Rusmiyah Pimpin DPC GWS Kota Surakarta 2026–2031, Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Print Friendly and PDF

Dra. Rusmiyah, M.Si memimpin DPC GWS Kota Surakarta periode 2026-2031.


Rusmiyah Pimpin DPC GWS Kota Surakarta 2026–2031, Perkuat Pemberdayaan Perempuan

SURAKARTA – majalahlarise.com - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Wanita Sejahtera (DPC GWS) Kota Surakarta menggelar pelantikan dan pengukuhan ketua serta pengurus periode 2026–2031 di Kusuma Sahid Prince Hotel, Jumat (16/10/2026). Mengusung tema “Women Support Women, Kebersamaan, Kemandirian, Pengabdian Wanita untuk Mewujudkan Organisasi GWS yang Solid, Peduli, dan Bermanfaat untuk Masyarakat”, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat solidaritas perempuan, meningkatkan kemandirian, serta memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dra. Rusmiyah, M.Si yang dipercaya memimpin DPC GWS Kota Surakarta menyampaikan, jabatan ketua merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar untuk membangkitkan organisasi agar semakin dikenal masyarakat luas. Ia menyebut GWS sebagai organisasi berskala nasional yang telah berdiri selama puluhan tahun, diperkirakan mencapai 45 hingga 50 tahun berdasarkan sejarahnya.

“Bagi saya, terpilih sebagai ketua GWS merupakan amanah yang besar. Ada tugas berat untuk mengangkat GWS agar lebih dikenal masyarakat. Saya memiliki semangat untuk menghidupkan kembali organisasi ini bersama 27 pengurus yang telah bergabung,” ungkap Rusmiyah.

Menurutnya, GWS membawa semangat women support women, yakni perempuan saling mendukung, menguatkan, dan membantu agar mampu berdaya guna serta memberikan manfaat bagi orang lain. Semangat tersebut menjadi landasan bagi pengurus dalam menyusun program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas anggota dan pemberdayaan perempuan.

Pada tahap awal kepemimpinannya, Rusmiyah memprioritaskan program capacity buildingatau peningkatan kapasitas anggota. Program ini mencakup penguatan kemampuan administrasi, pengelolaan keuangan melalui pembukuan sederhana, serta pemahaman etika berorganisasi.

Ia menjelaskan, penguatan kemampuan dasar tersebut penting untuk membangun fondasi organisasi yang kokoh. Dengan pemahaman yang baik mengenai administrasi, keuangan, dan etika berorganisasi, setiap anggota diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya serta bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Rusmiyah juga berharap seluruh pengurus dapat terlibat aktif dan membangun solidaritas dalam menjalankan roda organisasi. Ia mengibaratkan GWS sebagai sebuah perahu yang membutuhkan kerja sama seluruh awak agar dapat berlayar menuju tujuan.

“Organisasi ini ibarat sebuah perahu. Saya sebagai nakhoda harus bisa menyusun perencanaan dan melakukan evaluasi. Namun, untuk menjalankan program, diperlukan kerja nyata dan sinergi seluruh pengurus. Kita harus bergerak bersama agar GWS semakin solid dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPW GWS Jawa Tengah, Hj. Dina Ali Hanafia, dalam sambutannya seusai melantik dan mengukuhkan pengurus DPC GWS Kota Surakarta meminta ketua terpilih segera membentuk kepengurusan hingga tingkat ranting. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan organisasi sekaligus menghidupkan kegiatan GWS di tengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas pengabdian yang telah diberikan. Kepengurusan baru diharapkan dapat melanjutkan hal-hal positif sekaligus menghadirkan program yang lebih aktif, terarah, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dina mendorong DPC GWS Kota Surakarta membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya instansi yang menangani pemberdayaan perempuan. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah dapat membuka peluang pelaksanaan program yang lebih luas, sebagaimana telah dilakukan GWS di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.

“Ketua yang baru dilantik saya harapkan segera membentuk kepengurusan sampai tingkat ranting. Organisasi harus bergerak dan hadir di tengah masyarakat. Kami juga berharap GWS Kota Surakarta dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, terutama instansi yang menangani pemberdayaan perempuan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, GWS merupakan organisasi sosial yang menjalankan kegiatan secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan dana dari DPP maupun pihak lain. Karena itu, kesederhanaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial perlu menjadi prinsip dalam menjalankan organisasi.

Menurut Dina, GWS memiliki peran strategis dalam membantu perempuan, khususnya di tingkat akar rumput, agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan keterampilan. Pemberdayaan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha serta membantu meningkatkan perekonomian keluarga, termasuk bagi perempuan yang menjalankan aktivitas produktif dari rumah.

Lebih lanjut, ia meminta pengurus DPC GWS Kota Surakarta segera menyusun dan menjalankan program kerja, membentuk ranting di tingkat kecamatan, serta mengadakan pelatihan yang bermanfaat bagi masyarakat. DPW GWS Jawa Tengah juga membuka peluang koordinasi untuk mendukung kegiatan melalui penyediaan narasumber maupun pendampingan program.

Dina berharap kepengurusan baru tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan program nyata dan berkelanjutan. Melalui kegiatan yang terarah, GWS diharapkan semakin dipercaya pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memperluas kontribusinya dalam pemberdayaan perempuan serta penguatan ekonomi keluarga.

Pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC GWS Kota Surakarta periode 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun organisasi yang solid, mandiri, dan peduli. Dengan semangat women support women, GWS diharapkan menjadi ruang bagi perempuan untuk saling mendukung, mengembangkan potensi, serta berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Sofyan)



Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top