Siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo Ikuti Outing Class ke Bali, Perkuat Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Print Friendly and PDF


Siswa dan guru pendamping saat kegiatan outing class.

Siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo Ikuti Outing Class ke Bali, Perkuat Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Sukoharjo - majalahlarise.com – Sebanyak 171 siswa kelas XI SMA Veteran 1 Sukoharjo mengikuti kegiatan outing class ke Bali selama lima hari, mulai Senin, 12 Oktober, hingga Jumat pagi, 16 Oktober. Kegiatan rutin tahunan sekolah ini bertujuan memperluas wawasan siswa melalui pembelajaran langsung di lapangan, mengenal sejarah dan kebudayaan, serta melatih keterampilan mengumpulkan dan mengolah data sebagai bahan penyusunan karya tulis ilmiah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Veteran 1 Sukoharjo, Drs. Sukino, menjelaskan outing class menjadi salah satu sarana pembelajaran berbasis pengalaman yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati secara langsung berbagai objek sesuai materi pembelajaran.

“Outing class ini merupakan program rutin tahunan sekolah yang diikuti siswa kelas XI. Tujuannya memperluas pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran melalui pengamatan langsung di lapangan. Selain itu, kegiatan ini menjadi latihan bagi siswa dalam mengumpulkan dan mengolah data untuk menyusun karya tulis ilmiah,” jelas Sukino.


Selama kegiatan berlangsung, siswa mendapatkan pendampingan dari bapak dan ibu wali kelas. Para guru bertugas membimbing siswa dalam proses pengumpulan data, melakukan pengamatan terhadap objek yang dikunjungi, hingga mengolah informasi sebagai bahan penyusunan karya tulis. Dengan demikian, kegiatan di luar kelas tidak hanya menjadi pengalaman wisata, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran yang terarah.

Sukino menambahkan, outing class juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih dekat sejarah, budaya, dan adat istiadat masyarakat Bali. Berbagai aspek kehidupan masyarakat menjadi bahan pembelajaran, mulai dari nilai-nilai religi, seni lukis, seni tari, hingga tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat setempat.

Melalui pengamatan langsung, siswa diajak memahami keberagaman budaya Indonesia sekaligus mengenali perbedaan lingkungan sosial antara masyarakat Bali dan Jawa. Perbedaan adat istiadat serta penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian dari pengalaman yang dapat memperkaya pengetahuan dan membangun sikap saling menghargai.


Sejumlah destinasi dipilih untuk menunjang tujuan pembelajaran tersebut. Rombongan mengunjungi Istana Kepresidenan Tampaksiring untuk mengenal nilai sejarah, serta Garuda Wisnu Kencana (GWK) untuk mempelajari seni dan kebudayaan Bali. Siswa juga mengunjungi Pantai Pandawa dan Pantai Kuta guna mengamati lingkungan alam dan potensi wisata daerah.

Selain destinasi sejarah, budaya, dan alam, siswa diajak mengunjungi pusat perbelanjaan untuk mengamati aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat setempat. Pengalaman tersebut diharapkan membantu siswa memahami berbagai aspek kehidupan masyarakat secara lebih nyata, sekaligus menjadi bahan pengamatan yang dapat dikembangkan dalam karya tulis ilmiah.

Dalam pelaksanaannya, rombongan menggunakan empat bus dengan dukungan biro perjalanan Puspita Tour. Kerja sama dengan biro perjalanan tersebut telah terjalin sejak SMA Veteran 1 Sukoharjo berdiri. Selama lima hari kegiatan, perjalanan rombongan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Kegiatan outing class ini menjadi bagian dari program pendidikan SMA Veteran 1 Sukoharjo yang mendapat dukungan Kepala Sekolah Koyem, S.Pd., M.Si. Sekolah berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan wawasan siswa, mengembangkan keterampilan penelitian sederhana, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam di luar lingkungan sekolah.

Kebersamaan selama perjalanan juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempererat hubungan antarteman, membangun kerja sama, dan belajar bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok. 

"Dengan pendampingan guru, pengalaman selama outing class diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memahami keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia," tuturnya. (Sofyan)


Baca juga: Komunitas Diklisa dan Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa Luncurkan Gerakan Literasi Nusantara (GLN) untuk Tingkatkan Kompetensi Literasi bagi Mahasiswa, Guru, Dosen, Penggiat Literasi, dan Masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah Berbasis Literasi Kasus dan Proyek Nusantara


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top