Sinergi Pendidikan dan Kesehatan, Siswa Magang di Bisma Sehat Dibimbing Akademisi Poltekkes Bhakti Mulia

Print Friendly and PDF

Magang siswa SMK PGRI Sukoharjo di pabrik jamu CV Bisma Sehat Nguter, Sukoharjo, mendapatkan bimbingan langsung dari akademisi Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, Bambang Eka Purnama.


Sinergi Pendidikan dan Kesehatan, Siswa Magang di Bisma Sehat Dibimbing Akademisi Poltekkes Bhakti Mulia

SUKOHARJO - majalahlarise.com - Program magang industri menjadi salah satu sarana penting bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mengasah kompetensi sekaligus mengenal dunia kerja secara langsung. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan magang siswa SMK PGRI Sukoharjo di pabrik jamu CV Bisma Sehat Nguter, Sukoharjo, yang mendapatkan bimbingan langsung dari akademisi Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, Bambang Eka Purnama.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku sekolah dengan praktik di dunia industri. Dalam sesi mentoring, siswa mendapatkan pembekalan mengenai alur operasional, pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem kesehatan, hingga pentingnya memberikan pelayanan prima atau service excellence kepada masyarakat.

Selain kompetensi di bidang kerja, siswa juga mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi digital. Mereka diarahkan menggunakan gadget dan media sosial secara produktif, termasuk belajar membuat konten yang ramah SEO serta mengenal pemasaran digital melalui program afiliasi (affiliate marketing).

Bambang Eka Purnama menjelaskan, kegiatan magang seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban akademik untuk memenuhi persyaratan kelulusan. Lebih dari itu, magang menjadi kesempatan bagi siswa untuk membangun pengalaman dan portofolio keterampilan sebelum memasuki dunia kerja.

"Magang bukan sekadar memenuhi syarat kelulusan, melainkan kesempatan emas bagi siswa untuk membangun portofolio keterampilan nyata, mengasah mental kerja, dan memahami standar operasional industri kesehatan secara langsung," ujar Bambang.

Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan peluang luas bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh penghasilan melalui aktivitas digital. Gadget dan media sosial, kata Bambang, perlu diarahkan untuk kegiatan yang produktif dan konstruktif.

"Kalau gadget dan media sosial dimanfaatkan dengan baik, siswa bisa belajar menghasilkan karya, membangun personal branding, menjadi konten kreator, sekaligus mengenal peluang penghasilan melalui afiliasi. Jadi teknologi jangan hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga untuk belajar dan berkarya," jelasnya.

Menghubungkan Dunia Pendidikan dan Industri

CV Bisma Sehat Nguter sebagai industri jamu lokal turut memberikan ruang pembelajaran bagi siswa melalui program magang. Lingkungan industri memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami secara langsung bagaimana sebuah unit usaha menjalankan proses kerja dengan memperhatikan kedisiplinan, tanggung jawab, kualitas pelayanan, dan standar operasional.

Kolaborasi tersebut mempertemukan tiga unsur penting, yakni dunia pendidikan kejuruan melalui SMK PGRI Sukoharjo, pendidikan kesehatan melalui Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, serta dunia industri melalui CV Bisma Sehat Nguter.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih komprehensif kepada siswa. Tidak hanya menguasai keterampilan teknis, peserta magang juga dibekali kemampuan komunikasi, etika profesional, literasi digital, serta kemampuan memanfaatkan media sosial untuk mendukung pengembangan diri.

Bambang menambahkan, siswa vokasi perlu mulai membangun portofolio sejak masih berada di bangku sekolah. Portofolio tersebut dapat berupa dokumentasi kegiatan, karya konten digital, pengalaman praktik, hingga kemampuan pemasaran melalui media sosial.

Membangun Generasi Vokasi yang Adaptif

Program magang ini diharapkan mampu membentuk lulusan SMK yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Kemampuan menjadi konten kreator dan afiliator menjadi tambahan keterampilan yang dapat dikembangkan siswa di tengah pertumbuhan ekonomi digital.

Kolaborasi antara CV Bisma Sehat Nguter, Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, dan SMK PGRI Sukoharjo sekaligus menjadi contoh pentingnya keterhubungan antara pendidikan dan dunia industri. Pengalaman langsung di tempat kerja memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami standar profesional sekaligus mengembangkan karakter kerja.

Melalui sinergi tersebut, siswa diharapkan memiliki bekal lebih kuat ketika memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab.

Langkah kolaboratif ini turut memperkuat upaya pengembangan pendidikan vokasi di Sukoharjo agar semakin relevan dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, serta dinamika dunia kerja yang terus berubah. (Sofyan)


Baca juga: Problematika dan Solusi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Era Digital


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top