Workshop UMKM Soloraya Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar

Print Friendly and PDF

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan workshop tersebut relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM di tengah perkembangan ekosistem digital.


Workshop UMKM Soloraya Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar

Surakarta - majalahlarise.com - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Soloraya mengikuti Workshop UMKM bertajuk Transformasi Digital Marketing dengan AI yang digelar Kerabat UMKM Soloraya bersama Astra Credit Companies (ACC) di Pendopo Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan workshop tersebut relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM di tengah perkembangan ekosistem digital. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi perlu diiringi kewaspadaan terhadap berbagai risiko di lingkungan usaha, termasuk potensi kebakaran, khususnya saat musim kemarau.

“Pelaku UMKM perlu terus meningkatkan keterampilan menghadapi perkembangan digital. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap sumber api di rumah maupun tempat usaha juga penting, terutama saat musim kemarau,” ujar Astrid.


Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Astrid, mengapresiasi kolaborasi ACC melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bersama komunitas UMKM. Edukasi dan peningkatan kapasitas tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha beradaptasi, meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Dalam workshop, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan bisnis. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari ide konten, menyusun strategi promosi, menentukan kalimat pemasaran, membuat caption, membaca tren pasar, hingga memahami karakter konsumen berdasarkan wilayah, usia, gender, dan segmen pasar.

Pelaku UMKM juga diingatkan tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Merek, karakter produk, pemahaman terhadap konsumen, serta kehadiran di media sosial, marketplace, dan toko digital menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pemasaran. Pemerintah Kota Surakarta menegaskan AI sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas dan karakter pelaku usaha.

Kekuatan UMKM, menurut Astrid, tetap terletak pada cerita, keunikan produk, dan karakter pemilik usaha. Teknologi kemudian digunakan untuk memperkuat potensi tersebut sehingga produk lokal semakin mudah dikenal dan memiliki daya saing lebih luas.


Ketua Kerabat UMKM Soloraya, Joko Purnomo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk belajar dan membangun kolaborasi. Kegiatan itu juga merupakan tindak lanjut dari fasilitasi ASI Astra dan Kecamatan Pasar Kliwon.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada acara hari ini. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut secara berkelanjutan melalui kegiatan belajar dan sosialisasi bersama,” kata Joko.

Selain mengikuti materi, peserta dapat melihat berbagai produk UMKM yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Sejumlah produk bahkan baru diketahui peserta berasal dari Kota Solo dan wilayah sekitarnya. Joko berharap kegiatan tersebut memberikan dampak nyata, terutama terhadap peningkatan penjualan, perluasan pemasaran, penambahan tenaga kerja, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surakarta dan wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Tri Anggoro dari Astra Credit Companies menyampaikan materi mengenai literasi keuangan dan peran pembiayaan dalam mendukung kegiatan ekonomi serta pengembangan usaha. Pembiayaan dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh barang atau sarana yang dibutuhkan sekaligus mendukung pengembangan sektor pertanian dan industri.

Dalam pemaparannya, Tri juga mengenalkan lembaga pembiayaan yang telah berdiri sejak 15 Juni 1982 dan memiliki jaringan layanan luas. Fasilitas pembiayaan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk peralatan berat dan pengembangan usaha masyarakat. Menurutnya, skema pembiayaan perlu dikelola secara tepat agar dukungan terhadap kegiatan ekonomi dapat berjalan berkelanjutan.

Selain pembiayaan, akses terhadap informasi yang jelas, terkini, dan mudah diperoleh juga menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha. Informasi tersebut dapat membantu pelaku usaha memahami berbagai kendala serta peluang pengembangan, termasuk pada sektor pertanian dan industri.

Materi utama mengenai Digital Marketing dengan AI disampaikan Marcell Radiktya. Ia menjelaskan AI tidak menggantikan manusia, tetapi berperan sebagai asisten yang hasilnya sangat bergantung pada kemampuan pengguna dalam memberikan perintah atau prompting.

“AI itu tidak menggantikan kita sebagai manusia. Justru kecerdasan AI sangat dibutuhkan bersama kecerdasan kita. Semakin sering kita berlatih menggunakan AI, semakin optimal hasil yang kita dapatkan,” jelas Marcell.

Menurut Marcell, AI dapat membantu berbagai pekerjaan bisnis, mulai dari membuat naskah, storyboard, hingga menghasilkan konten video. Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung pemasaran melalui media sosial, termasuk pembuatan konten dalam jumlah besar untuk TikTok Shop maupun aktivitas affiliate.

Ia mengibaratkan bisnis seperti meja dengan empat kaki, yakni marketing, sales, operation, dan finance. Keempat fungsi tersebut berdiri di atas business foundation serta ditopang team culture. Marketing berperan menciptakan traffic dan mengenalkan produk kepada calon konsumen, sedangkan sales mengubah traffic menjadi penjualan.

Pada sisi operasional, AI dapat membantu membuat template alur kerja, pengelolaan stok hingga fulfillment. Sementara dalam bidang keuangan, AI dapat membantu pencatatan dan pengelolaan arus keuangan secara lebih otomatis.

Marcell juga mengingatkan pelaku usaha memperkuat business foundation berupa belief, mindset, kemauan belajar, semangat, dan sikap pantang menyerah. Setelah bisnis berjalan, AI dapat dimanfaatkan untuk menyusun Standard Operating Procedure (SOP) dan Key Performance Indicator (KPI), sehingga pekerjaan dapat distandardisasi, diukur, dan diduplikasi oleh tim.

Melalui workshop tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memahami AI sebagai alat pembuat konten, tetapi mampu memanfaatkannya untuk mendukung berbagai aspek bisnis. Kolaborasi pemerintah, ACC, dan komunitas UMKM diharapkan terus berkembang sehingga UMKM Soloraya semakin adaptif, kompetitif, mampu memperluas pasar, dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. (Sofyan)


Baca juga: Tim PPK Ormawa DKV ISI Surakarta Produksi Video Dokumenter Sejarah Kampoeng Batik Laweyan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top