Ki Ustad Bagus Pujiono Ajak Orang Tua Didik “Ismail Baru” di Era Digital Saat Khutbah Idul Adha di Nogosari

Print Friendly and PDF

Ki Ustad Bagus Pujiono mengajak jamaah menghadirkan “Ismail-Ismail baru” di era milenial melalui pendidikan iman, akhlak, dan keteladanan keluarga.


Ki Ustad Bagus Pujiono Ajak Orang Tua Didik “Ismail Baru” di Era Digital Saat Khutbah Idul Adha di Nogosari

Boyolali - majalahlarise.com - Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Ar Rohman, Nogosari, Rabu (27/5/2026). Dalam khutbahnya, Ki Ustad Bagus Pujiono mengajak jamaah menghadirkan “Ismail-Ismail baru” di era milenial melalui pendidikan iman, akhlak, dan keteladanan keluarga.

Khutbah bertema “Mendidik Generasi Ismail: Anak Saleh di Era Digital” tersebut menyoroti tantangan besar orang tua dalam mendidik anak di tengah perkembangan teknologi dan derasnya pengaruh media sosial. Dengan gaya bahasa ringan dan menyentuh, Ki Ustad Bagus Pujiono menyampaikan pesan dakwah yang mudah dipahami jamaah.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan sekadar sejarah qurban, tetapi teladan pendidikan keluarga yang relevan sepanjang zaman. Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya persoalan akademik, melainkan pembentukan karakter dan spiritual anak.

“Hari ini banyak anak cerdas secara akademik, tetapi lemah spiritual dan akhlaknya. Banyak yang dekat dengan gadget, tetapi jauh dari masjid dan Al-Qur’an. Karena itu kita harus melahirkan Ismail baru di era milenial,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Dalam khutbahnya, Pujiono menjelaskan keberhasilan Nabi Ibrahim mendidik Nabi Ismail lahir dari pendidikan tauhid sejak dini, keteladanan orang tua, serta komunikasi hangat dalam keluarga. Ia mengutip firman Allah dalam QS Ash-Shaffat ayat 102 tentang dialog Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail saat menerima perintah penyembelihan.

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bagaimana seorang anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang taat, sabar, dan patuh kepada Allah karena didikan keluarga yang kuat. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keluarga dari pengaruh negatif zaman digital sebagaimana firman Allah dalam QS At-Tahrim ayat 6 agar setiap keluarga menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

“Jangan hanya bangga anak pandai teknologi, tetapi banggalah jika anak rajin shalat, hormat kepada orang tua, cinta Al-Qur’an, dan memiliki akhlak mulia,” pesannya.

Pujiono juga mengajak jamaah menghidupkan kembali budaya shalat berjamaah, mengaji bersama keluarga, membatasi penggunaan gadget, serta mempererat komunikasi antara orang tua dan anak sebagai pondasi pendidikan Islam di rumah.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Ar Rohman berlangsung tertib dan penuh antusiasme masyarakat sekitar. Salah satu panitia, Ust. Syamsi, menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi jamaah dalam pelaksanaan Idul Adha tahun ini.

“Alhamdulillah jamaah sangat antusias. Semoga momentum Idul Adha ini semakin mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat pendidikan Islam dalam keluarga,” ujarnya.

Kegiatan Idul Adha di Masjid Ar Rohman juga dirangkai dengan penyembelihan hewan qurban dan pembagian daging kepada masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama. (Sofyan)


Baca juga: Khutbah Idul Adha di Masjid Al Barokah Gunungan Manyaran Wonogiri, Ajak Jamaah Syukuri Hidayah dan Yakin Rezeki Allah SWT


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top