Univet Bantara Kembali Dipercaya Kelola PPG, Rektor Dorong Lahirkan Guru Profesional Berbasis Hati

Print Friendly and PDF

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Univet Bantara dan Dirjen GTK di Jakarta. Kamis (24/9/2026).


Univet Bantara Kembali Dipercaya Kelola PPG, Rektor Dorong Lahirkan Guru Profesional Berbasis Hati

SUKOHARJO - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) kembali mendapat kepercayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) untuk mengelola mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kepercayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Univet Bantara dan Dirjen GTK di Jakarta. Kamis (24/9/2026).

Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum menyampaikan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemerintah menyiapkan calon guru profesional. Setiap tahun Univet Bantara dipercaya mengelola mahasiswa PPG yang dipersiapkan menjadi guru profesional.

"Alhamdulillah pada setiap tahunnya Univet Bantara senantiasa dipercaya oleh Dirjen GTK untuk mengelola mahasiswa PPG, yaitu mahasiswa calon guru profesional," ujarnya.

Menurutnya, dalam kesempatan penandatanganan PKS tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan harapan agar perguruan tinggi membangun kerja sama secara baik untuk menghasilkan guru profesional. Guru tidak hanya dituntut memiliki ilmu, tetapi juga mampu mengajar dengan hati serta memiliki kepedulian terhadap peserta didik.

"Guru itu mempunyai kepedulian terhadap muridnya. Peran guru itu sesungguhnya tidak akan pernah bisa tergantikan dengan mesin ataupun dengan teknologi," jelasnya.

Prof. Farida menjelaskan, perkembangan artificial intelligence (AI) saat ini memang memberikan banyak kemudahan dalam membantu pekerjaan manusia. Namun, guru memiliki peran yang berbeda karena pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membutuhkan sentuhan hati dan perasaan.

Guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar tanpa tekanan sehingga peserta didik memiliki semangat untuk belajar dan berkembang. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan harapan penerapan kurikulum deep learning dalam pendidikan Indonesia.

"Guru diharapkan tidak berperan sebagaimana artificial intelligence dalam memberikan pengetahuan maupun keterampilan kepada murid-muridnya, tetapi lebih pada pekerjaan yang menggunakan hati dan perasaannya," jelasnya.

Kepercayaan Dirjen GTK kepada Univet Bantara akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Univet Bantara berkomitmen terus membantu pemerintah menghasilkan guru-guru profesional yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian terhadap peserta didik.

Dari sisi kesiapan penyelenggaraan, Univet Bantara memiliki Program Studi PPG yang telah meraih akreditasi unggul. Selain itu, sumber daya manusia yang dimiliki juga memenuhi ketentuan Dirjen GTK, bahkan memiliki kualifikasi yang mendukung pengelolaan program PPG.

"Univet tentu saja sudah cukup representatif dalam mengelola PPG karena program studi PPG yang ada di Univet juga sudah terakreditasi unggul. SDM-nya juga sesuai dengan ketentuan dari GTK," ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, Univet Bantara berharap dapat terus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Pengelolaan PPG diarahkan untuk menghasilkan guru profesional yang tidak hanya menguasai ilmu dan keterampilan, tetapi juga mampu mendidik dengan kepedulian, empati, dan hati. (Sofyan)


Baca juga: Univet Bantara dan Kemendag RI Jalin Kerja Sama Tridharma, Dorong UMKM dan Wirausaha Mahasiswa


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top