Belajar dan Membelajarkan Bahasa Indonesia Berbasis Seni, Budaya, dan Sastra untuk Memotivasi, Menginspirasi, dan Memantik Gerakan Literasi Ratulisa bagi Multigenerasi NKRI pada Era Digital

Print Friendly and PDF

Belajar dan Membelajarkan Bahasa Indonesia Berbasis Seni, Budaya, dan Sastra untuk Memotivasi, Menginspirasi, dan Memantik Gerakan Literasi Ratulisa bagi Multigenerasi NKRI pada Era Digital


Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum.

Guru Besar Bidang Pragmatik dan Pembelajaran Pragmatik

Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & DIKLISA

Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa


Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum.


“Kawan, merajut kata untuk membentuk teks merupakan langkah nyata saat menuangkan ide dan gagasan yang dapat disampaikan kepada pembaca di seluruh wilayah Indonesia sepanjang masa”


       Alhamdulillah, segala puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang maha Esa yang telah memberikan kekuatan dan kesempatan kepada penulis untuk terus berliterasi dengan ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang masa bersama kawan-kawan Komunitas DIKLISA (Dialog Pendidikan, Literasi, Bahasa, dan Sastra) . Ucapan selamat dan sukses luar biasa disampaikan untuk para penulis buku berjudul Bahasa Indonesia Inspiratif: Memahami Teks Melalui Seni, Budaya, dan Sastra yang diterbitkan oleh Penerbit Yuma Pustaka Surakarta. Selamat dan sukses untuk para penulis yang hebat luar biasa, antara lain Saudara; Zuhad, Carrine Irawan K, Cahyo Hasanudin, dan Tutut Septia Wati yang hebat luar biasa. Para penulis tersebut telah berjuang untuk menyelesaikan tulisan yang dibukukan dan diabadikan untuk teladan dan rujukan belajar bahasa Indonesia berbasis seni, budaya, dan sastra bagi seluruh multigenerasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

       Buku yang ditulis tersebut merupakan wujud keteladanan untuk mengimplementasikan gerakan literasi ratulisa bagi seluruh multigenerasi NKRI yang belajar pada jenjang pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Komitmen untuk belajar berbasis teks, koteks, dan konteks merupakan modal dasar untuk dapat belajar bahasa pada ranah struktural dan fungsional. Belajar bahasa Indonesia berbasis linguistik struktural artinya pembelajar harus memahami teks bahasa Indonesia berbasis struktural. Oleh karena itu, pembelajar bahasa harus memahami linguistik secara diadik, yakni bentuk dan fungsinya. Hal ini diperkuat dan didukung dengan pemahaman linguistik struktural, seperti fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan wacana. Kemudian proses belajar bahasa yang terapan dapat didukung dengan memahami ranah linguistik fungsional. Proses belajar bahasa secara fungsional harus diperkuat dengan pemahaman secara triadik, yakni bentuk, fungsi, dan konteks. Hal ini sebagai penguatan proses belajar linguistik fungsional, seperti: pragmatik, sosiolinguistik, sosiopragmatik, religiopragmatik, neurolinguistik, psikopragmatik, linguistik historis komparatif, dan linguistik terapan lainnya yang mendukung penguatan sumber literasi digital dan nondigital bagi pembelajar bahasa Indonesia berbasis seni, budaya, dan sastra.

       Belajar dan membelajarkan bahasa Indonesia berbasis seni, budaya, dan sastra harus dapat dideskripsikan dalam tiga pilar utama, yaitu pilar seni, budaya, dan sastra. Ketiga pilar tersebut akan menjadi dasar penguatan belajar bahasa secara komprehensif. Hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama, pilar seni. Seni merupakan aneka sajian bentuk rupa, suara, dan seni lainnya untuk dikomunikasikan secara verbal dan nonverbal kepada para penikmat seni. Oleh karena itu, seni rupa, musik, patung, dan seni-seni lainnya akan dapat menjadi objek dan media nonverbal untuk menjadi media pembelajaran bahasa Indonesia secara verbal atau teks secara komprehensif dan berkelanjutan. Kedua, pilar budaya. Aspek-aspek budaya akan dapat menjadi dasar moral dan etika berbahasa bagi penggunaan bahasa Indonesia secara formal dan nonformal bagi multigenerasi NKRI. Pilar budaya tersebut akan sangat bermanfaat sebagai reportoar budaya yang menjadi daya dukung dan penguatan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Ketiga, pilar sastra. Sastra merupakan ruang untuk berkreasi dengan teks melalui rajutan kata dengan segala keindahan rasa dan pilihan diksi untuk menyampaikan maksud dan tujuan tuturan dalam berbahasa kepada lawan tutur. Dengan demikian ketiga pilar tersebut, seni, budaya, dan sastra menjadi kebutuhan mendasar untuk dasar dan pengayaan reportoar berbahasa Indonesia khususnya proses belajar teks, koteks, dan konteks dalam berbahasa secara verbal dan nonverbal.

       Buku yang disajikan dengan xii halaman romawi dan 412 halaman isi, serta terdiri atas 6 bab, antara lain: (1) Aku dan sekitarku; (2) Imajinasiku tanpa batas; (3) Panduan Praktis Kehidupanku; (4) Indahnya Nasihat dan Rima; (5) Fakta, Berita, dan Gagasan; (6) Inspirasi untuk Maju. Keenam bab tersebut ditambah subbab pembahasan dan dideskripsikan secara lengkap dengan aneka sajian dan deskripsi yang sangat memotivasi dan menginspirasi multigenerasi NKRI secara lengkap dan berkelanjutan. Akhirnya, selamat menikmati dan menjelajahi literasi yang menyenangkan berbasis Buku Bahasa Indonesia Inspiratif yang ada dibaca Bapak, Ibu, dan Saudara sebagai pembaca buku yang baik hati, budiman, dan juos gandhos poll. Komitmen guru, dosen, penggiat literasi, mahasiswa, dan murid untuk terus belajar dan membelajarkan diri dengan ratulisa merupakan Upaya untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

       Akhirnya tulisan yang disajikan oleh keempat penulis dalam buku tersebut sangat layak dan penting untuk menjadi bacaan alternatif sebagai sumber literasi bagi pembelajar bahasa Indonesia pada jenjang sekolah dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Komitmen para penulis untuk dapat menyajikan ide-ide cemerlang sebagai wujud implementasi gerakan literasi Arfuzh Ratulisa (rajin menulis dan membaca), Diklisa (Dialog Pendidikan Literasi, Bahasa, dan Sastra) secara teoretik dan praktik. Belajar dan membelajarkan diri sepanjang masa untuk dapat memantik rasa cinta dan bangga menggunakan bahasa Indonesia merupakan wujud nyata dan target yang diimplikasikan dalam buku yang ditulis dengan penuh simpati dan empati kepada multigenerasi NKRI.  

#Tulisan ini merupakan pengantar dan ulasan buku yang ditulis oleh Zuhad, Carrine Irawan K, Cahyo Hasanudin, dan Tutut Septia Wati# berjudul Bahasa Indonesia Inspiratif: Memahami Teks Melalui Seni, Budaya, dan Sastra yang diterbitkan oleh Penerbit Yuma Pustaka Surakarta#  

“Bergerak dan menggerakkan multigenerasi NKRI untuk terus mencintai dan membanggakan penggunaan bahasa Indonesia yang benar, baik, dan santun merupakan implementasi gerakan literasi Ratulisa yang berbasis pembelajaran seni, budaya, dan sastra dalam berbagai perspektif yang menyenangkan untuk kemaslahatan umat sepanjang hayat”

Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa Surakarta, 24 Juli 2026


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top