PKBM Syifa Surakarta Tutup Short Pastry Class 2026, Siapkan Wirausaha Kuliner Mandiri

Print Friendly and PDF

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Eny Idayati, S.Pd., M.Pd, Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas, S.E., M.M., menyerahkan sertifikat dan bantuan alat rintisan usaha secara simbolis kepada Mutiara Cantika, Mutoharoh Faisah, dan Faradina Dian. 

.

PKBM Syifa Surakarta Tutup Short Pastry Class 2026, Siapkan Wirausaha Kuliner Mandiri

SOLO - majalahlarise.com – PKBM Syifa Surakarta yang beralamat di Jalan Jamsaren No. 44, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, resmi menutup rangkaian Pelatihan Mandiri Short Pastry Class 2026 bertema "Kreatif, Terampil, dan Siap Berwirausaha" di kampus PKBM Syifa Surakarta, Sabtu (25/7/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya program peningkatan keterampilan tata boga yang membekali peserta dengan kemampuan membuat aneka produk short pastry sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebagai bekal menciptakan peluang usaha mandiri.

Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas, S.E., M.M., menjelaskan pelatihan tetap dapat terlaksana meski menghadapi kendala pendanaan dari Direktorat. Menurutnya, penyelenggara berkomitmen memberikan pembelajaran terbaik dengan menghadirkan instruktur berpengalaman di bidang pemasaran, manajemen usaha, pengembangan media sosial, serta dukungan dari Persatuan Koki Indonesia (ICA) Jawa Tengah. 

"Harapan kami, setelah kegiatan ini teman-teman tidak berdiri sendiri-sendiri, tetapi bisa langsung bergabung dengan Syifa Berdaya agar usahanya terus berkembang," ujarnya.

Puri menjelaskan, pendampingan kepada peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Seluruh alumni akan difasilitasi melalui komunitas Syifa Berdaya yang memberikan pendampingan lanjutan, mulai dari pengurusan PIRT, sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), hingga peningkatan kualitas kemasan produk. Selain itu, PKBM Syifa juga membuka akses permodalan melalui kerja sama dengan BRI, BNI, dan Koperasi Bunda sesuai ketentuan yang berlaku. 

"Semoga nanti kita bisa berkembang bersama menjadi lebih baik dan bermanfaat," tuturnya.


Ketua Penyelenggara, Hartanto, melaporkan pelatihan diikuti sekitar 10 peserta selama kurang lebih satu bulan dengan delapan kali pertemuan. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori dan praktik secara langsung, mulai dari pengenalan bahan, penggunaan peralatan, teknik pembuatan adonan, proses pemanggangan, hingga penyajian produk. Peserta juga dibekali kemampuan menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai bekal mengembangkan usaha. 

"Para peserta tidak hanya belajar membuat produk soft pastry, tetapi juga memahami cara menghitung HPP sehingga memiliki bekal untuk berwirausaha dan bergabung dalam UMKM, khususnya di bidang kuliner," jelasnya.

Hartanto mengapresiasi para instruktur yang telah membimbing peserta hingga menunjukkan peningkatan keterampilan pada setiap pertemuan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan pelatihan. 


"Kami menyadari pelaksanaan pelatihan ini masih memiliki kekurangan. Karena itu, kami terbuka terhadap setiap masukan sebagai bahan evaluasi agar penyelenggaraan pelatihan pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih baik," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Eny Idayati, S.Pd., M.Pd., yang menutup kegiatan tersebut mengajak peserta memanfaatkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha. Ia menilai sektor kuliner memiliki prospek besar karena Kota Solo dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diraih melalui profesi sebagai pegawai, tetapi juga dapat dicapai melalui kewirausahaan yang didukung karakter ulet, kreatif, inovatif, disiplin, serta mampu membaca kebutuhan pasar. 

"Kesuksesan itu adalah hak semua orang yang mau berusaha. Kalau ingin menjadi wirausaha, harus punya jiwa wirausaha, yaitu ulet, kreatif, berinovasi, kerja keras, disiplin, dan mampu mengikuti kebutuhan pasar," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Eny mengajak seluruh peserta terus mengembangkan ilmu yang telah diperoleh agar bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada para instruktur yang telah mendampingi peserta selama pelatihan. 

"Atas nama Dinas Pendidikan kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta. Tolong ilmu yang diperoleh dikembangkan, jangan berhenti di sini. Hidup itu pilihan, pilih sukses atau pilih sengsara. Kalau memilih sukses, mulailah hari ini dengan bekerja keras dan jangan mudah menyerah," tuturnya.

Salah seorang peserta, Riski Agustina, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti pelatihan. Selain mendapatkan pengetahuan baru tentang dasar-dasar pembuatan pastry, ia juga memiliki kesempatan memperluas relasi dengan sesama peserta. 

"Kesan saya mengikuti kegiatan ini, saya merasa senang karena mendapat ilmu baru dan juga kenalan baru. Ilmu yang kami dapatkan sangat bermanfaat untuk ke depannya," ujarnya. 

Riski berharap materi pelatihan terus dikembangkan dengan variasi yang lebih beragam, praktik yang lebih banyak, serta durasi pelatihan yang lebih panjang. Ia pun berencana mulai merintis usaha kuliner secara bertahap. 

"Ke depannya kami akan mencoba membuat usaha mulai dari kecil, sedikit demi sedikit, semoga bisa berkembang," katanya.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, PKBM Syifa Surakarta kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan nonformal yang berkomitmen mengembangkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Diharapkan kompetensi yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai bekal pribadi, tetapi berkembang menjadi usaha yang produktif, membuka lapangan kerja, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. (Sofyan)


Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Rancang Maskot Media Sosial Museum dan Galeri SBY*ANI Pacitan


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top