juga membuka peluang koordinasi untuk mendukung kegiatan melalui penyediaan narasumber maupun pendampingan program.
Dina berharap kepengurusan baru tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan program nyata dan berkelanjutan. Melalui kegiatan yang terarah, GWS diharapkan semakin dipercaya pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memperluas kontribusinya dalam pemberdayaan perempuan serta penguatan ekonomi keluarga.
Pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC GWS Kota Surakarta periode 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun organisasi yang solid, mandiri, dan peduli. Dengan semangat women support women, GWS diharapkan menjadi ruang bagi perempuan untuk saling mendukung, mengembangkan potensi, serta berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Sofyan)
Mitra Usaha
![]() |
| Yan Vellia, istri almarhum penyanyi campursari Didi Kempot. |
Yan Vellia Lanjutkan Usaha Teh DK, Bisnis yang Berawal dari Kebiasaan Minum Teh Bersama Didi Kempot
Surakarta - majalahlarise.com – Di balik kesibukannya sebagai penyanyi, Yan Vellia, istri almarhum penyanyi campursari Didi Kempot, terus mengembangkan usaha Teh DK. Bisnis yang berawal dari kebiasaan sederhana menikmati teh setiap pagi bersama sang suami tersebut kini menjadi salah satu sumber penghasilan sekaligus upaya Yan Vellia menjaga produktivitas dan kemandirian ekonomi keluarga.
Saat ditemui majalahlarise.com belum lama ini disela-sela acara Pelantikan Pengurus DPC IWAPI Kota Surakarta, Yan Vellia menceritakan, gagasan usaha Teh DK bermula dari kebiasaan dirinya bersama almarhum Didi Kempot menikmati teh sambil berbincang di meja makan. Momen sederhana itu sering menjadi ruang untuk membicarakan berbagai hal, mulai dari perjalanan karier di dunia musik, rencana mengembangkan genre musik, hingga masa depan dan pendidikan anak-anak mereka.
“Teh itu favorit saya dan Mas Didi setiap pagi. Kalau kami ngobrol di meja makan sambil menyeruput teh, banyak hal yang dibicarakan. Mulai dari rencana perjalanan musik, genre apa lagi yang akan dibuat, sampai anak-anak nanti mau diarahkan ke mana,” tuturnya.
Dari kebiasaan tersebut, muncul gagasan untuk mengembangkan usaha teh. Yan Vellia kemudian membeli bahan teh dari perkebunan di Wonosobo dan mengemasnya dengan merek Teh DK. Nama tersebut menjadi identitas usaha yang tumbuh dari kebiasaan sehari-hari bersama sang suami.
Usaha Teh DK telah berjalan sekitar dua setengah tahun. Setelah Didi Kempot meninggal dunia, Yan Vellia berusaha melanjutkan kehidupan dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil. Ia memilih tetap produktif dengan mengembangkan usaha, tanpa meninggalkan aktivitasnya di dunia musik.
“Kalau ada kesempatan menyanyi, saya tetap menyanyi. Kalau tidak ada kegiatan menyanyi, saya berjualan Teh DK. Jadi, kegiatan usaha ini berjalan berdampingan dengan aktivitas saya sebagai penyanyi,” ungkapnya.
Dalam mengembangkan bisnisnya, Yan Vellia menerapkan sistem distribusi melalui grosir. Setiap tiga bulan, ia mendistribusikan sekitar 200 bal produk Teh DK ke sejumlah grosir. Sekitar setengah bulan kemudian, ia kembali mendatangi grosir untuk memasok produk sesuai kebutuhan.
Pola distribusi tersebut dilakukan untuk menjaga perputaran barang sekaligus menghindari penumpukan stok di tempat penjualan. Baginya, menjalankan usaha tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk, tetapi juga membutuhkan pengelolaan distribusi yang teratur dan hubungan baik dengan mitra penjualan.
Selain menjaga ketersediaan produk, Yan Vellia juga memperhatikan konsistensi kualitas dan cita rasa teh. Ia ingin Teh DK dapat memenuhi harapan konsumen sehingga mereka terus menikmati produk tersebut sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Kepada para pecinta teh, Yan Vellia menyampaikan ajakan dengan gaya santai dan humoris. Ia menggunakan ungkapan yang memadukan perasaan patah hati dengan kebiasaan menikmati teh.
“Yen atimu ambyar, mesti kurang ngeteh yo Teh DK,” ujarnya sambil bercanda.
Kalimat tersebut menjadi cara Yan Vellia mendekatkan produk kepada masyarakat melalui ungkapan yang akrab dengan keseharian penggemar musik campursari. Baginya, teh bukan sekadar minuman untuk menemani waktu santai, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan sederhana yang menghadirkan kesegaran.
Di luar aktivitas sebagai penyanyi dan pengusaha, Yan Vellia turut mengapresiasi keberadaan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Menurutnya, organisasi tersebut menjadi wadah bagi perempuan pelaku usaha dari berbagai kelompok usia untuk saling mengenal, memperkenalkan produk, serta memperluas peluang pemasaran.
Melalui kegiatan organisasi, para pengusaha perempuan memiliki kesempatan menawarkan produk kepada masyarakat sekaligus membangun jaringan bisnis. Dukungan dan interaksi antarpelaku usaha menjadi salah satu modal untuk terus mengembangkan usaha di tengah persaingan pasar.
Yan Vellia berharap semangat berwirausaha di kalangan perempuan terus tumbuh. Ia ingin semakin banyak perempuan mampu mengembangkan bisnis, memperluas pemasaran, dan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui usaha yang dijalankan secara konsisten.
Perjalanan Teh DK memperlihatkan bagaimana kebiasaan sederhana dapat berkembang menjadi peluang usaha. Berawal dari secangkir teh yang menemani percakapan di meja makan, kini Yan Vellia melanjutkan langkah sebagai penyanyi sekaligus pengusaha. Di tengah perubahan kehidupan yang dialaminya, Teh DK menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus berkarya dan membangun masa depan keluarga. (Sofyan)
Baca juga: EXPERIA 2026 Jadi Wadah Nyata Kewirausahaan Mahasiswa Manajemen UNISRI
Pendidikan
HI UNISRI Hadir di Vennas XVII AIHII 2026, Perkuat Jejaring dan Mutu Pendidikan Hubungan Internasional
Cikarang – majalahlarise.com – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan Hubungan Internasional di tingkat nasional melalui partisipasi dalam Konvensi Nasional (Vennas) XVII Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di President University, Cikarang, pada 12–15 Oktober 2026.
Ketua Program Studi HI UNISRI, Ganjar Widhiyoga, S.IP., M.Si., Ph.D., hadir dan berpartisipasi aktif dalam forum tahunan yang mempertemukan akademisi, pemikir, dan praktisi Hubungan Internasional dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut.
Vennas XVII AIHII 2026 mengusung tema “Melampaui Fragmentasi: Konstelasi Kuasa, Inovasi, dan Tata Kelola Global Masa Depan”. Tema ini menjadi landasan diskusi untuk merespons dinamika hubungan internasional yang semakin kompleks, perubahan konstelasi kekuatan global, serta tantangan tata kelola global di masa depan.
Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi komunitas akademik Hubungan Internasional untuk bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi antar kampus, dan merumuskan arah pengembangan keilmuan HI di Indonesia. Sejumlah agenda penting turut dibahas, mulai dari arah baru gelar sarjana Hubungan Internasional, penguatan kurikulum yang adaptif terhadap inovasi global, hingga kesejahteraan akademik dosen HI.
Kehadiran Ganjar Widhiyoga dalam forum nasional tersebut mencerminkan keterlibatan aktif Prodi HI UNISRI dalam mengikuti perkembangan pemikiran dan kebijakan pendidikan Hubungan Internasional. Partisipasi itu juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik melalui diskusi panel, sidang pleno AIHII, serta interaksi dengan perwakilan program studi HI dari berbagai perguruan tinggi.
Ganjar Widhiyoga menjelaskan, keterlibatan dalam Vennas XVII AIHII menjadi bagian dari upaya Prodi HI UNISRI untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat relevansi materi perkuliahan dengan perkembangan global.
“Melalui keterlibatan aktif ini, HI UNISRI terus memperkuat jejaring nasional dan membawa pulang gagasan-gagasan segar untuk diterapkan dalam peningkatan mutu perkuliahan di kampus tercinta. Ini penting agar mahasiswa HI UNISRI mendapatkan perspektif yang relevan dengan konstelasi global terkini,” ungkap Ganjar Widhiyoga.
Menurutnya, perkembangan dinamika global menuntut pendidikan Hubungan Internasional untuk terus beradaptasi. Penguatan kurikulum, pembaruan perspektif akademik, serta kolaborasi antar lembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa agar mampu memahami berbagai persoalan internasional secara kritis dan komprehensif.
Melalui partisipasi dalam Vennas XVII AIHII 2026, Prodi HI UNISRI diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai program studi yang aktif, progresif, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu Hubungan Internasional di Indonesia.
Gagasan dan jejaring yang diperoleh dari forum tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mendorong inovasi pembelajaran, memperluas kerja sama akademik, serta meningkatkan kualitas lulusan HI UNISRI agar mampu menghadapi tantangan hubungan internasional yang terus berkembang. (Sofyan)
Baca juga: EXPERIA 2026 Jadi Wadah Nyata Kewirausahaan Mahasiswa Manajemen UNISRI
Pendidikan
![]() |
| Sebanyak 27.500 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Wonosamodro dan Desa Bandung, Kabupaten Boyolali. |
Sedekah Air Bersih, Paguyuban Wali Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono Bersama Relawan Muhammadiyah Boyolali Bantu Warga Terdampak Kekeringan
BOYOLALI – majalahlarise.com – Kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan diwujudkan melalui aksi Sedekah Air Bersih yang digagas Paguyuban Keluarga Besar Wali Murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono bersama Tim Relawan Muhammadiyah Boyolali, Rabu (14/10/2026). Sebanyak 27.500 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Wonosamodro dan Desa Bandung, Kabupaten Boyolali, untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Ketua Paguyuban Wali Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono, Etik Rahayu Ningsih, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar sekolah terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
Melalui kegiatan ini, paguyuban bersama relawan berupaya hadir secara langsung untuk membantu meringankan beban warga. Bantuan air bersih diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan rumah tangga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan melibatkan lima personel Tim Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Muhammadiyah Boyolali dengan dukungan tiga truk tangki air. Armada tersebut terdiri atas dua truk berkapasitas masing-masing 9.000 liter dan satu truk berkapasitas 9.500 liter, sehingga total air bersih yang didistribusikan mencapai 27.500 liter.
Bantuan disalurkan ke empat titik penerima manfaat. Di Losari RT 03/RW 02, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, air bersih diberikan untuk memenuhi kebutuhan 28 kepala keluarga (KK). Selanjutnya, di Durenan RT 04/RW 02, Kecamatan Wonosamodro, bantuan diperuntukkan bagi sekitar 60 KK.
Sementara itu, di Garangan RT 01/RW 02, Kecamatan Wonosamodro, sebanyak 35 KK turut menerima manfaat bantuan air bersih. Penyaluran juga menjangkau anak-anak yang mengikuti kegiatan mengaji di tempat mengaji Rekesan RT 01/RW 02, Desa Bandung.
Berdasarkan data yang dihimpun, bantuan tersebut menjangkau sekitar 123 KK, belum termasuk anak-anak yang menerima manfaat di tempat mengaji. Distribusi berlangsung lancar berkat kerja sama para donatur, Paguyuban Keluarga Besar Wali Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono, dan Tim Relawan Muhammadiyah Boyolali.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh wali murid, donatur, relawan, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan Sedekah Air Bersih.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menyalurkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga menjadi bentuk pengamalan nilai-nilai Islam melalui kepedulian sosial. Semangat berbagi ini sekaligus menjadi sarana menanamkan nilai gotong royong, kepekaan terhadap kesulitan sesama, dan tanggung jawab sosial kepada keluarga besar sekolah.
“Ketika saudara kita kesulitan mendapatkan air bersih, kepedulian tidak cukup hanya dengan kata-kata. Harus ada tindakan nyata. Semoga sedekah air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” demikian pesan yang sejalan dengan semangat kegiatan tersebut.
Aksi Sedekah Air Bersih ini juga menjadi wujud pendidikan karakter di luar ruang kelas. Keluarga besar SD Muhammadiyah PK Banyudono berupaya menunjukkan nilai keislaman, adab, dan kepedulian sosial melalui tindakan nyata dengan membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Melalui kolaborasi antara wali murid, sekolah, donatur, dan relawan, kegiatan ini diharapkan dapat menggerakkan semakin banyak pihak untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Bantuan air bersih tersebut menjadi pengingat pentingnya gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Setiap liter air yang disalurkan diharapkan membawa keberkahan, menguatkan persaudaraan, dan menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat. Pendidikan kepedulian tidak hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi juga ditunjukkan dengan keteladanan dan tindakan nyata membantu sesama. (Sofyan)
Pendidikan
Murid SD Muhammadiyah PK Solo Borong 7 Medali di Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah Season 5
Solo - majalahlarise.com – Murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam final Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah Season 5 (OSMJT 5) Tahun 2026. Dalam kompetisi yang digelar secara luring di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (10/10/2026), kontingen sekolah tersebut berhasil membawa pulang tujuh penghargaan, terdiri atas tiga medali emas, dua medali perak, satu medali perunggu, dan satu predikat merit/finalis.
Olimpiade tahunan yang diselenggarakan Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SD/MI Muhammadiyah/Aisyiyah Jawa Tengah ini diikuti ratusan peserta terbaik dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Para peserta telah melewati seleksi tingkat kabupaten/kota dan babak semifinal sebelum berkompetisi pada putaran final.
Prestasi murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo tersebar di empat cabang perlombaan, yakni Bahasa Inggris, ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), serta Matematika.
Pada cabang Bahasa Inggris, Dahayusasikirana Hadinoto meraih medali emas dengan menempati peringkat kedua. Prestasi serupa diraih Danendra Maheswara Hadinoto yang memperoleh medali emas di peringkat kelima. Sementara itu, Sausan An Nazifa menyumbangkan medali perak setelah menempati peringkat keenam.
Di cabang ISMUBA, Saafia Kamilah Sisna berhasil meraih medali emas dengan menempati peringkat ketiga. Adapun Attiyah Dzikirya memperoleh predikat merit/finalis dengan menempati peringkat ke-27.
Sementara itu, pada cabang IPA, Adhiguna Harimurti Widodo meraih medali perak di peringkat ketujuh. Adapun pada cabang Matematika, Shuneal Ghaaziy Ul Haq berhasil membawa pulang medali perunggu setelah menempati peringkat ke-21.
Koordinator Bina Talenta dan Prestasi SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Retno Indriyanti, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para murid atas perjuangan mereka dalam mengikuti kompetisi tersebut. Ia juga mengapresiasi peran guru pembimbing dan orang tua yang turut mendukung proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian anak-anak hebat di ajang OSMJT Season 5 ini. Perolehan tiga emas, dua perak, satu perunggu, dan satu predikat merit merupakan buah dari kedisiplinan, ketekunan berlatih, serta sinergi yang kuat antara murid, pembimbing, dan orang tua,” tutur Retno Indriyanti.
Menurut Retno, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga mencerminkan upaya pembinaan potensi akademik dan karakter murid yang dilakukan secara berkelanjutan. Pembinaan itu mencakup berbagai bidang, mulai dari sains dan bahasa hingga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Rangkaian OSMJT 5 Tahun 2026 telah berlangsung sejak Agustus melalui tahap pendaftaran. Seleksi tingkat kabupaten/kota dilaksanakan pada 10 September, dilanjutkan babak semifinal pada 24 September, hingga mencapai puncaknya pada babak final di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (10/10/2026).
Keberhasilan meraih tujuh penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan. Para murid juga diharapkan tetap rendah hati, tekun belajar, serta berani mengikuti berbagai kompetisi untuk mengasah potensi diri.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus memperkuat pembinaan talenta murid melalui latihan terarah, pendampingan guru, serta kolaborasi dengan orang tua agar potensi akademik dan karakter peserta didik berkembang secara seimbang. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Ziarah Agung Mbah Kyai Nur Suhud, Rawat Jejak Dakwah Ulama Keraton Kartosura di Nguter SUKOHARJO – majalahlarise.com – Warga Nahdlatul Ulam...







