GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
KJNI Surakarta Bentangkan Bendera Merah Putih dan Teladani Semangat Perjuangan Slamet Riyadi
![]() |
| Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Kota Surakarta melalui kegiatan bentang Bendera Merah Putih. |
KJNI Surakarta Bentangkan Bendera Merah Putih dan Teladani Semangat Perjuangan Slamet Riyadi
SOLO – majalahlarise.com – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Kota Surakarta melalui kegiatan Jalan Nordik, bentang Bendera Merah Putih dan anjangsana ke rumah keluarga Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) Slamet Riyadi, Sabtu (15/8/2026). Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Monumen 45 Banjarsari (Monjari) tersebut menjadi momentum untuk menguatkan nasionalisme sekaligus mengenang perjuangan pahlawan nasional yang memiliki keterikatan kuat dengan Kota Solo.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Para peserta hadir dengan mengenakan busana bernuansa merah putih. Peserta perempuan mengenakan kerudung merah, kaos merah, serta bawahan putih berlogo KJNI. Nuansa merah putih tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan sekaligus bentuk penghormatan terhadap Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Derap Nordik, dan senam KJNI. Setelah foto bersama, peserta kemudian melakukan Jalan Nordik. Olahraga tersebut menjadi sarana membangun kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota komunitas.
![]() |
| Pengurus dan anggota KJNI Surakarta saat foto bersama di Monumen 45 Banjarsari. |
Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama adalah bentang Bendera Merah Putih. Dengan membawa dan membentangkan Sang Saka, anggota KJNI menunjukkan ekspresi kecintaan terhadap Tanah Air sekaligus mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan tidak sebatas seremoni, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sejarah dan perjuangan bangsa.
Usai kegiatan di Monjari, rombongan KJNI melanjutkan perjalanan untuk melakukan anjangsana ke rumah keluarga Slamet Riyadi. Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan kemerdekaan karena komunitas ingin menjalin silaturahmi sekaligus menggali dan menjaga nilai keteladanan yang diwariskan Slamet Riyadi.
Ketua KJNI Kota Surakarta, Dr. Ir. R. Ngt. Retno Setyowati, M.S., menjelaskan kegiatan tersebut dilandasi keprihatinan terhadap semakin jauhnya generasi muda dari sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, nilai perjuangan, jiwa kepemimpinan dan kecintaan terhadap negeri perlu terus ditanamkan melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan masyarakat.
![]() |
| Penyerahan tali asih KJNI Surakarta diterima Gunawan Wibisono, cucu keponakan Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) Slamet Riyadi. |
“Kami merasa sangat terpanggil agar jiwa pejuang, cinta negeri, serta nilai-nilai kepemimpinan dari pahlawan nasional kita, Slamet Riyadi, terus diturunkan dan ditularkan kepada masyarakat,” ujar Retno.
Retno menjelaskan Slamet Riyadi merupakan sosok yang dapat menjadi teladan dalam membangun semangat kepemimpinan dan pengabdian kepada bangsa. Karena itu, KJNI ingin menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai kesempatan untuk mengingat kembali perjuangan tersebut sekaligus menyampaikan nilai-nilainya kepada anggota komunitas dan masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebangsaan di tengah perkembangan zaman. Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar sehingga harus dijaga dengan rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap negeri.
![]() |
| Pengurus dan anggota KJNI Surakarta saat foto bersama Gunawan Wibisono, cucu keponakan Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) Slamet Riyadi beserta tokoh masyarakat. |
“Kita harus ingat pesan jas merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Semangat perjuangan para pahlawan harus terus kita rawat,” katanya.
Menurut Retno, anjangsana ke rumah keluarga Slamet Riyadi bukan sekadar kunjungan silaturahmi. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah bagi anggota komunitas, khususnya generasi muda, agar dapat memahami perjuangan pahlawan secara lebih dekat.
Dalam kunjungan itu, rombongan KJNI bertemu dengan Gunawan Wibisono, cucu keponakan Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) Slamet Riyadi. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi momentum bagi KJNI untuk menyampaikan apresiasi sekaligus menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat Slamet Riyadi.
Gunawan Wibisono menyambut baik kedatangan KJNI. Ia menyampaikan rasa syukur karena masih ada komunitas masyarakat yang memberikan perhatian terhadap keluarga Slamet Riyadi serta berupaya menjaga semangat perjuangan pahlawan nasional tersebut.
“Saya sangat bersyukur sekali ada perhatian dari Komunitas Jalan Nordik Indonesia yang mau menyambangi keluarga Slamet Riyadi,” ujarnya.
Menurut Gunawan, perhatian dari komunitas seperti KJNI memiliki arti penting. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan tersebut menunjukkan masih adanya kepedulian masyarakat terhadap sejarah dan perjuangan tokoh bangsa.
Gunawan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan. Ia menilai hubungan antara komunitas masyarakat dengan keluarga pahlawan dapat menjadi sarana untuk menjaga ingatan kolektif mengenai perjuangan bangsa.
“Mudah-mudahan silaturahmi ini bisa berlanjut untuk tahun-tahun yang akan datang. Terima kasih,” pungkasnya.
Kegiatan KJNI Surakarta tersebut memperlihatkan upaya komunitas memaknai peringatan kemerdekaan melalui tiga unsur, yakni olahraga, nasionalisme dan edukasi sejarah. Jalan Nordik menjadi sarana menjaga kesehatan dan kebersamaan, bentang Bendera Merah Putih menjadi simbol kecintaan terhadap Indonesia, sedangkan kunjungan ke keluarga Slamet Riyadi menjadi pengingat agar generasi masa kini tidak melupakan perjuangan para pendahulu.
Bagi KJNI, kemerdekaan bukan hanya momentum untuk mengenang masa lalu, tetapi juga kesempatan untuk meneruskan nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kepemimpinan, cinta Tanah Air, persatuan dan kepedulian terhadap bangsa diharapkan terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(Sofyan)
Baca juga: Momentum Hari Pramuka ke-65, Respati Tekankan Pentingnya Karakter Kuat bagi Generasi Muda
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...




Tidak ada komentar: