Dosen UNISRI dan UNS Kenalkan Budaya Indonesia kepada Mahasiswa Internasional di Hong Kong

Print Friendly and PDF

Workshop bertajuk “Intercultural Communication in Indonesia: Practical Guidelines for International Students".


Dosen UNISRI dan UNS Kenalkan Budaya Indonesia kepada Mahasiswa Internasional di Hong Kong

HONG KONG – majalahlarise.com – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan rekognisi kolaboratif di Hong Kong Baptist University (HKBU), Hong Kong. Kegiatan tersebut digelar atas undangan resmi HKBU dengan menghadirkan workshop bertajuk “Intercultural Communication in Indonesia: Practical Guidelines for International Students.”

Workshop ini menjadi ruang bagi dosen dari UNISRI dan UNS untuk memperkenalkan karakteristik komunikasi serta keberagaman budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional. Pemahaman tersebut diharapkan membantu mahasiswa berinteraksi secara efektif, menghargai perbedaan budaya, sekaligus menghindari kesalahpahaman ketika berada di Indonesia.

Delegasi Indonesia dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. Triyanto, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Suciati, M.Pd., dan Prof. Dr. Hanik Liskustyawati, M.Kes. dari UNS. Sementara UNISRI Surakarta diwakili Prof. Dr. Anita Trisiana, S.Pd., M.H. dan Alfonsa Maria Sofia Hapsari, S.Si., M.M., M.Pd.

Berbagai materi komunikasi lintas budaya disampaikan dalam workshop. Mulai dari percakapan ringan atau small talk, topik yang sebaiknya dihindari (taboo topics), bahasa tubuh, etika berpakaian di lingkungan profesional, keberagaman agama, hingga budaya kuliner dan kebiasaan makan masyarakat Indonesia.


“Pemahaman lintas budaya menjadi bekal penting bagi mahasiswa internasional agar mampu membangun komunikasi yang efektif sekaligus menghormati nilai dan kebiasaan masyarakat Indonesia,” jelas Prof. Dr. Anita Trisiana.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran digital. Para mahasiswa mengikuti presentasi, permainan edukatif menggunakan Kahoot, serta aktivitas kolaboratif melalui Padlet. Mahasiswa HKBU yang berasal dari berbagai negara juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai komunikasi lintas budaya.

Partisipasi UNISRI dalam kegiatan internasional tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas memperkuat internasionalisasi dan memperluas jejaring akademik global. Selain memperkenalkan budaya Indonesia, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi lebih luas antara UNISRI, UNS, dan HKBU di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.

“Kolaborasi seperti ini tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Alfonsa Maria Sofia Hapsari.

Melalui kegiatan tersebut, UNISRI dan UNS turut memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam membangun pendidikan berbasis kolaborasi internasional. Komunikasi lintas budaya menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan hubungan akademik yang saling menghargai di tengah keberagaman mahasiswa global. (Sofyan)


Baca juga: Momentum Hari Pramuka ke-65, Respati Tekankan Pentingnya Karakter Kuat bagi Generasi Muda


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top