Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rancang Maskot Media Sosial Museum dan Galeri SBY*ANI Pacitan

Print Friendly and PDF



Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rancang Maskot Media Sosial Museum dan Galeri SBY*ANI Pacitan

PACITAN - majalahlarise.com – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta berhasil merancang maskot untuk media sosial Museum dan Galeri SBY*ANI Pacitan melalui Program Mahasiswa Berdampak (ProMaDam). Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas visual museum sekaligus meningkatkan daya tarik komunikasi digital kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Program Mahasiswa Berdampak (ProMaDam) skema magang tersebut diikuti oleh dua mahasiswa DKV ISI Surakarta, yakni Tunjung Norma Sidhi Hastuty dan Firah Aniq Imtinansyah, yang menjalani magang selama empat bulan, mulai 13 Mei hingga 13 Agustus 2026. Selama magang, keduanya terlibat dalam berbagai pekerjaan desain visual, termasuk mengelola akun Instagram @sahabatmuseum_ sebagai media promosi dan edukasi Museum dan Galeri SBY*ANI.

Dalam proses perancangan identitas visual, Tunjung dan Firah, di bawah bimbingan mentor Ristian Winda A. dan Ratih Nur Imamah, mengembangkan maskot yang diharapkan mampu menghadirkan citra museum yang lebih akrab, komunikatif, dan mudah diingat masyarakat. Proses kreatif tersebut diawali dengan riset, wawancara, pengajuan konsep kepada direktur museum, hingga digitalisasi desain menggunakan aplikasi Adobe Illustrator.

Mahasiswa DKV ISI Surakarta, Tunjung Norma Sidhi Hastuty, menjelaskan proses tersebut memberikan pengalaman baru dalam menerjemahkan nilai-nilai museum ke dalam bentuk visual yang menarik.

"Saya mendapatkan tantangan dalam mengemas narasi museum menjadi bentuk visual dengan nuansa yang lebih ceria dan informal. Proses ini memberikan pengalaman berharga karena kami harus mampu menerjemahkan nilai dan cerita museum menjadi karakter yang dekat dengan masyarakat," jelas Tunjung.

Hasil perancangan tersebut pertama kali diperkenalkan kepada publik pada Grand Final Lomba Bercerita "Untuk Bumi Kita" yang digelar di Museum dan Galeri SBY*ANI pada 24 Mei 2026. Pada kesempatan itu, maskot tidak hanya ditampilkan dalam media digital, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk fisik sebagai elemen pendukung estetika panggung.

Maskot tersebut merupakan personifikasi burung elang yang dipadukan dengan atribut khas Kabupaten Pacitan, berupa baju blarang dan kain lilit bermotif flamboyan berwarna biru. Karakter itu diberi nama "Sani", yang merupakan gabungan nama dua tokoh inspirasi berdirinya museum, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono.

Dosen pembimbing, Anung Rachman, menjelaskan keterlibatan mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak membuktikan bahwa keilmuan Desain Komunikasi Visual tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun identitas lembaga.

"Keterlibatan mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak skema magang ini menunjukkan bahwa DKV tidak hanya berorientasi pada aspek estetika, tetapi juga mampu menghasilkan perancangan strategis dalam membangun identitas sebagai bentuk komunikasi visual sebuah institusi," jelas Anung.

Melalui program magang tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman profesional secara langsung di dunia kerja sekaligus memahami pentingnya desain komunikasi visual dalam membangun identitas, citra, dan strategi komunikasi sebuah institusi budaya. Kehadiran maskot "Sani" diharapkan mampu memperkuat branding Museum dan Galeri SBY*ANI serta menjadi media edukasi yang lebih menarik bagi masyarakat luas, terutama generasi muda yang aktif memanfaatkan media sosial. (Sofyan)


Baca juga: Belajar dan Membelajarkan Bahasa Indonesia Berbasis Seni, Budaya, dan Sastra untuk Memotivasi, Menginspirasi, dan Memantik Gerakan Literasi Ratulisa bagi Multigenerasi NKRI pada Era Digital


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top