Tim PPK Ormawa DKV ISI Surakarta Produksi Video Dokumenter Sejarah Kampoeng Batik Laweyan

Print Friendly and PDF



Tim PPK Ormawa DKV ISI Surakarta Produksi Video Dokumenter Sejarah Kampoeng Batik Laweyan

SURAKARTA – majalahlarise.com - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMA DKV ISI Surakarta memproduksi video dokumenter sebagai upaya mengarsipkan memori sejarah dan budaya warga Kampoeng Batik Laweyan. Kegiatan produksi dokumenter tersebut dilaksanakan secara bertahap pada 16–24 Juli 2026 dengan melibatkan mahasiswa, dosen pembimbing, serta warga setempat.

Produksi dokumenter dipimpin Fajar Haditiya Nugraha dan Tasya Putri Wardhana selaku penanggung jawab tim dokumentasi PPK. Kegiatan juga melibatkan seluruh anggota tim, Bagus Kafabik sebagai volunteer, serta Insan Ilmiawan dari HIMA DKV ISI Surakarta.

Dalam proses produksi, tim didampingi Ipung Kurniawan selaku dosen pembimbing. Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya, yakni Ndalem Jimatan, Bunker Setono, Butulan di Masjid Laweyan, serta Langgar Merdeka. Setiap lokasi menjadi bagian penting dalam upaya merekam kembali jejak sejarah Laweyan melalui medium audiovisual.

Selain pengambilan gambar, tim melakukan wawancara dengan narasumber dan mengumpulkan dokumentasi pendukung. Seluruh proses produksi mengacu pada naskah yang telah disiapkan sebelumnya sehingga pengambilan gambar dan wawancara dapat berlangsung secara terarah. Keterlibatan warga juga menjadi bagian penting untuk menghadirkan perspektif masyarakat dalam dokumentasi sejarah Kampoeng Batik Laweyan.

Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL), Alpha Febela Priyatmono, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa tersebut. Menurutnya, dokumentasi sejarah menjadi langkah penting untuk menjaga keberadaan cerita dan memori masyarakat Laweyan di tengah perkembangan zaman.

“Sejarah Kampoeng Batik Laweyan perlu terus didokumentasikan agar tidak hilang ditelan zaman. Saya mengapresiasi semangat tim mahasiswa PPK Ormawa yang mau terjun langsung ke lapangan untuk mengangkat kembali cerita-cerita bersejarah yang selama ini hanya diketahui masyarakat sekitar,” ujar Alpha.

Sementara itu, Fajar Haditiya Nugraha menjelaskan, kegiatan produksi video dokumenter tersebut tidak sekadar menghasilkan karya audiovisual, tetapi juga menjadi upaya untuk merekam sejarah Laweyan yang memiliki kekayaan seni, budaya, dan tradisi.

“Tujuan kegiatan ini untuk mendokumentasikan sejarah Laweyan yang penuh dengan narasi seni, budaya, dan tradisi. Kami ingin cerita-cerita tersebut dapat terdokumentasikan dengan baik sehingga bisa menjadi arsip digital dan dapat dikenali oleh generasi mendatang,” jelas Fajar.

Melalui produksi video dokumenter ini, Tim PPK Ormawa HIMA DKV ISI Surakarta berharap arsip digital yang dihasilkan dapat menjadi media edukasi sekaligus sarana mengenalkan sejarah dan budaya Kampoeng Batik Laweyan kepada masyarakat yang lebih luas. Dokumentasi audiovisual tersebut diharapkan turut menjaga kesinambungan memori sejarah warga Laweyan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital. (Sofyan)


Baca juga: Univet Bantara Raih Juara III Tenis LLDIKTI Jateng, Perkuat Kolaborasi PTS


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top