Kelas VI A SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Parenting Harmoni, Perkuat Peran Orang Tua dalam Pengasuhan Anak

Print Friendly and PDF



Kelas VI A SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Parenting Harmoni, Perkuat Peran Orang Tua dalam Pengasuhan Anak

Boyolali – majalahlarise.com – Paguyuban Wali Murid Kelas VI A SD Muhammadiyah PK Banyudono mengadakan kegiatan Parenting Harmoni untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Paguyuban, Dyah Retnaningsih, Sabtu (24/10/2026), menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, sekaligus belajar bersama tentang pola pengasuhan yang penuh kasih dan keteladanan.

Kegiatan rutin tiga bulanan tersebut menghadirkan Lilik Kurniawan sebagai narasumber dengan materi “Parenting Harmoni: Seni Mengasuh Jiwa”. Materi ini mengajak para orang tua, khususnya ayah, untuk memahami pentingnya keterlibatan dalam pengasuhan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter dan mempersiapkan masa depan anak.

Dalam pemaparannya, Lilik menjelaskan parenting harmoni merupakan seni mengasuh jiwa yang dimulai dari kesediaan orang tua memahami dan merawat diri sendiri. Orang tua perlu membangun ketenangan dalam dirinya agar mampu menghadirkan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kasih bagi anak.

Pengasuhan, menurut materi yang disampaikan, tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan materi. Anak juga membutuhkan perhatian, keteladanan, kasih sayang, serta kedekatan emosional yang membuat mereka merasa diterima dan dihargai dalam keluarga.


Salah satu pembahasan yang menarik perhatian peserta adalah pentingnya ayah belajar tentang parenting. Ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mendampingi pertumbuhan anak, menunjukkan kasih sayang secara nyata, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Ayah juga perlu belajar bersikap tegas dengan penuh kasih sayang, berbagi tanggung jawab pengasuhan bersama ibu, dan terus bertumbuh bersama anak. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membangun hubungan emosional yang kuat sekaligus membantu anak berkembang menjadi pribadi yang percaya diri dan berkarakter.

Selain itu, orang tua diajak menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk bercerita. Mendengarkan tanpa menghakimi, menyediakan waktu untuk berbincang, memberi kesempatan anak menyampaikan pendapat, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan dengan kasih sayang menjadi bagian penting dalam proses pengasuhan.

Pendekatan tersebut mengingatkan orang tua untuk tidak hanya berfokus pada perilaku anak, tetapi juga memahami perasaan, kebutuhan, dan pengalaman yang melatarbelakanginya. Dengan demikian, komunikasi dalam keluarga dapat terbangun lebih terbuka dan hubungan antara orang tua dengan anak semakin erat.

Pesan yang mengemuka dalam kegiatan ini adalah anak tidak sekadar membutuhkan orang tua yang hadir secara fisik, tetapi juga kehadiran hati melalui perhatian, kesediaan mendengar, dan pendampingan yang konsisten. Lingkungan keluarga yang penuh kasih diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya anak-anak yang tangguh, percaya diri, dan memiliki karakter positif.

Ketua Paguyuban Wali Murid Kelas VI A, Dyah Retnaningsih, menjadi tuan rumah dalam kegiatan tersebut. Pertemuan rutin tiga bulanan ini diharapkan semakin mempererat kebersamaan para wali murid sekaligus membangun kesamaan visi dalam mendampingi anak-anak, khususnya saat memasuki tahap penting perjalanan pendidikan di kelas VI.

Sementara itu, Wali Kelas VI A, Putri Endriastuti, S.Pd., bersama pihak sekolah terus mendorong terjalinnya kolaborasi dengan orang tua. Pendampingan anak diharapkan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga berlanjut di lingkungan keluarga melalui komunikasi, pembiasaan positif, dan keteladanan sehari-hari.

Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan demi kebaikan dan kesuksesan anak-anak.

Melalui Parenting Harmoni, keluarga dan sekolah diharapkan semakin menyadari pentingnya kerja sama dalam mendidik anak. Sekolah memberikan penguatan melalui proses pembelajaran, sedangkan keluarga menumbuhkan nilai-nilai kehidupan melalui pengasuhan di rumah.

Sinergi kedua lingkungan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kematangan emosional, kepedulian, dan karakter yang kuat. Dengan mengasuh jiwa melalui kasih sayang dan keteladanan, orang tua dan sekolah turut mempersiapkan anak-anak menjadi generasi penerus sekaligus calon pemimpin bangsa. (Sofyan)


Baca juga: Produk YPPP Veteran dan Univet Bantara Tembus Pasar Nasional dan Internasional di TEI 2026 dan Pangan Nusa


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top