Yan Vellia, istri almarhum penyanyi campursari Didi Kempot.


    Yan Vellia Lanjutkan Usaha Teh DK, Bisnis yang Berawal dari Kebiasaan Minum Teh Bersama Didi Kempot

    Surakarta - majalahlarise.com – Di balik kesibukannya sebagai penyanyi, Yan Vellia, istri almarhum penyanyi campursari Didi Kempot, terus mengembangkan usaha Teh DK. Bisnis yang berawal dari kebiasaan sederhana menikmati teh setiap pagi bersama sang suami tersebut kini menjadi salah satu sumber penghasilan sekaligus upaya Yan Vellia menjaga produktivitas dan kemandirian ekonomi keluarga.

    Saat ditemui majalahlarise.com belum lama ini disela-sela acara Pelantikan Pengurus DPC IWAPI Kota Surakarta, Yan Vellia menceritakan, gagasan usaha Teh DK bermula dari kebiasaan dirinya bersama almarhum Didi Kempot menikmati teh sambil berbincang di meja makan. Momen sederhana itu sering menjadi ruang untuk membicarakan berbagai hal, mulai dari perjalanan karier di dunia musik, rencana mengembangkan genre musik, hingga masa depan dan pendidikan anak-anak mereka.

    “Teh itu favorit saya dan Mas Didi setiap pagi. Kalau kami ngobrol di meja makan sambil menyeruput teh, banyak hal yang dibicarakan. Mulai dari rencana perjalanan musik, genre apa lagi yang akan dibuat, sampai anak-anak nanti mau diarahkan ke mana,” tuturnya.

    Dari kebiasaan tersebut, muncul gagasan untuk mengembangkan usaha teh. Yan Vellia kemudian membeli bahan teh dari perkebunan di Wonosobo dan mengemasnya dengan merek Teh DK. Nama tersebut menjadi identitas usaha yang tumbuh dari kebiasaan sehari-hari bersama sang suami.


    Usaha Teh DK telah berjalan sekitar dua setengah tahun. Setelah Didi Kempot meninggal dunia, Yan Vellia berusaha melanjutkan kehidupan dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil. Ia memilih tetap produktif dengan mengembangkan usaha, tanpa meninggalkan aktivitasnya di dunia musik.

    “Kalau ada kesempatan menyanyi, saya tetap menyanyi. Kalau tidak ada kegiatan menyanyi, saya berjualan Teh DK. Jadi, kegiatan usaha ini berjalan berdampingan dengan aktivitas saya sebagai penyanyi,” ungkapnya.

    Dalam mengembangkan bisnisnya, Yan Vellia menerapkan sistem distribusi melalui grosir. Setiap tiga bulan, ia mendistribusikan sekitar 200 bal produk Teh DK ke sejumlah grosir. Sekitar setengah bulan kemudian, ia kembali mendatangi grosir untuk memasok produk sesuai kebutuhan.

    Pola distribusi tersebut dilakukan untuk menjaga perputaran barang sekaligus menghindari penumpukan stok di tempat penjualan. Baginya, menjalankan usaha tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk, tetapi juga membutuhkan pengelolaan distribusi yang teratur dan hubungan baik dengan mitra penjualan.

    Selain menjaga ketersediaan produk, Yan Vellia juga memperhatikan konsistensi kualitas dan cita rasa teh. Ia ingin Teh DK dapat memenuhi harapan konsumen sehingga mereka terus menikmati produk tersebut sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

    Kepada para pecinta teh, Yan Vellia menyampaikan ajakan dengan gaya santai dan humoris. Ia menggunakan ungkapan yang memadukan perasaan patah hati dengan kebiasaan menikmati teh.

    “Yen atimu ambyar, mesti kurang ngeteh yo Teh DK,” ujarnya sambil bercanda.

    Kalimat tersebut menjadi cara Yan Vellia mendekatkan produk kepada masyarakat melalui ungkapan yang akrab dengan keseharian penggemar musik campursari. Baginya, teh bukan sekadar minuman untuk menemani waktu santai, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan sederhana yang menghadirkan kesegaran.

    Di luar aktivitas sebagai penyanyi dan pengusaha, Yan Vellia turut mengapresiasi keberadaan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Menurutnya, organisasi tersebut menjadi wadah bagi perempuan pelaku usaha dari berbagai kelompok usia untuk saling mengenal, memperkenalkan produk, serta memperluas peluang pemasaran.

    Melalui kegiatan organisasi, para pengusaha perempuan memiliki kesempatan menawarkan produk kepada masyarakat sekaligus membangun jaringan bisnis. Dukungan dan interaksi antarpelaku usaha menjadi salah satu modal untuk terus mengembangkan usaha di tengah persaingan pasar.

    Yan Vellia berharap semangat berwirausaha di kalangan perempuan terus tumbuh. Ia ingin semakin banyak perempuan mampu mengembangkan bisnis, memperluas pemasaran, dan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui usaha yang dijalankan secara konsisten.

    Perjalanan Teh DK memperlihatkan bagaimana kebiasaan sederhana dapat berkembang menjadi peluang usaha. Berawal dari secangkir teh yang menemani percakapan di meja makan, kini Yan Vellia melanjutkan langkah sebagai penyanyi sekaligus pengusaha. Di tengah perubahan kehidupan yang dialaminya, Teh DK menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus berkarya dan membangun masa depan keluarga. (Sofyan)


    Baca juga: EXPERIA 2026 Jadi Wadah Nyata Kewirausahaan Mahasiswa Manajemen UNISRI



    HI UNISRI Hadir di Vennas XVII AIHII 2026, Perkuat Jejaring dan Mutu Pendidikan Hubungan Internasional

    Cikarang – majalahlarise.com – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan Hubungan Internasional di tingkat nasional melalui partisipasi dalam Konvensi Nasional (Vennas) XVII Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di President University, Cikarang, pada 12–15 Oktober 2026.

    Ketua Program Studi HI UNISRI, Ganjar Widhiyoga, S.IP., M.Si., Ph.D., hadir dan berpartisipasi aktif dalam forum tahunan yang mempertemukan akademisi, pemikir, dan praktisi Hubungan Internasional dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut.

    Vennas XVII AIHII 2026 mengusung tema “Melampaui Fragmentasi: Konstelasi Kuasa, Inovasi, dan Tata Kelola Global Masa Depan”. Tema ini menjadi landasan diskusi untuk merespons dinamika hubungan internasional yang semakin kompleks, perubahan konstelasi kekuatan global, serta tantangan tata kelola global di masa depan.

    Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi komunitas akademik Hubungan Internasional untuk bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi antar kampus, dan merumuskan arah pengembangan keilmuan HI di Indonesia. Sejumlah agenda penting turut dibahas, mulai dari arah baru gelar sarjana Hubungan Internasional, penguatan kurikulum yang adaptif terhadap inovasi global, hingga kesejahteraan akademik dosen HI.

    Kehadiran Ganjar Widhiyoga dalam forum nasional tersebut mencerminkan keterlibatan aktif Prodi HI UNISRI dalam mengikuti perkembangan pemikiran dan kebijakan pendidikan Hubungan Internasional. Partisipasi itu juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik melalui diskusi panel, sidang pleno AIHII, serta interaksi dengan perwakilan program studi HI dari berbagai perguruan tinggi.

    Ganjar Widhiyoga menjelaskan, keterlibatan dalam Vennas XVII AIHII menjadi bagian dari upaya Prodi HI UNISRI untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat relevansi materi perkuliahan dengan perkembangan global.

    “Melalui keterlibatan aktif ini, HI UNISRI terus memperkuat jejaring nasional dan membawa pulang gagasan-gagasan segar untuk diterapkan dalam peningkatan mutu perkuliahan di kampus tercinta. Ini penting agar mahasiswa HI UNISRI mendapatkan perspektif yang relevan dengan konstelasi global terkini,” ungkap Ganjar Widhiyoga.

    Menurutnya, perkembangan dinamika global menuntut pendidikan Hubungan Internasional untuk terus beradaptasi. Penguatan kurikulum, pembaruan perspektif akademik, serta kolaborasi antar lembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa agar mampu memahami berbagai persoalan internasional secara kritis dan komprehensif.

    Melalui partisipasi dalam Vennas XVII AIHII 2026, Prodi HI UNISRI diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai program studi yang aktif, progresif, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu Hubungan Internasional di Indonesia.

    Gagasan dan jejaring yang diperoleh dari forum tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mendorong inovasi pembelajaran, memperluas kerja sama akademik, serta meningkatkan kualitas lulusan HI UNISRI agar mampu menghadapi tantangan hubungan internasional yang terus berkembang. (Sofyan)


    Baca juga: EXPERIA 2026 Jadi Wadah Nyata Kewirausahaan Mahasiswa Manajemen UNISRI

    Sebanyak 27.500 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Wonosamodro dan Desa Bandung, Kabupaten Boyolali.


    Sedekah Air Bersih, Paguyuban Wali Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono Bersama Relawan Muhammadiyah Boyolali Bantu Warga Terdampak Kekeringan

    BOYOLALI – majalahlarise.com – Kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan diwujudkan melalui aksi Sedekah Air Bersih yang digagas Paguyuban Keluarga Besar Wali Murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono bersama Tim Relawan Muhammadiyah Boyolali, Rabu (14/10/2026). Sebanyak 27.500 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Wonosamodro dan Desa Bandung, Kabupaten Boyolali, untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

    Ketua Paguyuban Wali Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono, Etik Rahayu Ningsih, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar sekolah terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.

    Melalui kegiatan ini, paguyuban bersama relawan berupaya hadir secara langsung untuk membantu meringankan beban warga. Bantuan air bersih diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan rumah tangga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Penyaluran bantuan melibatkan lima personel Tim Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Muhammadiyah Boyolali dengan dukungan tiga truk tangki air. Armada tersebut terdiri atas dua truk berkapasitas masing-masing 9.000 liter dan satu truk berkapasitas 9.500 liter, sehingga total air bersih yang didistribusikan mencapai 27.500 liter.

    Bantuan disalurkan ke empat titik penerima manfaat. Di Losari RT 03/RW 02, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, air bersih diberikan untuk memenuhi kebutuhan 28 kepala keluarga (KK). Selanjutnya, di Durenan RT 04/RW 02, Kecamatan Wonosamodro, bantuan diperuntukkan bagi sekitar 60 KK.

    Sementara itu, di Garangan RT 01/RW 02, Kecamatan Wonosamodro, sebanyak 35 KK turut menerima manfaat bantuan air bersih. Penyaluran juga menjangkau anak-anak yang mengikuti kegiatan mengaji di tempat mengaji Rekesan RT 01/RW 02, Desa Bandung.

    Berdasarkan data yang dihimpun, bantuan tersebut menjangkau sekitar 123 KK, belum termasuk anak-anak yang menerima manfaat di tempat mengaji. Distribusi berlangsung lancar berkat kerja sama para donatur, Paguyuban Keluarga Besar Wali Murid SD Muhammadiyah PK Banyudono, dan Tim Relawan Muhammadiyah Boyolali.

    Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh wali murid, donatur, relawan, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan Sedekah Air Bersih.

    Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menyalurkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga menjadi bentuk pengamalan nilai-nilai Islam melalui kepedulian sosial. Semangat berbagi ini sekaligus menjadi sarana menanamkan nilai gotong royong, kepekaan terhadap kesulitan sesama, dan tanggung jawab sosial kepada keluarga besar sekolah.

    “Ketika saudara kita kesulitan mendapatkan air bersih, kepedulian tidak cukup hanya dengan kata-kata. Harus ada tindakan nyata. Semoga sedekah air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” demikian pesan yang sejalan dengan semangat kegiatan tersebut.

    Aksi Sedekah Air Bersih ini juga menjadi wujud pendidikan karakter di luar ruang kelas. Keluarga besar SD Muhammadiyah PK Banyudono berupaya menunjukkan nilai keislaman, adab, dan kepedulian sosial melalui tindakan nyata dengan membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

    Melalui kolaborasi antara wali murid, sekolah, donatur, dan relawan, kegiatan ini diharapkan dapat menggerakkan semakin banyak pihak untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Bantuan air bersih tersebut menjadi pengingat pentingnya gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Setiap liter air yang disalurkan diharapkan membawa keberkahan, menguatkan persaudaraan, dan menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat. Pendidikan kepedulian tidak hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi juga ditunjukkan dengan keteladanan dan tindakan nyata membantu sesama. (Sofyan)


    Baca juga: DPC IWAPI Kota Surakarta Perkuat Transformasi Digital Ekonomi Perempuan, Nurainun Pimpin Periode 2026–2031



    Murid SD Muhammadiyah PK Solo Borong 7 Medali di Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah Season 5

    Solo - majalahlarise.com – Murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam final Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah Season 5 (OSMJT 5) Tahun 2026. Dalam kompetisi yang digelar secara luring di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (10/10/2026), kontingen sekolah tersebut berhasil membawa pulang tujuh penghargaan, terdiri atas tiga medali emas, dua medali perak, satu medali perunggu, dan satu predikat merit/finalis.

    Olimpiade tahunan yang diselenggarakan Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SD/MI Muhammadiyah/Aisyiyah Jawa Tengah ini diikuti ratusan peserta terbaik dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Para peserta telah melewati seleksi tingkat kabupaten/kota dan babak semifinal sebelum berkompetisi pada putaran final.

    Prestasi murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo tersebar di empat cabang perlombaan, yakni Bahasa Inggris, ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), serta Matematika.

    Pada cabang Bahasa Inggris, Dahayusasikirana Hadinoto meraih medali emas dengan menempati peringkat kedua. Prestasi serupa diraih Danendra Maheswara Hadinoto yang memperoleh medali emas di peringkat kelima. Sementara itu, Sausan An Nazifa menyumbangkan medali perak setelah menempati peringkat keenam.

    Di cabang ISMUBA, Saafia Kamilah Sisna berhasil meraih medali emas dengan menempati peringkat ketiga. Adapun Attiyah Dzikirya memperoleh predikat merit/finalis dengan menempati peringkat ke-27.

    Sementara itu, pada cabang IPA, Adhiguna Harimurti Widodo meraih medali perak di peringkat ketujuh. Adapun pada cabang Matematika, Shuneal Ghaaziy Ul Haq berhasil membawa pulang medali perunggu setelah menempati peringkat ke-21.

    Koordinator Bina Talenta dan Prestasi SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Retno Indriyanti, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para murid atas perjuangan mereka dalam mengikuti kompetisi tersebut. Ia juga mengapresiasi peran guru pembimbing dan orang tua yang turut mendukung proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.

    “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian anak-anak hebat di ajang OSMJT Season 5 ini. Perolehan tiga emas, dua perak, satu perunggu, dan satu predikat merit merupakan buah dari kedisiplinan, ketekunan berlatih, serta sinergi yang kuat antara murid, pembimbing, dan orang tua,” tutur Retno Indriyanti.

    Menurut Retno, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga mencerminkan upaya pembinaan potensi akademik dan karakter murid yang dilakukan secara berkelanjutan. Pembinaan itu mencakup berbagai bidang, mulai dari sains dan bahasa hingga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

    Rangkaian OSMJT 5 Tahun 2026 telah berlangsung sejak Agustus melalui tahap pendaftaran. Seleksi tingkat kabupaten/kota dilaksanakan pada 10 September, dilanjutkan babak semifinal pada 24 September, hingga mencapai puncaknya pada babak final di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (10/10/2026).

    Keberhasilan meraih tujuh penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan. Para murid juga diharapkan tetap rendah hati, tekun belajar, serta berani mengikuti berbagai kompetisi untuk mengasah potensi diri.

    Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus memperkuat pembinaan talenta murid melalui latihan terarah, pendampingan guru, serta kolaborasi dengan orang tua agar potensi akademik dan karakter peserta didik berkembang secara seimbang. (Sofyan)


    Baca juga: DPC IWAPI Kota Surakarta Perkuat Transformasi Digital Ekonomi Perempuan, Nurainun Pimpin Periode 2026–2031

    Workshop menghadirkan Pradipta Faikar Hakim dari Elsevier South East Asia (Indonesia) sebagai narasumber.


    UPT Perpustakaan UNISRI Gelar Workshop ScienceDirect dan Penulisan Artikel Standar Scopus

    Solo - majalahlarise.com – UPT Perpustakaan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar workshop bertajuk “Akses Jurnal ScienceDirect dan Penulisan Artikel Standar Scopus” di Ruang Seminar Lantai 3, Gedung A UNISRI, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi informasi ilmiah serta mendorong produktivitas publikasi akademik yang berkualitas dan bereputasi internasional.

    Workshop tersebut diikuti 70 peserta yang terdiri dari pimpinan universitas, dekan, ketua program studi (kaprodi), perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) UNISRI, serta Duta Baca UNISRI.

    Kepala UPT Perpustakaan UNISRI, Widayanti Eka Putri, S.I.Pust., menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu langkah perpustakaan dalam mendukung peningkatan kualitas akademik di lingkungan kampus.

    “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya Perpustakaan dalam mendukung peningkatan kemampuan sivitas akademika dalam memperoleh dan memanfaatkan sumber informasi ilmiah yang berkualitas, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menghasilkan karya ilmiah dan publikasi yang memenuhi standar internasional,” ujarnya.

    Workshop menghadirkan Pradipta Faikar Hakim dari Elsevier South East Asia (Indonesia) sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai teknik penelusuran dan pemanfaatan jurnal ilmiah melalui ScienceDirect, termasuk strategi pencarian referensi yang efektif, manajemen sitasi, serta pemanfaatan berbagai fitur pendukung penelitian.

    Selain penguasaan sumber referensi ilmiah, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan artikel ilmiah sesuai dengan standar publikasi jurnal terindeks Scopus. Materi mencakup pemilihan topik penelitian, penyusunan struktur artikel menggunakan metode IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion), etika publikasi, hingga strategi meningkatkan peluang artikel diterima di jurnal bereputasi.

    Kegiatan tersebut dibuka Wakil Rektor I Bidang Akademik UNISRI, Ir. Saiful Bahri, Ph.D. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif UPT Perpustakaan yang menyelenggarakan kegiatan untuk memperkuat literasi informasi ilmiah sekaligus meningkatkan kemampuan publikasi sivitas akademika.

    “Penguasaan akses jurnal bereputasi seperti ScienceDirect dan kemampuan menulis artikel standar Scopus adalah kunci untuk meningkatkan daya saing dosen dan mahasiswa UNISRI di tingkat nasional dan internasional. Saya berharap workshop ini memberikan bekal nyata untuk meningkatkan jumlah publikasi UNISRI,” ungkap Ir. Saiful Bahri.

    Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan UNISRI berharap dosen dan mahasiswa semakin terampil dalam mengakses serta memanfaatkan sumber informasi digital untuk menunjang kegiatan pendidikan dan penelitian. Pemahaman mengenai teknik penelusuran referensi, penulisan artikel ilmiah, dan etika publikasi diharapkan dapat membantu sivitas akademika menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas.

    Workshop ini sekaligus menjadi langkah strategis UNISRI dalam membangun budaya akademik yang produktif, memperluas kontribusi penelitian, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi melalui publikasi ilmiah yang diakui di tingkat internasional. (Sofyan)


    Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani saat mengukuhkan pengurus Dewan Pengurus Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kota Surakarta periode 2026–2031.


    DPC IWAPI Kota Surakarta Perkuat Transformasi Digital Ekonomi Perempuan, Nurainun Pimpin Periode 2026–2031

    Surakarta - majalahlarise.com – Dewan Pengurus Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kota Surakarta menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Musdalub) Tahun 2026 yang dilanjutkan dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus periode 2026–2031 di Hotel Minoa, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus mendorong peran perempuan pengusaha dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.

    Mengusung tema "Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing usaha perempuan melalui kolaborasi, inovasi, digitalisasi, serta penguatan pemberdayaan ekonomi.

    Ketua Umum DPD IWAPI Jawa Tengah, Hj. Ning Wahyu, S.Sos., menjelaskan Musdalub perlu dilaksanakan agar roda organisasi IWAPI Kota Surakarta tetap berjalan di tengah kondisi ketua sebelumnya yang masih sakit. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menjaga keberlanjutan organisasi yang memiliki sejarah panjang tersebut sekaligus membawa manfaat lebih besar bagi para pengusaha perempuan.

    “Harapan saya, IWAPI Kota Surakarta semakin berkembang, semakin berdaya, dan menjadi wadah bagi para pengusaha perempuan untuk bertumbuh serta memperkuat usaha mereka,” ujarnya.


    Ning Wahyu berpesan kepada ketua terpilih agar membangun kekompakan dan kolaborasi antara ketua, pengurus, serta anggota. Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperkuat internal organisasi dengan mendengarkan aspirasi, masukan, dan keluhan anggota.

    Ia juga mendorong pengurus baru mengevaluasi kekurangan, menuntaskan program yang belum terlaksana, serta menyusun langkah kerja yang sesuai dengan kebutuhan anggota.

    “Yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah memperkuat internal organisasi. Dengarkan aspirasi anggota, rangkul semuanya, kemudian bersama-sama memperbaiki kekurangan dan melanjutkan program yang belum terlaksana,” jelasnya.

    Selain penguatan internal, Ning Wahyu mendorong penambahan anggota, khususnya dari kalangan generasi muda. Regenerasi dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus menghadirkan gagasan baru yang sesuai dengan perkembangan dunia usaha.

    Ia berharap IWAPI Kota Surakarta dapat menjadi contoh bagi organisasi IWAPI di wilayah Soloraya, meliputi Sragen, Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, dan daerah sekitarnya.

    “Saya berharap ketua terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik, merangkul seluruh anggota, serta mendapat dukungan penuh dari pengurus dan anggota. Dengan begitu, IWAPI Kota Surakarta semakin solid, maju, dan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan usaha perempuan,” ungkapnya.

    Ketua DPC IWAPI Kota Surakarta yang baru Nurainun, menyampaikan sejumlah visi dan misi untuk memajukan organisasi selama lima tahun ke depan. Salah satu prioritasnya adalah menambah anggota dari kalangan generasi muda yang memiliki potensi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.

    Menurutnya, keterlibatan generasi muda diperlukan agar IWAPI tetap berkembang, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi yang terus berubah.

    Selain regenerasi, Nurainun berencana mendorong kebangkitan usaha kecil dan menengah (UKM) milik anggota melalui kegiatan promosi dan pameran produk. Langkah tersebut akan dimulai dari lingkungan sekitar sebagai upaya memperkenalkan produk anggota sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

    “Kami ingin menambah anggota, terutama generasi muda yang memiliki potensi untuk melanjutkan organisasi ini. Kami juga akan mendorong UKM milik anggota agar semakin berkembang, salah satunya melalui kegiatan pameran untuk memperluas pemasaran produk,” paparnya.

    Nurainun juga berencana memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta melalui sinergi lintas sektor. Langkah awal akan dilakukan dengan mengadakan audiensi kepada wali kota atau wakil wali kota untuk membahas peluang kolaborasi dalam mendukung pengembangan usaha anggota.

    Perhatian terhadap fasilitas organisasi turut menjadi bagian dari agenda kepengurusan baru. Nurainun menyebut pemeliharaan gedung, perawatan fasilitas, serta upaya perbaikan atau renovasi bagian yang mengalami kerusakan perlu diperhatikan agar dapat menunjang kegiatan organisasi.

    Ia berharap seluruh anggota memberikan masukan dan saran sehingga program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan bersama.

    “Kami terbuka terhadap masukan dan saran dari seluruh anggota. Harapannya, melalui kebersamaan dan kerja sama, IWAPI Kota Surakarta semakin maju dan program-program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

    Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan pelantikan pengurus IWAPI bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat komitmen, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan kontribusi perempuan dalam dunia usaha.

    Ia mengajak seluruh anggota IWAPI DPC Kota Surakarta menjaga kekompakan, berbagi pengalaman, serta saling mendukung dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian kerakyatan, mulai dari sektor UMKM, kerajinan, kuliner, perdagangan hingga industri kreatif.

    Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, dan perluasan akses pasar agar usaha lokal mampu menghasilkan nilai tambah serta menjangkau konsumen yang lebih luas.

    Astrid juga mengajak pengurus baru memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkuat daya saing usaha. Digitalisasi dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas pemasaran, meningkatkan kualitas layanan, dan membuka peluang kemitraan bisnis.

    “Pengurus IWAPI periode 2026–2031 diharapkan mampu memanfaatkan peluang bonus demografi, memperkuat pemasaran digital, meningkatkan kualitas produk, menjaga konsistensi produksi, serta memperluas kemitraan bisnis,” ujarnya.

    Ia menjelaskan Pemerintah Kota Surakarta siap bersinergi dengan IWAPI melalui berbagai program pemberdayaan UMKM. Salah satunya melalui UMKM Center yang mendukung pengembangan branding, pemasaran, pengemasan, inovasi, dan digitalisasi usaha.

    Astrid berharap kolaborasi tersebut dapat membantu pelaku usaha perempuan meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pasar.

    Selain pengembangan ekonomi, ia mengingatkan pentingnya perhatian terhadap perlindungan hak-hak perempuan, pemberdayaan perempuan, dan ketahanan keluarga. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan keterampilan, komunikasi efektif, serta penguatan kemampuan pengasuhan anak.

    Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan anggota dan masyarakat, seperti terbukanya lapangan kerja serta meningkatnya kesejahteraan keluarga.

    “IWAPI diharapkan menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Surakarta dalam membangun ekosistem kewirausahaan perempuan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Pengurus yang baru dilantik hendaknya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kebersamaan, memperkuat organisasi, dan berorientasi pada hasil,” tuturnya.

    Astrid juga menyampaikan pesan agar perempuan pengusaha terus mengembangkan kemampuan dan tidak berhenti berinovasi di tengah perubahan zaman.

    “Perempuan berdaya, usia tidak boleh menjadi kendala, tetapi inovasi adalah kuncinya,” pesannya.

    Panitia Musdalub DPC IWAPI Kota Surakarta, Tri Apriina Wardhani, menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan atas instruksi DPD IWAPI Provinsi Jawa Tengah. Musdalub diikuti 70 peserta yang terdiri atas 60 anggota aktif dan 10 perwakilan ranting.

    Sementara itu, pelantikan direncanakan dihadiri sekitar 120 orang, termasuk 40 tamu undangan dari Pemerintah Kota Surakarta, organisasi, dan undangan khusus.

    Berdasarkan daftar kehadiran, panitia menyampaikan peserta telah memenuhi kuorum sehingga Musdalub dapat dinyatakan sah untuk dilaksanakan.

    Tri Apriina menjelaskan Musdalub bertujuan memilih dan menetapkan ketua DPC IWAPI Kota Surakarta yang baru sekaligus menyusun program kerja untuk memperkuat ekonomi dan pemberdayaan perempuan pengusaha di Kota Surakarta.

    Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta meningkatkan sinergi antara anggota dan ranting agar organisasi dapat bergerak lebih solid dalam mendukung perkembangan usaha perempuan.

    Ia menambahkan seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari swadaya dan kemandirian keluarga besar DPC IWAPI Kota Surakarta. Panitia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama penyelenggaraan kegiatan.

    Melalui kepengurusan periode 2026–2031, IWAPI Kota Surakarta diharapkan semakin memperkuat regenerasi, memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan sektor usaha, serta mempercepat transformasi digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun perempuan pengusaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045. (Sofyan)


    Baca juga: Sosialisasi Pengelolaan Sampah, Dwi Jatmiko Kenalkan Wayang Daur Ulang untuk Cegah Kerusakan Lingkungan

    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UNISRI, Dr. Joko Pramono, S.Sos., M.Si., hadir mengunjungi tenant.


    EXPERIA 2026 Jadi Wadah Nyata Kewirausahaan Mahasiswa Manajemen UNISRI

    SOLO – majalahlarise.com – Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali menggelar EXPERIA (Economic Entrepreneurship Experience), Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu kewirausahaan secara langsung, mulai dari proses produksi, pengemasan produk, hingga pemasaran kepada konsumen.

    EXPERIA 2026 diikuti 12 tenant yang dikelola mahasiswa Program Studi Manajemen semester 5 hingga semester 7. Beragam produk kreatif ditawarkan dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UNISRI tersebut, mulai dari makanan ringan, makanan berat, aneka minuman kekinian, aksesoris, hingga buket bunga.

    Koordinator Acara EXPERIA, Fauzi Muhammad Zaky, menjelaskan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman berwirausaha secara langsung kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi Manajemen.

    “Tujuan EXPERIA adalah menjadi sarana atau wadah nyata bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kewirausahaan, terkhusus Prodi Manajemen. Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga merasakan langsung bagaimana mengelola usaha, dari produksi hingga pemasaran,” ujar Fauzi.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, menguji ide bisnis, serta belajar menawarkan produk kepada konsumen. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membangun mental wirausaha dan memahami tantangan dalam menjalankan usaha secara langsung.

    Keberagaman produk yang ditampilkan oleh 12 tenant juga memperlihatkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan peluang bisnis. Mulai dari sektor kuliner hingga produk aksesori dan buket bunga, setiap tenant berupaya menghadirkan produk dengan karakteristik serta daya tarik masing-masing.

    Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pimpinan universitas. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UNISRI, Dr. Joko Pramono, S.Sos., M.Si., yang hadir mengunjungi tenant, mengaku senang melihat semangat dan kreativitas mahasiswa dalam menjalankan usaha.

    “Saya sangat senang saat mengunjungi tenant-tenant EXPERIA. Produknya beragam, kemasannya menarik, dan mahasiswa sangat percaya diri dalam menjelaskan produknya. Ini adalah implementasi nyata dari pembelajaran kewirausahaan yang harus terus didukung,” ungkap Dr. Joko.

    Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan dalam merancang dan menjalankan usaha. Selain menghasilkan produk yang menarik, mahasiswa juga belajar membangun komunikasi dengan konsumen, mempromosikan produk, serta memahami pentingnya pelayanan dalam kegiatan bisnis.

    Fauzi berharap EXPERIA dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan Program Studi Manajemen FEB UNISRI.

    “Harapan kami event EXPERIA ini menjadi event tahunan bagi Prodi Manajemen untuk terus menjadi wadah bagi mahasiswa manajemen dalam mengembangkan jiwa entrepreneur,” tuturnya.

    Melalui EXPERIA 2026, Program Studi Manajemen FEB UNISRI berupaya memperkuat pembelajaran kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pengalaman praktik. Kegiatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan kreativitas, keberanian mengambil peluang, serta kemampuan mengelola usaha.

    Dengan demikian, lulusan UNISRI diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.(Sofyan)


    Baca juga: Lewat Beragam Benda Unik, Mahasiswa DKV ISI Surakarta Asah Keterampilan Menggambar Dasar

⬆
Top