Yan Vellia Lanjutkan Usaha Teh DK, Bisnis yang Berawal dari Kebiasaan Minum Teh Bersama Didi Kempot

Print Friendly and PDF

Yan Vellia, istri almarhum penyanyi campursari Didi Kempot.


Yan Vellia Lanjutkan Usaha Teh DK, Bisnis yang Berawal dari Kebiasaan Minum Teh Bersama Didi Kempot

Surakarta - majalahlarise.com – Di balik kesibukannya sebagai penyanyi, Yan Vellia, istri almarhum penyanyi campursari Didi Kempot, terus mengembangkan usaha Teh DK. Bisnis yang berawal dari kebiasaan sederhana menikmati teh setiap pagi bersama sang suami tersebut kini menjadi salah satu sumber penghasilan sekaligus upaya Yan Vellia menjaga produktivitas dan kemandirian ekonomi keluarga.

Saat ditemui majalahlarise.com belum lama ini disela-sela acara Pelantikan Pengurus DPC IWAPI Kota Surakarta, Yan Vellia menceritakan, gagasan usaha Teh DK bermula dari kebiasaan dirinya bersama almarhum Didi Kempot menikmati teh sambil berbincang di meja makan. Momen sederhana itu sering menjadi ruang untuk membicarakan berbagai hal, mulai dari perjalanan karier di dunia musik, rencana mengembangkan genre musik, hingga masa depan dan pendidikan anak-anak mereka.

“Teh itu favorit saya dan Mas Didi setiap pagi. Kalau kami ngobrol di meja makan sambil menyeruput teh, banyak hal yang dibicarakan. Mulai dari rencana perjalanan musik, genre apa lagi yang akan dibuat, sampai anak-anak nanti mau diarahkan ke mana,” tuturnya.

Dari kebiasaan tersebut, muncul gagasan untuk mengembangkan usaha teh. Yan Vellia kemudian membeli bahan teh dari perkebunan di Wonosobo dan mengemasnya dengan merek Teh DK. Nama tersebut menjadi identitas usaha yang tumbuh dari kebiasaan sehari-hari bersama sang suami.


Usaha Teh DK telah berjalan sekitar dua setengah tahun. Setelah Didi Kempot meninggal dunia, Yan Vellia berusaha melanjutkan kehidupan dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil. Ia memilih tetap produktif dengan mengembangkan usaha, tanpa meninggalkan aktivitasnya di dunia musik.

“Kalau ada kesempatan menyanyi, saya tetap menyanyi. Kalau tidak ada kegiatan menyanyi, saya berjualan Teh DK. Jadi, kegiatan usaha ini berjalan berdampingan dengan aktivitas saya sebagai penyanyi,” ungkapnya.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Yan Vellia menerapkan sistem distribusi melalui grosir. Setiap tiga bulan, ia mendistribusikan sekitar 200 bal produk Teh DK ke sejumlah grosir. Sekitar setengah bulan kemudian, ia kembali mendatangi grosir untuk memasok produk sesuai kebutuhan.

Pola distribusi tersebut dilakukan untuk menjaga perputaran barang sekaligus menghindari penumpukan stok di tempat penjualan. Baginya, menjalankan usaha tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk, tetapi juga membutuhkan pengelolaan distribusi yang teratur dan hubungan baik dengan mitra penjualan.

Selain menjaga ketersediaan produk, Yan Vellia juga memperhatikan konsistensi kualitas dan cita rasa teh. Ia ingin Teh DK dapat memenuhi harapan konsumen sehingga mereka terus menikmati produk tersebut sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Kepada para pecinta teh, Yan Vellia menyampaikan ajakan dengan gaya santai dan humoris. Ia menggunakan ungkapan yang memadukan perasaan patah hati dengan kebiasaan menikmati teh.

“Yen atimu ambyar, mesti kurang ngeteh yo Teh DK,” ujarnya sambil bercanda.

Kalimat tersebut menjadi cara Yan Vellia mendekatkan produk kepada masyarakat melalui ungkapan yang akrab dengan keseharian penggemar musik campursari. Baginya, teh bukan sekadar minuman untuk menemani waktu santai, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan sederhana yang menghadirkan kesegaran.

Di luar aktivitas sebagai penyanyi dan pengusaha, Yan Vellia turut mengapresiasi keberadaan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Menurutnya, organisasi tersebut menjadi wadah bagi perempuan pelaku usaha dari berbagai kelompok usia untuk saling mengenal, memperkenalkan produk, serta memperluas peluang pemasaran.

Melalui kegiatan organisasi, para pengusaha perempuan memiliki kesempatan menawarkan produk kepada masyarakat sekaligus membangun jaringan bisnis. Dukungan dan interaksi antarpelaku usaha menjadi salah satu modal untuk terus mengembangkan usaha di tengah persaingan pasar.

Yan Vellia berharap semangat berwirausaha di kalangan perempuan terus tumbuh. Ia ingin semakin banyak perempuan mampu mengembangkan bisnis, memperluas pemasaran, dan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui usaha yang dijalankan secara konsisten.

Perjalanan Teh DK memperlihatkan bagaimana kebiasaan sederhana dapat berkembang menjadi peluang usaha. Berawal dari secangkir teh yang menemani percakapan di meja makan, kini Yan Vellia melanjutkan langkah sebagai penyanyi sekaligus pengusaha. Di tengah perubahan kehidupan yang dialaminya, Teh DK menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus berkarya dan membangun masa depan keluarga. (Sofyan)


Baca juga: EXPERIA 2026 Jadi Wadah Nyata Kewirausahaan Mahasiswa Manajemen UNISRI


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top