Problematika dan Solusi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Era Digital

Print Friendly and PDF

Problematika dan Solusi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Era Digital


Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.

Guru Besar Bidang Pragmatik dan Pembelajaran Pragmatik

Dosen PBSI FKIP UNS, Pendiri dan Penggiat Literasi Arfzh Ratulisa, serta Komunitas DIKLISA

Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa


Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.



"Kawan, bergerak dan berinovasi untuk menemukan solusi bagi multigenerasi NKRI merupakan komitmen yang mulia sepanjang masa”


      Alhamdulillah, segala puji syukur hanya untuk Allah SWT. Dengan segala nikmat dan karunia-Nya akhirnya Buku Diklisa#5 yang berjudul Problematika dan Solusi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Era Digital telah terbit dalam rangka ulang tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 dan Gerakan Literasi Komunitas Diklisa (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) untuk terus berkarya, berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang masa. Komunitas DIKLISA didirikan dan diluncurkan oleh Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S.,M.Hum. pada Jumat, 2 Mei 2025 untuk seluruh Masyarakat NKRI dengan visi “Merajut silaturahmi, berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca), berbagi ilmu untuk kemaslahatan umat sepanjang hayat.” Dengan demikian, keluarga besar DIKLISA akan terus bergerak dan menggerakkan semangat multigenrasi NKRI untuk terus berliterasi dengan Ratulisa sepanjang masa. 

       Pembelajaran bahasa Indonesia pada jenjang sekolah dasar, menengah, dan tinggi memiliki aneka permasalahan yang beragam. Hal ini dapat diidentifikasi pada sumber daya guru dan dosennya, murid atau mahasiswa, media pembelajaran, model pembelajaran, sumber literasi digital dan nondigital, sarana prasana, dan lingkungan pembelajaran. Oleh karena itu, proses belajar dan membelajarkan diri untuk menguasai kompetensi hardskill dan softskill bidang bahasa dan sastra Indonesia perlu diperkaya dengan metode pembelajaran berbasis kasus, dan berbasis proyek. Hal ini dalam rangka untuk memperkaya reportoar bahasa, kasus, dan proyek yang dimiliki murid, mahasiswa, guru, dan dosen era digital. Aneka hal permasalahan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang dapat diidentifikasi keunggulan, kelemahan, aneka pembelajaran berbasis kasus, dan proyek-proyeknya harus dapat dijadikan sumber literasi bagi para pembelajar bahasa dan sastra Indonesia, baik secara mikro maupun makro dalam multikonteks pembelajaran.

       Perkembangan teknologi yang begitu pesat mengikuti perkembangan zaman harus terus diikuti dengan langkah cerdas untuk sosialisasi dan mengedukasi kepada murid, mahasiswa, guru, dan dosen era digital secara berkelanjutan. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap perkembangan dan peningkatan sumber daya guru dan dosen era digital yang dimiliki. Upaya pembekalan keterampilan abad xxi: berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif harus terus diberikan secara bertahap dan menyeluruh. Penguatan enam literasi dasar bagi murid, mahasiswa, guru, dan dosen era digital sangat diperlukan sebagai langkah strategis dan mitigasi untuk peningkatan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia era digital secara komprehensif dan berkelanjutan. Enam literasi dasar tersebut antara lain, literasi: menulis dan membaca, numerik, digital, keuangan, sains, dan budaya & kewargaan yang harus diajarkan, dipahami, dan diimplementasikan kepada seluruh Masyarakat NKRI. 

       Akhirnya, selamat dan sukses atas diterbitkan buku DIKLISA#5 yang dihasilkan oleh Komunitas DIKLISA sebagai wujud komitmen untuk terus bersilaturahmi, berliterasi dengan Ratulisa, dan berbagi ilmu untuk kemaslahatan umat sepanjang hayat. Selamat membaca, memahami, dan mengamalkan ilmu yang bermanfaat dalam Buku Diklisa#5 yang ada di tangan Bapak dan Ibu pembaca yang budiman. Sampai jumpa dalam karya nyata Komunitas DIKLISA pada Buku DIKLISA#6 yang akan datang.

“Bergerak dan menggerakkan semangat belajar dan berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca) bersama Komunitas DIKLISA (Dilaog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) menjadi keniscayaan yang harus dilaksanakan secara bertahap dan komprehensif”

“Tulisan ini merupakan pengantar dan ulasan Buku DIKLISA#5 yang diterbitkan dan diluncurkan oleh Komunitas Diklisa pada tanggal 27 Agustus 2026”

Istana Arfuzh Ratulisa dan DIKLISA Surakarta, 3 September 2026


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top