Kegiatan donor darah bersama anggota Kodim 0726/Sukoharjo.


    HUT TNI, SUPELTAS Sukoharjo Sumbang Darah Bersama Anggota Kodim 0726

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sukoharjo Pelopor Keselamatan Lalu Lintas (SUPELTAS) Kabupaten Sukoharjo menggelar kegiatan donor darah bersama anggota Kodim 0726/Sukoharjo. Rabu (30/9/2026).

    Kegiatan sosial tersebut diikuti sekitar 170 peserta. Mereka berasal dari unsur prajurit TNI, anggota SUPELTAS, serta peserta lainnya yang turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

    Ketua SUPELTAS Kabupaten Sukoharjo, Ridniar, mengatakan donor darah menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial untuk memperingati HUT TNI. Kegiatan tersebut juga melibatkan jajaran Koramil di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

    “Dalam rangka HUT TNI kali ini, kami membuat kejutan dengan kegiatan donor darah yang melibatkan 12 Koramil di Sukoharjo. Masing-masing Koramil mengirimkan dua anggota untuk mengikuti donor darah,” jelas Ridniar.

    Menurut Ridniar, donor darah tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

    “Kami berharap darah yang terkumpul melalui kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk kepedulian SUPELTAS bersama TNI dalam kegiatan kemanusiaan,” ujarnya.

    Ridniar menambahkan, kegiatan sosial SUPELTAS tidak berhenti pada donor darah. Pihaknya juga menyiapkan aksi sosial berupa pendistribusian air bersih bagi warga yang membutuhkan di wilayah Weru, Sukoharjo.

    “Kemudian rangkaian kegiatan lainnya, kami juga akan melakukan dropping air bersih di Weru, Sukoharjo. Kami masih menunggu koordinasi dari Polres, dan rencananya kurang lebih ada 10 tangki air bersih yang akan dikirimkan,” katanya.

    Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen SUPELTAS Sukoharjo untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan.

    Melalui donor darah dan rencana pendistribusian air bersih, momentum HUT TNI diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, TNI, dan kepolisian dalam kegiatan kemanusiaan di Kabupaten Sukoharjo. (Sofyan)


    Baca juga: Targetkan 21 Ribu Halaman dalam 2 Tahun, Proyek Digitalisasi Naskah Kuno Keraton Surakarta Resmi Dimulai

    Suasana Wilujengan Pembukaan Kegiatan Digitalisasi Naskah Keraton Surakarta di Bangsal Morokoto (Senin, 28/9/2026)


    Targetkan 21 Ribu Halaman dalam 2 Tahun, Proyek Digitalisasi Naskah Kuno Keraton Surakarta Resmi Dimulai

    SOLO – majalahlarise.com - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bekerja sama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dalam proyek digitalisasi koleksi manuskrip Perpustakaan Sasana Pustaka.

    Proyek tersebut termasuk bagian dari Endangered Archives Programme dengan kode 1830 (EAP1830) yang dicanangkan oleh British Library dengan pendanaan dari Arcadia Foundation. 

    Wilujengan atau prosesi selamatan sebagai tanda dibukanya proyek ini berlangsung pada Senin (28/9/2026) di Bangsal Morokoto, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Gusti Kanjeng Ratu Wandansari (Gusti Moeng) hadir langsung untuk membuka proyek EAP ini. 

    Konservator Perpusnas RI sekaligus Koordinator Bidang Preservasi Naskah Manassa, Aris Riyadi, mengatakan proyek tersebut akan berlangsung selama 2 tahun.

    “Jumlah manuskrip yang ditargetkan untuk didigitalisasi dalam proyek ini ada sekitar 210 manuskrip, dengan jumlah total sekitar 21 ribu halaman,” ujar Aris dalam acara wilujengan pembukaan proyek.

    Aris menambahkan proyek ini juga mencakup penyusunan metadata atau katalog serta upaya pelestarian fisik manuskrip agar dapat bertahan dalam jangka panjang. Hasil digitalisasi manuskrip dapat diakses oleh masyarakat di laman EAP British Library. Selain itu back up naskah digital juga akan disimpan di keraton dan Perpusnas RI sebagai archival partner.

    Aris juga mengapresiasi keterbukaan keraton terhadap akses manuskrip yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, keraton merupakan salah satu pusat pengetahuan dan kebudayaan sehingga manuskrip yang tersimpan di dalamnya memiliki nilai penting bagi penelitian.

    Asep Yudha Wirajaya selaku Ketua Manassa Komisariat Surakarta menuturkan usai acara wilujengan akan dilangsungkan workshop untuk tim yang terlibat dalam proses digitalisasi dan katalogisasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk persiapan agar output proyek sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan pihak British Library.

    Ketua Pengurus Pusat Manassa, Agus Iswanto berharap melalui proyek digitalisasi ini, masyarakat dapat mengakses berbagai ilmu pengetahuan yang ada dalam manuskrip-manuskrip Keraton Surakarta.

    Suparjo, salah satu pengelola perpustakaan, mengatakan koleksi Sasana Pustaka memiliki beragam tema, mulai dari sejarah, agama, filsafat, kesenian, sastra, arsitektur, pengobatan hingga primbon. Selama ini koleksi tersebut sudah digunakan sebagai sumber penelitian dari berbagai bidang keilmuan. Manuskrip yang telah digitalisasi melalui proyek ini akan lebih mudah dijangkau oleh para peneliti.

    Mekanisme pelaksanaan proyek digitalisasi diawali dengan proses screening manuskrip yang akan menjadi bagian dari proyek. Setelah itu, dilakukan penyusunan metadata atau katalog untuk memudahkan proses pencarian informasi dalam sistem. Tahap berikutnya adalah pemotretan lembar-lembar manuskrip. 

    Sinergi antara Keraton Surakarta Hadiningrat, Manassa, Manassa Komisariat Solo dan Perpusnas RI dalam proyek EAP1830 ini menjadi upaya nyata dalam memperkaya khazanah kebudayaan di Indonesia. Pada pertengahan pelaksanaan proyek, sejumlah pemangku kepentingan direncanakan turut dilibatkan untuk berbagi informasi mengenai perkembangan proyek digitalisasi. Sejumlah peneliti dari berbagai disiplin ilmu juga memanfaatkan koleksi manuskrip untuk penelitian, termasuk penelitian mengenai ramuan jamu, tanaman herbal, serta arsitektur budaya dan bangunan Jawa. Ia juga menyoroti kondisi sebagian manuskrip yang memprihatinkan. Karena itu, selain digitalisasi, pelestarian fisik melalui konservasi dan reparasi diperlukan agar naskah dapat bertahan lebih lama.

    Hasil proyek digitalisasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya menjaga keberadaan naskah kuno sekaligus memberikan akses pengetahuan yang tersimpan di dalamnya.

    “Istilahnya itu Sastra Lungset Ing Sampiran, artinya ilmu yang berharga tidak akan memiliki nilai apabila hanya disimpan dan tidak disampaikan kepada masyarakat,” ungkap Gusti Moeng setelah acara wilujengan usai.

    Gusti Moeng menambahkan, keberadaan Perpustakaan Sasana Pustaka memiliki sejarah panjang. Perpustakaan tersebut didirikan oleh Sinuhun Pakubuwono X pada 1920. Pada masa itu, koleksi-koleksi yang sebelumnya tersebar dikumpulkan menjadi satu di perpustakaan. Sementara itu, sebagian koleksi yang dianggap sering dibutuhkan masyarakat ditempatkan di Perpustakaan Radya Pustaka pada 1926. Melalui proyek digitalisasi ini, manuskrip yang tersimpan di Keraton Surakarta diharapkan tidak hanya dapat dilestarikan secara fisik, tetapi juga dapat diakses oleh peneliti, akademisi, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan pada kebudayaan.


    Penulis: Putri Aulia Nur Fauziah, Lutfia Hardiantari

    Dokumentasi: Rezty Putri Ariana Gunarso

    Editor: Sofyan


    Baca juga: LDKO OSIS SMA Veteran 1 Sukoharjo Digelar, Bekali Siswa dengan Karakter Kepemimpinan

    Wawali Astrid Widayani saat menjadi narasumber Seminar Sekolah Legislatif DPM FHIP × DPM FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 


    Wawali Astrid Widayani Ajak Mahasiswa Pahami Kebijakan Publik dari Hulu hingga Hilir

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak mahasiswa memahami proses kebijakan publik secara utuh, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan dampaknya bagi masyarakat. Mahasiswa juga didorong mengambil peran sebagai mitra kritis sekaligus mitra solusi dalam mengawal pembangunan.

    Pesan tersebut disampaikan Astrid saat menjadi narasumber Seminar Sekolah Legislatif DPM FHIP × DPM FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bertema “Membedah Kebijakan Publik Indonesia: Analisis Dampak terhadap Ekonomi, Hukum, dan Masyarakat” yang berlangsung di Auditorium Mohammad Djazman UMS, Rabu (30/9/2026).

    Di hadapan mahasiswa, Astrid menjelaskan perbedaan peran eksekutif dan legislatif dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kepala daerah bersama jajaran eksekutif menjalankan pemerintahan dan melaksanakan kebijakan. Sementara itu, legislatif memiliki fungsi pembentukan peraturan daerah, anggaran, serta pengawasan.


    “Eksekutif dan legislatif adalah mitra yang sejajar dan saling melengkapi. Dalam pembentukan Perda maupun APBD, keduanya bekerja melalui proses pembahasan hingga persetujuan bersama. Setelah itu, eksekutif menjalankan kebijakan, sementara legislatif menjalankan fungsi pengawasan,” kata Astrid.

    Menurut Astrid, kebijakan publik tidak boleh berhenti sebagai regulasi. Kebijakan perlu diarahkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat dan memberikan dampak nyata melalui regulasi, program maupun penganggaran.

    Astrid kemudian mengajak mahasiswa melihat bagaimana sebuah kebijakan diterjemahkan dalam pemerintahan daerah. Proses tersebut dimulai dari visi dan misi kepala daerah, RPJMD, Renstra, Renja, hingga DPA yang menjadi dasar pelaksanaan program perangkat daerah.

    “Ini yang saya sebut sebagai dapur pemerintah. Ada proses panjang sebelum sebuah program sampai dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, hasil akhir dari proses kebijakan dapat dilihat melalui program yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Di Kota Surakarta, sejumlah program seperti Rumah Siap Kerja, Solo Technopark, dan UMKM Center menjadi bagian dari upaya pemerintah mendukung peningkatan kompetensi, akses dunia kerja, serta pengembangan dan pemasaran usaha masyarakat.

    “Jadi kebijakan itu harus kita lihat ujungnya. Apakah masyarakat bisa merasakan dan memanfaatkan program yang dibuat pemerintah. Itu salah satu ukuran bahwa kebijakan tidak berhenti di atas kertas,” jelas Astrid.

    Astrid juga menyinggung pembelajaran dari banjir yang terjadi di Kota Surakarta pada 15 April 2026. Peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi agar kebijakan pembangunan ke depan semakin berbasis peta risiko.

    Menurut Astrid, persoalan seperti banjir tidak dapat diselesaikan pemerintah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar penanganan persoalan perkotaan dapat berjalan lebih efektif.

    “Pembangunan yang bermakna itu harus sah secara hukum, mendorong ekonomi, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

    Di tengah tantangan fiskal akibat penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), Astrid mengatakan Pemkot Surakarta tetap berupaya menjaga program prioritas. Salah satunya melalui efisiensi internal tanpa membebani masyarakat.

    Ia menjelaskan, arah pembangunan Kota Surakarta perlu bermuara pada peningkatan pendapatan masyarakat, pemerataan kesempatan kerja dan lapangan usaha, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan daya saing daerah.

    Karena itu, Astrid meminta mahasiswa tidak hanya mengambil posisi sebagai penilai kebijakan. Mahasiswa memiliki ruang untuk berkontribusi melalui gagasan, kajian, kritik berbasis pengetahuan, serta solusi terhadap persoalan pembangunan.

    “Kalau kita ingin membangun bangsa lebih kuat, teman-teman bukan hanya sebagai penilai, tetapi harus bisa berkontribusi. Mahasiswa adalah mitra kritis sekaligus mitra solusi,” tegasnya.

    Astrid berharap mahasiswa memahami proses regulasi, pembentukan kebijakan hingga pelaksanaan program pemerintah. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memberikan kritik secara konstruktif sekaligus menawarkan solusi yang relevan.

    “Jadilah mahasiswa yang kritis tetapi membangun, punya integritas, dan ikut mengawal kebijakan kota. Kita kawal bersama kebijakan Kota Surakarta demi Surakarta maju dan sejahtera,” pungkasnya. (Sofyan)


    Baca juga: FKIP Univet Bantara Gelar Pembekalan Mahasiswa Program Asistensi Mengajar

    Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, S.Pd., M.Pd., secara simbolis melepas mahasiswa Program Asistensi Mengajar.


    FKIP Univet Bantara Gelar Pembekalan Mahasiswa Program Asistensi Mengajar

    SUKOHARJO – majalahlarise.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar Pembekalan Mahasiswa Program Asistensi Mengajar (PAM) 2026/2027. Kegiatan yang diikuti mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling tersebut berlangsung di Auditorium Kampus Univet Bantara, Rabu (30/9/2026).

    Pembekalan mengusung tema “Deep Learning in Action: Berinovasi, Berkolaborasi, Berdampak”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke sekolah mitra untuk melaksanakan program asistensi mengajar.

    Melalui pembekalan, mahasiswa mendapatkan penguatan mengenai kesiapan akademik, etika, kedisiplinan, komunikasi, serta tanggung jawab selama berada di lingkungan sekolah. Program asistensi mengajar juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi pendidikan secara langsung.

    Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, S.Pd., M.Pd., saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan menyampaikan PPL/PAM bukan sekadar kewajiban akademik maupun pemenuhan SKS. Program tersebut menjadi ujian karakter mahasiswa sekaligus menjadi gambaran FKIP ketika mahasiswa berada di sekolah mitra.


    “PPL bukan sekadar formalitas atau kewajiban SKS. Ini menjadi ujian karakter, bagaimana wajah FKIP panjenengan wakili di sekolah-sekolah mitra. Karena itu, dahulukan adab sebelum ilmu,” ujarnya.

    Menurutnya, kemampuan akademik yang dimiliki mahasiswa dari masing-masing program studi menjadi bekal penting. Namun, ketika berada di sekolah, mahasiswa juga harus mampu menunjukkan sikap, etika, dan perilaku yang mencerminkan calon pendidik.

    Mahasiswa juga diminta membiasakan diri menerapkan etika sederhana dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, seperti menyapa guru, tenaga kebersihan, serta warga sekolah dengan ramah. Senyum dan sapaan dinilai menjadi bagian dari cara mahasiswa membangun komunikasi sekaligus memberikan kesan positif.

    Selain etika, kedisiplinan juga menjadi perhatian. Mahasiswa diminta hadir tepat waktu dan dianjurkan datang sekitar 15–30 menit sebelum kegiatan dimulai. Kebiasaan tersebut diharapkan membantu mahasiswa mempersiapkan kondisi fisik dan pikiran sebelum menjalankan tugas.

    “Jangan sampai datang terlambat. Ketika kita hadir lebih awal, kita memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. Penampilan juga harus dijaga agar rapi dan profesional, termasuk menggunakan sepatu pantofel,” jelasnya.

    Pranichayudha juga mengingatkan mahasiswa mengenai perubahan peran ketika berada di sekolah. Mahasiswa tidak lagi hadir sebagai peserta didik yang menerima pembelajaran, tetapi mulai tampil sebagai calon pendidik yang harus mampu menjadi contoh bagi peserta didik.

    Sebanyak 321 mahasiswa mengikuti pembekalan PAM 2026/2027. Dari jumlah tersebut, 282 mahasiswa reguler akan diterjunkan ke sekolah mitra. Kehadiran mahasiswa di sekolah diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman mengajar, tetapi juga menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi positif bagi sekolah.

    “Ketika berada di sekolah, panjenengan membawa nama FKIP. Karena itu, tunjukkan sikap yang baik, lakukan inovasi, bangun kolaborasi, dan berikan dampak yang positif. Jadilah pendidik yang mampu memberikan manfaat,” pesannya.

    Kepala Balai Praktik Keguruan FKIP Univet Bantara, Dr. Rita Kumalasari, M.Pd., mengatakan Pembekalan Program Asistensi Mengajar 2026 diikuti 321 mahasiswa. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan FKIP, pemateri, panitia, serta seluruh mahasiswa peserta PAM yang akan melaksanakan kegiatan di sekolah.

    “Pembekalan Program Asistensi Mengajar 2026 ini diikuti 321 mahasiswa. Kegiatan ini menjadi persiapan bagi mahasiswa sebelum melaksanakan tugas asistensi mengajar di lapangan,” ungkapnya.

    Rita menjelaskan, dari jumlah mahasiswa tersebut, sebanyak 282 mahasiswa akan ditempatkan di 22 sekolah di wilayah Sukoharjo, terdiri atas 10 sekolah jenjang SMA/SMK dan 12 sekolah dasar. Mahasiswa diharapkan menjalankan program dengan baik sekaligus memanfaatkan pengalaman di sekolah untuk mendukung proses akademik, termasuk pengumpulan data yang diperlukan dalam penyelesaian tugas akhir.

    Selama berada di sekolah, mahasiswa diminta menjaga nama baik almamater melalui sikap, tutur kata, dan perilaku. Mereka juga diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan guru pamong, Guru Pendamping Sekolah (GPS), maupun seluruh warga sekolah.

    Selain membantu proses pembelajaran di kelas, mahasiswa juga mendapatkan tugas untuk memperkenalkan FKIP Univet Bantara kepada peserta didik di sekolah mitra. Pada kesempatan pertama masuk kelas, mahasiswa diminta menayangkan profil FKIP melalui video YouTube sekitar lima menit, kemudian memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan informasi mengenai FKIP dan program studi yang tersedia.

    Kegiatan pengenalan tersebut nantinya menjadi bagian dari aktivitas yang dilaporkan melalui Learning Management System (LMS). Sementara teknis pelaksanaannya akan disampaikan lebih lanjut oleh pemateri dalam rangkaian pembekalan.

    Melalui PAM 2026/2027, FKIP Univet Bantara berharap mahasiswa mampu memperoleh pengalaman pendidikan secara langsung sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi sekolah mitra. Semangat berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan dampak positif menjadi bagian dari proses mahasiswa mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang profesional dan berkarakter. (Sofyan)


    Baca juga: LDKO OSIS SMA Veteran 1 Sukoharjo Digelar, Bekali Siswa dengan Karakter Kepemimpinan



    LDKO OSIS SMA Veteran 1 Sukoharjo Digelar, Bekali Siswa dengan Karakter Kepemimpinan

    Sukoharjo – majalahlarise.com – SMA Veteran 1 Sukoharjo menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS (LDKO) Tahun Ajaran 2026/2027 selama tiga hari, 29 September hingga 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan siswa untuk membentuk karakter kepemimpinan sekaligus mempersiapkan kepengurusan OSIS periode berikutnya.

    Mengusung semangat “Berkibar, Terampil & Berprestasi”, LDKO diarahkan untuk membekali siswa dengan kemampuan kepemimpinan, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, komunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si., saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan mengatakan OSIS merupakan garda terdepan di satuan pendidikan. Karena itu, pengurus OSIS perlu mampu berkolaborasi dengan guru dan karyawan untuk mendukung kemajuan serta perkembangan sekolah.

    Penyematan tanda peserta oleh Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo, Koyem, S.Pd., M.Si tandai dibukanya pelaksanaan LDKO.


    “OSIS adalah organisasi dan garda terdepan di satuan pendidikan. Pengurus harus mampu berkolaborasi dengan Bapak Ibu guru dan karyawan untuk kemajuan dan perkembangan lembaga sehingga muncul inovasi-inovasi baru yang kreatif. Dengan begitu, anak-anak dapat mengembangkan minat dan bakatnya dengan baik,” ungkapnya.

    Wanita yang akrab disapa bu Koyem menambahkan, proses menjadi seorang pemimpin tidak dapat dilakukan secara instan. Setiap pemimpin perlu melalui proses belajar, termasuk belajar bertanggung jawab, menghargai perbedaan, berani mengambil langkah, serta menjadi bagian dari perubahan positif.

    Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Drs. Sukino, menjelaskan LDKO tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan seremonial tahunan. Kegiatan tersebut memiliki tujuan membentuk karakter siswa agar memiliki kejujuran, ketangguhan, sikap tanggap, serta kedisiplinan.

    “LDK tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi memiliki tujuan membentuk karakter siswa agar mampu menjadi pemimpin yang jujur, tangguh, tanggap, dan disiplin,” tuturnya.

    Menurut Sukino, melalui LDKO siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dan memiliki jiwa kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sekolah maupun organisasi. Pengalaman selama kegiatan juga menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi berbagai persoalan dan tanggung jawab sebagai pengurus OSIS.

    LDKO diikuti 50 siswa, terdiri atas 40 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Peserta mengikuti kegiatan sebagai bagian dari proses reorganisasi OSIS untuk menggantikan anggota lama yang telah menyelesaikan masa kepengurusannya.

    Berbagai materi diberikan kepada peserta, antara lain tanggung jawab sebagai pengurus OSIS, kedisiplinan, kepemimpinan, bela negara, dan keorganisasian. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan proposal program kerja serta cara menyosialisasikan program organisasi.

    “Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi untuk diterapkan dalam kehidupan sekolah maupun organisasi,” kata Sukino.

    LDKO juga menjadi ruang bagi siswa untuk membangun kekompakan antar pengurus OSIS. Kebersamaan, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program OSIS SMA Veteran 1 Sukoharjo selama Tahun Ajaran 2026/2027.

    Pesan “Keluar dari zona nyaman adalah harga mutlak jika ingin menjadi pemimpin yang berdampak positif bagi sekolah” menjadi salah satu semangat dalam kegiatan tersebut. Pesan itu mendorong siswa untuk berani menghadapi tantangan, mengambil tanggung jawab, dan mengembangkan potensi diri.

    Melalui LDKO, SMA Veteran 1 Sukoharjo berharap lahir pengurus OSIS yang tidak hanya terampil menjalankan organisasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, bertanggung jawab, mampu berkolaborasi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi sekolah.

    Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah mewujudkan generasi siswa yang “Berkibar, Terampil & Berprestasi.” (Sofyan)


    Baca juga: Siswi SMA Veteran 1 Sukoharjo Rovina Bunga Ramadhanik Jadi Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah 2026

     

    Rovina Bunga Ramadhanik, siswi kelas XI F5 SMA Veteran 1 Sukoharjo berhasil menjadi Grand Finalis sekaligus meraih gelar Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. 


    Siswi SMA Veteran 1 Sukoharjo Rovina Bunga Ramadhanik Jadi Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah 2026

    Sukoharjo – majalahlarise.com – Prestasi membanggakan ditorehkan Rovina Bunga Ramadhanik, siswi kelas XI F5 SMA Veteran 1 Sukoharjo. Ia berhasil menjadi Grand Finalis sekaligus meraih gelar Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Prestasi tersebut diraih setelah melalui rangkaian seleksi dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

    Perjalanan Rovina diawali dengan mengikuti seleksi Duta Siswa tingkat Kabupaten Karanganyar pada 2025. Setelah mendapatkan kesempatan maju ke tingkat provinsi, ia mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari penulisan esai, penampilan bakat, hingga penyusunan dan presentasi program kerja. 

    Grand final Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah 2026 berlangsung di Wonosobo selama dua hari hingga 25 September 2026. Pada kesempatan tersebut, Rovina mempresentasikan sejumlah program kerja, di antaranya pembuatan podcast, konten edukasi, serta kolaborasi dengan Duta Siswa tingkat kabupaten untuk menjalankan program di wilayah masing-masing. Atas pencapaiannya, Rovina juga memperoleh Voucher Program International Study Workshop Duta Siswa Jawa Tengah 2026 Grand Finalis senilai Rp1.500.000.

    Sebagai Duta Siswa Provinsi Jawa Tengah 2026, ia akan melanjutkan tugas hingga tingkat nasional sekaligus merealisasikan program yang telah dipresentasikan.

    Rovina berencana mengembangkan konten edukasi yang dekat dengan kehidupan pelajar, terutama mengenai manajemen waktu dan membangun semangat belajar. Program tersebut tidak hanya disampaikan melalui media digital, tetapi juga melalui sosialisasi secara langsung di sekolah dan ruang publik seperti car free day (CFD). 

    Dalam mempersiapkan diri mengikuti seleksi, Rovina melakukan persiapan program kerja bersama teman-temannya, mendapatkan pembinaan dari sekolah dan dukungan orang tua. Meski demikian, perjalanan menuju prestasi tersebut tidak selalu mudah. Jarak kegiatan dan biaya sempat menjadi tantangan. 

    “Memang ada tantangan, terutama jarak dan biaya kegiatan. Tetapi dukungan dari sekolah, ibu Koyem selaku kepala sekolah dan guru-guru membuat saya semakin yakin untuk melanjutkan proses ini,” tuturnya.

    Rovina pun berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi teman-temannya untuk berani mencoba berbagai kesempatan. “Saya ingin mengajak teman-teman untuk tetap semangat, berani mencoba dan jangan takut mengikuti ajang seperti Duta Siswa. Yang penting mau belajar, berproses dan terus berusaha,” pungkasnya. 

    Kepala SMA Veteran 1 Sukoharjo Koyem, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian Rovina. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan semangat peserta didik dalam mengembangkan potensi sekaligus keberanian mengambil kesempatan untuk berprestasi di tingkat provinsi. 

    “Kami berharap Rovina dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menambah pengalaman, wawasan dan keterampilan. Semoga proses yang dijalani dapat membentuk karakter yang semakin percaya diri, bertanggung jawab dan mampu menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” ujarnya.

    Wanita yang akrab disapa bu Koyem berharap prestasi tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi Rovina, tetapi juga membawa nama baik SMA Veteran 1 Sukoharjo. Ia mendorong semakin banyak peserta didik berani mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan serta kompetisi. 

    “Semoga ke depan semakin banyak siswa yang berani berprestasi di berbagai bidang dan sekolah dapat terus memberikan ruang serta dukungan bagi pengembangan potensi mereka,” tambahnya.

    Sementara itu, Waka Kesiswaan SMA Veteran 1 Sukoharjo Drs. Sukino mengatakan sekolah sangat mengapresiasi siswa yang memiliki prestasi dan berkomitmen memberikan dukungan terhadap potensi peserta didik. 

    “Ketika siswa berprestasi, tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga membawa nama baik SMA Veteran 1 Sukoharjo,” katanya.

    Menurutnya, setiap anak memiliki kemampuan berbeda sehingga sekolah akan mendukung siswa yang memiliki kemauan untuk berkembang dan berjuang meraih prestasi.

    Sukino menambahkan, sekolah berkomitmen mengawal siswa yang menunjukkan proses dan perkembangan positif, termasuk ketika mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi hingga tingkat nasional. 

    “Kalau anak sudah menunjukkan proses yang baik dan memiliki kesempatan sampai tingkat nasional, tentu sekolah akan terus mengawal dan memberikan dukungan. Harapannya mereka dapat mengikuti proses dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal,” tuturnya. (Sofyan)


    Baca juga: IWAPI Jebres Gelar Rakeran, Perkuat Kekompakan dan Peran Perempuan Pengusaha

    Sidang Rakeran dipimpin Ketua Sidang Nurainun Leo, dengan Komisi A Juwini dan Komisi B Erna.


    IWAPI Jebres Gelar Rakeran, Perkuat Kekompakan dan Peran Perempuan Pengusaha

    SURAKARTA – majalahlarise.com – Dewan Pimpinan Ranting (DPRan) IWAPI Kecamatan Jebres menggelar Rapat Kerja Ranting (Rakeran) IWAPI Kecamatan Jebres, Sabtu (26/9/2026) pukul 11.00 WIB di Gedung IKM Srikayu, Jalan A. Yani, Gilingan, Surakarta. Kegiatan dihadiri Camat Jebres Daryono, SE, Ketua DPC IWAPI Surakarta, serta perwakilan ranting IWAPI Pasar Kliwon, Serengan, Banjarsari, dan Laweyan.

    Sidang Rakeran dipimpin Ketua Sidang Nurainun Leo, dengan Komisi A Juwini dan Komisi B Erna. Camat Jebres Daryono, SE, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Rakeran. Ia menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Ranting IWAPI Jebres yang telah terbentuk sejak 2013 dan terus berkembang melalui kekompakan serta kedisiplinan pengurus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi.

    “Keberadaan Ranting Jebres terus berkembang karena adanya kekompakan dan kedisiplinan para pengurus dalam menjalankan tugas. Hal tersebut juga terlihat ketika mendapat tugas dari DPC Kota untuk mewakili dalam sebuah kegiatan atau perlombaan. Berkat kerja sama dan kesungguhan seluruh pengurus, Ranting Jebres berhasil meraih juara satu,” ujar Daryono.


    Ketua IWAPI Ranting Jebres Sri Juwini dalam sambutannya mengajak seluruh peserta memanfaatkan Rakeran sebagai ruang untuk mencurahkan inovasi dan menyusun langkah organisasi ke depan. Ia berharap semangat kebersamaan terus terjaga sehingga program kerja yang dihasilkan mampu mendorong kemajuan organisasi sekaligus memberikan kontribusi bagi keluarga dan perekonomian.

    “Raker ini menjadi bagian dari semangat kami untuk terus maju dan berkembang sebagai wanita pengusaha yang berdedikasi dalam membantu pertumbuhan ekonomi keluarga. Kami siap melaksanakan visi dan misi melalui kegiatan Raker, sebagai wanita pengusaha yang mandiri, berkontribusi nyata, aktif dan berbakti,” ungkap Sri Juwini.

    Mengusung tema “IWAPI Berkarya Ekonomi Jaya”, Rakeran diharapkan menghasilkan program-program yang dapat memperkuat peran perempuan pengusaha dalam mengembangkan usaha dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

    Semangat kebersamaan peserta semakin terasa melalui yel-yel IWAPI Kecamatan Jebres, “IWAPI Kecamatan Jebres, maju bersama menuju sukses.” Yel-yel tersebut menjadi penyemangat anggota untuk terus melangkah bersama, memperkuat kekompakan, dan mewujudkan keberhasilan organisasi. (Sofyan)


    Baca juga: Campus Hiring PKSS Digelar di Univet Bantara, Buka Empat Posisi di Bank BUMN

⬆
Top