Tanggap, Sigap, Berani Bicara! Mahasiswa UNISRI Edukasi Mitigasi Bencana di SDN 2 Sruni Boyolali

Print Friendly and PDF

Lewat konsep sosialisasi berbasis praktik dan peran reporter cilik, siswa belajar mengamati gejala alam sekaligus mampu menceritakannya kembali secara jelas dan percaya diri.


Tanggap, Sigap, Berani Bicara! Mahasiswa UNISRI Edukasi Mitigasi Bencana di SDN 2 Sruni Boyolali

BOYOLALI – majalahlarise.com – Meningkatkan kesadaran mitigasi bencana sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun generasi yang tangguh menghadapi potensi bencana alam. Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengajak siswa SDN 2 Sruni, Boyolali, belajar mengenali potensi bencana Gunung Merapi melalui kegiatan edukatif bertema “Tanggap Bencana, Sigap Semua, Berani Bicara”, Senin (13/10).

Kegiatan yang diikuti 36 siswa tersebut dipimpin Diva Restu Fadilah bersama empat anggota tim, yakni Wiwit Kurnia Sari, Aisyah Kurnianti, Ahmad Fauzan, dan Fatwa Aziz Al Hafiz. Mahasiswa semester 3 ini memadukan sosialisasi interaktif dengan pembelajaran berbasis pengalaman atau experience learning agar materi mitigasi bencana lebih mudah dipahami anak-anak.

Berada di kawasan rawan bencana Gunung Merapi, siswa SDN 2 Sruni perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan erupsi. Melalui kegiatan ini, para siswa dikenalkan dengan gejala alam yang perlu diwaspadai, pentingnya mengikuti arahan guru dan petugas, serta cara menyampaikan informasi ketika melihat kondisi yang berpotensi membahayakan.

Kepala SDN 2 Sruni, Nur Absah Nirwana, S.Pd., menyambut positif kegiatan yang diinisiasi mahasiswa UNISRI tersebut. Menurutnya, edukasi mitigasi bencana sangat dibutuhkan anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan potensi ancaman bencana alam.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian mahasiswa UNISRI. Edukasi ini sangat krusial bagi anak-anak kami yang tinggal di kawasan rawan bencana. Dengan penyampaian yang interaktif, anak-anak tidak hanya belajar tentang keselamatan, tetapi juga makin berani dan percaya diri,” ungkapnya.

Dukungan juga disampaikan guru SDN 2 Sruni, Dwi Harsono, S.Pd. Ia berharap kegiatan pengabdian masyarakat yang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa tersebut dapat terus berlanjut. Dengan demikian, pengetahuan mengenai kesiapsiagaan bencana dapat ditanamkan secara bertahap dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Sementara itu, Diva Restu Fadilah selaku perwakilan tim mahasiswa menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang dengan menggabungkan pengetahuan mitigasi bencana dan keterampilan jurnalistik. Pendekatan ini diharapkan membuat siswa tidak hanya memahami informasi keselamatan, tetapi juga mampu mengamati keadaan di sekitarnya dan menyampaikan informasi secara tepat.

“Kami ingin mengubah kesan mitigasi bencana yang kaku menjadi aktivitas yang mudah dipahami. Lewat konsep sosialisasi berbasis praktik dan peran reporter cilik, siswa belajar mengamati gejala alam sekaligus mampu menceritakannya kembali secara jelas dan percaya diri,” jelas Diva.

Konsep reporter cilik menjadi salah satu pendekatan kreatif dalam kegiatan tersebut. Melalui pengenalan peran sebagai penyampai informasi, siswa didorong untuk berani berbicara, mengungkapkan hasil pengamatan, serta menyampaikan informasi yang mereka ketahui dengan bahasa yang jelas. Keterampilan ini diharapkan membantu anak-anak memahami pentingnya komunikasi ketika menghadapi situasi darurat.

Sepanjang kegiatan, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian pembelajaran. Mereka terlibat aktif dalam sosialisasi dan praktik yang diberikan oleh tim mahasiswa. Para siswa juga menyampaikan harapan agar kegiatan edukatif yang menyenangkan seperti ini dapat kembali diselenggarakan pada kesempatan mendatang.

Program pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa UNISRI dan SDN 2 Sruni menunjukkan pentingnya sinergi perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan dasar dalam memperluas pemahaman mitigasi bencana.

Melalui pendekatan yang komunikatif dan partisipatif, mahasiswa UNISRI berupaya menanamkan tiga nilai penting kepada siswa, yakni tanggap dalam mengenali potensi bahaya, sigap dalam merespons situasi, serta berani berbicara untuk menyampaikan informasi. Pembekalan sejak dini ini diharapkan mendukung terbentuknya generasi yang lebih siap menghadapi risiko bencana sekaligus memiliki kecakapan literasi dan komunikasi.(Sofyan)


Baca juga: Yan Vellia Lanjutkan Usaha Teh DK, Bisnis yang Berawal dari Kebiasaan Minum Teh Bersama Didi Kempot


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top