Mohammad Aditia Gilang Romadhon.


    Selesaikan Kuliah 3 Tahun 6 Bulan, Mohammad Aditia Gilang Romadhon Raih Predikat Wisudawan Terbaik DKV ISI Surakarta

    Solo — majalahlarise.com - Prestasi membanggakan diraih Mohammad Aditia Gilang Romadhon yang berhasil menyandang predikat wisudawan terbaik Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Surakarta dalam Wisuda Periode I Tahun 2026. Mahasiswa angkatan 2022 ini lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85 setelah menempuh masa studi selama 3 tahun 6 bulan.

    Aditia sebelumnya juga mencatatkan prestasi sebagai Juara I Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) ISI Surakarta Tahun 2024. Ia meraih gelar Sarjana Desain (S.Ds) melalui jalur Tugas Akhir (TA) artikel ilmiah yang terpublikasi di jurnal SINTA 3, yakni Jurnal Gondang (Seni dan Budaya) Universitas Negeri Medan. Artikel yang ditulis mengangkat tema “Optimizing Visual Identity City Branding Grobogan Through Design Thinking Approach Based on Cakra Manggilingan Concept.”

    Prosesi wisuda tersebut digelar pada Rabu, 15 April 2026 di Pendopo Ageng KGPH Joyokusumo, Kampus Kentingan, Solo, dengan diikuti sebanyak 295 wisudawan dari jenjang Sarjana Terapan (D4), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3). Dalam laporan pendidikan yang disampaikan, ISI Surakarta mencatat rata-rata IPK yang cukup tinggi, yakni program Doktor (S3) mencapai 3,91, Magister (S2) 3,82, Sarjana Terapan 3,76, dan Sarjana 3,58. Secara keseluruhan, jumlah lulusan ISI Surakarta hingga saat ini telah mencapai 9.822 orang.

    Dalam keterangannya, Aditia menyampaikan rasa haru atas capaian yang diraih. “Saya merasa ini menjadi penutup yang manis, berawal sebagai mahasiswa hingga menjadi Mahasiswa Berprestasi 1 ISI Surakarta dan diakhiri sebagai wisudawan terbaik. Semua ini tidak lepas dari dukungan orang tua, dosen, dan civitas akademik yang telah memberikan ruang untuk terus bertumbuh dan berdampak,” ujarnya.

    Ia juga menguraikan harapannya ke depan untuk terus berkembang dan meningkatkan kapasitas diri. “Saya berharap dapat terus menjadi pribadi yang berkembang, memiliki semangat juang yang tidak pernah habis, serta terus mengasah keterampilan agar mampu memberikan dampak yang lebih luas,” tuturnya.

    Sementara itu, dosen pembimbing tugas akhir, Ipung Kurniawan Yunianto, mengapresiasi capaian tersebut dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. “Capaian ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk berprestasi dan lulus tepat waktu, sekaligus memiliki kompetensi yang kuat untuk berkarya dan berkontribusi di masyarakat,” jelasnya. (Sofyan)


    Baca juga: NOAH Nexus Protocol Gelar HOPE di Solo, Tawarkan Peluang DeFi Staking dan Edukasi Blockchain untuk Masyarakat

    Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”.


    NOAH Nexus Protocol Gelar HOPE di Solo, Tawarkan Peluang DeFi Staking dan Edukasi Blockchain untuk Masyarakat

    SOLO – majalahlarise.com - Platform berbasis blockchain, Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain” pada Sabtu (2/4/2026) di Grand H.A.P Hotel Solo. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus pengenalan teknologi keuangan digital kepada masyarakat, khususnya di wilayah Solo Raya.

    Professional trader sekaligus leader Noah Nexus Protocol Solo, Memet, menyampaikan konsep utama yang ditawarkan berfokus pada sistem Decentralized Finance (DeFi) staking berbasis mekanisme Proof of Stake. Dalam skema ini, pengguna menanamkan modal yang dikunci untuk mendukung jaringan dan memperoleh imbal hasil harian berkisar 1,2 persen hingga 1,6 persen. 

    “Konsepnya ini lebih kepada DeFi staking, kita tanam modal lalu di-lock dan mendapatkan reward harian,” ujar Memet.

    Ia menguraikan, perkembangan Noah Nexus Protocol di Solo Raya menunjukkan tren positif dengan omzet mencapai sekitar 600 ribu dolar dalam waktu relatif singkat. Target jangka panjang yang diusung adalah menjadikan NOAH sebagai public chain yang dapat digunakan secara luas dalam sistem keuangan global berbasis blockchain. 

    “Target akhirnya adalah melistingkan NOAH menjadi public chain yang dipakai sistem keuangan blockchain di seluruh dunia,” jelasnya.

    Selain staking, sistem ini juga menghadirkan skema bagi hasil melalui referal dengan persentase antara 0,5 persen hingga 35 persen. Model ini dinilai menyerupai pemasaran konvensional, namun dikembangkan dalam ekosistem digital berbasis komunitas. 

    “Kalau kita mengajak orang untuk join, kita juga mendapatkan bagi hasil dari sistem tersebut,” tutur Memet. 

    Ia menambahkan, peluang ini diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh tambahan penghasilan. “Saya ingin orang-orang yang pernah mengalami kerugian bisa recovery dan masyarakat kecil mendapatkan tambahan income,” ungkapnya.

    Sementara itu, Head of Community Noah Indonesia, Ayub Wicaksono, menyampaikan perkembangan dunia kripto menjadi peluang besar di era digital. Ia mencontohkan bagaimana El Salvador memanfaatkan Bitcoin sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional. 

    “Intinya begini, kita ini sudah hidup di era digitalisasi, untuk itu kita harus mulai mengenal dunia digital termasuk financial digital yaitu kripto,” ujarnya.

    Namun demikian, Ayub mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap investasi bodong yang mengatasnamakan kripto. Ia menuturkan banyak pihak memanfaatkan tren ini untuk menjalankan skema penipuan seperti ponzi, sehingga edukasi menjadi hal utama bagi masyarakat. 

    “Kami mensosialisasikan tentang ilmu kripto, bagaimana menilai proyek yang benar, karena di tempat lain banyak kripto yang tidak benar,” katanya.

    Bagi pemula, ia menyarankan langkah awal dengan praktik langsung menggunakan dompet digital seperti TokenPocket, MetaMask, atau Trust Wallet, kemudian membeli aset kripto seperti Tether (USDT) melalui platform resmi. “Untuk pemula, tidak perlu belajar dulu, yang penting praktik. Nanti ada edukasi atau video tutorial untuk lebih teknisnya,” jelasnya.

    Ayub berharap Noah Nexus Protocol dapat menjadi solusi ekonomi yang inklusif, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Ia menguraikan konsep bisnis ini dirancang tanpa batasan modal minimum agar dapat diakses semua kalangan. 

    “Kami ingin bisnis ini mengangkat derajat masyarakat paling bawah, bukan hanya membuat orang kaya semakin kaya,” tuturnya. 

    Sementara itu, salah satu peserta Chaniago mengaku sudah memperoleh keuntungan sejak bergabung tiga bulan yang lalu. "Saya modal Rp. 200.000 sudah balik modal. Sekarang total saldo sudah tembus 16 dollar," ujarnya. (Sofyan)


    Baca juga: Pentingnya Pendidikan Gratis dan Lapangan Pekerjaan untuk Anak Indonesia: Harapan, Peluang, dan Tantangan Abad XXI

    Pentingnya Pendidikan Gratis dan Lapangan Pekerjaan untuk Anak Indonesia: Harapan, Peluang, dan Tantangan Abad XXI

    Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum.

    Dosen PBSI FKIP UNS, Penggiat Literasi Arfuzh Ratulisa, & Komunitas DIKLISA

    Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa

    Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S. M.Hum.


    “Pendidikan menjadi dasar pembentukan, penguatan, dan pengembangan sumber daya manusia secara bertahap dan berkelanjutan agar memiliki daya saing dan sanding era digital”


           Belajar dan membelajarkan diri sepanjang hayat menjadi kebutuhan setiap manusia sebagai masyarakat Indonesia. Hal ini dikuatkan oleh semangat setiap anak Indonesia harus tahu dan lebih banyak tahu pengetahuan untuk dapat meningkatkan kualitas diri dengan berliterasi ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang masa. Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pertanyaannya. Bagaimana peran pendidikan untuk mengantarkan setiap masyarakat Indonesia menjadi literat. Kemauan dan kemampuan untuk membaca dan menulis secara kritis terhadap wawasan dan pengetahuan terkadang masih sangat terbatas. Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah bersama, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan keluarga. Pentingnya pendidikan sebagai pilar utama kompetensi hardskill dan softskill bagi seluruh masyarakat Indonesia.

           Mimpi dan imajinasi orang tua, pemerintah desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat/istana yang ingin mencerdaskan kehidupan seluruh rakyat Indonesia sudahkah terwujud? Berdasarkan hasil evaluasi pendidikan tahun 2025 yang mefokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup: (1) hasil asesmen nasional, (2) literasi-numerasi, dan (3) lingkungan belajar. Hal ini menjadi dasar fokus bergesernya target nilai akhir menjadi proses berpikir siswa. Selain itu diperlukan partisipasi keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk ke seluruh masyarakat Indonesia. Peran penting orang tua dan masyarakat untuk memeratakan akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia harus terus ditingkatkan. Hal ini sebagai bentuk teknik kolaborasi dan komunikasi humanisme untuk meningkatkan daya saing dan daya sanding seluruh masyarakat Indonesia, baik secara formal maupun nonformal.

           Penguatan kompetensi hardskill dan softskill bagi seluruh masyarakat Indoensia harus menjadi prioritas pemerintah saat ini. Komitmen dan prioritas pemerataan akses pendidikan untuk semua melalui Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi harus dapat duduk bersama untuk merumuskan garis-garis besar Haluan Pendidikan Indonesia (GBHPI). Berdasarkan GBHPI tersebut akan dirancang strategi jangka pendek, menengah, dan panjang sebagai roadmap pendidikan Indonesia untuk dapat membuka ruang akses pendidikan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Kondisi akses pendidikan yang tersebar pada 38 provinsi saat ini masih berbeda-beda, karena disebabkan banyak faktor, antara lain: (1) sumber daya guru dan dosen abad XXI; (2) saran dan prasarana yang beragam; (3) media pembelajaran yang belum memadai; (4) kebijakan pendidikan gratis dasar, menengah, dan tinggi yang belum berpihak pada rakyat; (5) implementasi kebijakan pendidikan yang belum merata ke seluruh wilayah nusantara. Hal ini sebagai harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat menikmati akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

           Harapan untuk belajar dan membelajarkan diri sepanjang hayat bagi seluruh masyarakat Indonesia harus dapat ditangkap sebagai peluang bagi pemerintah. Semangat untuk mau, ingin, dan berkomitmen belajar bagi seluruh anak Indonesia yang tersebar pada 38 provinsi tentu akan menjadi menarik dan menyenangkan apabila didukung sepenuhnya oleh orang tua, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Bagimana cara mendukung dan memotivasinya. Kehadiran pemerintah untuk menyiapkan pendidikan gratis sejak TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, dan perguruan tinggi dan menyiapkan lapangan pekerjaan menjadi harapan, peluang, dan tantangan bagi pemerintah pusat dan daerah yang harus direalisasikan untuk memenuhi harapan, peluang, dan tantangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Apabila pemerintah dapat menyiapkan pendidikan gratis dan lapangan pekerjaan bagi seluruh masyarakat Indoensia ini merupakan mimpi dan imajinasi yang terwujud dalam kenyataan hidup seluruh masyarakat Indoenesia. Bagaimana realisasi pendidikan gratis untuk semua. Pemerintah perlu memetakan kondisi perekonomian keluarga di seluruh Indonesia yang tidak mampu, sedang, dan tinggi. Dengan demikian dapat memetakan kebutuhan pendidikan gratis dan lapangan pekerjaan yang diperlukan.

          Keunggulan pemerintah untuk dapat merealisasikan akses pendidikan untuk semua tentu harus diikuti kebijakan nyata yang berpihak terhadap harapan, peluang, dan tantangan pendidikan abad XXI bagi seluruh masyarakat Indonesia. Komitmen Bapak Presiden Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka sebagai nahkoda pemerintahan Indonesia sangat diharapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Perlu dilaksanakan koordinasi pada ruang lingkup terkecil pada tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat untuk dapat merealisasikan pendidikan untuk semua yang berbasis pendidikan gratis dan penyiapan lapangan pekerjaan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini permasalahannya bukan mencari siapa yang salah terhadapa pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesai tetapi bagaimana mencari solusi terbaik untuk menyiapkan ruang pendidikan untuk seluruh masyarakat Indonesai yang terjangkau, terpenuhi, dan menyenangkan sampai lulus dan sekaligus mendapatkan peluang dan lapangan pekerjaan yang disesuaikan kompetensi sumber daya manusia.

    “Pendidikan sangat penting untuk seluruh anak Indonesia secara bertahap dan berkelanjutan agar menjadi manusia yang baik, cerdas, berkarakter, tangguh, kreatif, kritis, komunikatif, kolaboratif, produktif, dan inspiratif”

    Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa Surabaya, 2 Mei 2026

    Sosok Gatotkaca hadir sebagai pembina upacara Hardiknas di Kelurahan Begajah.


    Gatotkaca Jadi Pembina Upacara dan Ultraman Pimpin Peleton Hardiknas 2026 di Begajah Berlangsung Unik dan Inspiratif

    Sukoharjo – majalahlarise.com - Suasana berbeda tampak dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 di Kelurahan Begajah. Upacara yang biasanya berlangsung formal, kali ini tampil unik dan penuh kreativitas. Sosok Gatotkaca hadir sebagai pembina upacara, sementara komandan peleton diperankan oleh Ultraman. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut berhasil mencuri perhatian peserta, khususnya anak-anak PAUD yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

    Para peserta upacara terdiri dari anak-anak PAUD se-Kelurahan Begajah yang tampil mengenakan beragam busana tradisional dan profesi. Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Begajah Junarno, SE, Bunda PAUD Kelurahan Begajah Yetti Pancanita, S.Pd, jajaran perangkat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan dari kecamatan, Polsek, Koramil, dan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo.

    Dalam amanatnya, Gatotkaca menyampaikan semangat Hari Pendidikan dengan mengisahkan sejarah perjuangan Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan di Indonesia. Ia juga mengajak anak-anak untuk mencintai potensi wisata lokal sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. 

    “Pendidikan tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga dari lingkungan sekitar. Anak-anak perlu dikenalkan dan diajak mencintai potensi daerahnya sejak dini,” ujarnya.

    Selain itu, amanat pembina upacara juga diakhiri dengan penyuluhan mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai bentuk edukasi kesehatan sejak usia dini. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak-anak, sehingga mampu memberikan kesan mendalam.

    Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi mendongeng oleh tim Literasi Gatotkaca dari Disporapar Kabupaten Sukoharjo. Dongeng yang disampaikan sarat nilai moral dan pendidikan karakter, sekaligus menghibur para peserta.

    Bunda PAUD Kelurahan Begajah, Yetti Pancanita, S.Pd, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam membangun pendidikan yang berkualitas. 

    “Diharapkan dengan adanya kolaborasi antara pemangku pemerintahan, lembaga sekolah, Polsek, Koramil, TP PKK, perpustakaan, serta masyarakat dan orang tua, dapat tercipta ekosistem pendidikan yang berkualitas sehingga menghasilkan generasi yang cerdas, unggul, mandiri, kreatif, dan berkarakter baik,” tuturnya.

    Peserta kegiatan ini melibatkan berbagai lembaga pendidikan dan elemen masyarakat, di antaranya Kelompok Bermain Bakti Ibu, PAUD Alkoir, TK II Al Abidin, TK Kartika 1 dan 2, TK MTA, TP PKK Kelurahan Begajah, Perpustakaan Kelurahan Begajah, serta unsur perangkat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga perwakilan Kecamatan Sukoharjo.

    Mengusung tema “Bergerak Bersama Wujudkan Pendidikan dan Generasi Berkualitas”, kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan bermakna. Momentum Hardiknas di Begajah pun tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang edukasi yang menginspirasi bagi generasi masa depan. (Sofyan)


    Baca juga: Momentum Hardiknas 2026 di Giritontro, Dorong Pendidikan Berkualitas dan Daerah Mandiri

    Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah Tahun 2026 di Kecamatan Giritontro.


    Momentum Hardiknas 2026 di Giritontro, Dorong Pendidikan Berkualitas dan Daerah Mandiri

    Wonogiri – majalahlarise.com - Suasana Lapangan Giritontro tampak berbeda pada Sabtu (2/5/2026). Ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat memadati lokasi untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah Tahun 2026. Kegiatan berlangsung meriah, penuh semangat, namun tetap khidmat saat upacara dimulai. Hadir dalam kegiatan tersebut warga sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, Korwilbidikcam, Forkompinca Giritontro, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

    Sebelum pelaksanaan upacara, para hadirin disuguhi beragam penampilan kreatif dari perwakilan sekolah tingkat TK/RA, PAUD, SD hingga SMP. Berbagai pertunjukan seperti tari kreasi daerah, Senam Anak Indonesia Hebat, hingga lantunan lagu “Rukun Sama Teman” berhasil menciptakan suasana semarak dan menghibur. Tepuk tangan penonton menggema mengiringi penampilan para siswa yang tampil penuh percaya diri dan enerjik.

    Upacara diawali dengan pembacaan sejarah otonomi daerah yang mengajak peserta merefleksikan perjalanan pembangunan bangsa. Suasana berubah menjadi khidmat dan penuh makna. Seluruh peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib dan penuh penghormatan. Bertindak sebagai inspektur upacara, Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP, menyampaikan amanat tentang pentingnya pendidikan dalam membangun generasi bangsa yang unggul dan berkarakter.

    Penampilan Tari SOYONG dari SMP Negeri 2 Giritontro.


    Dalam amanatnya, ia juga menguraikan makna Hari Otonomi Daerah sebagai momentum untuk mendorong kemajuan pendidikan, pelayanan publik, serta pembangunan daerah yang mandiri dan berkualitas. “Pendidikan menjadi fondasi utama kemajuan daerah. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, kita dapat menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

    Menjelang akhir kegiatan, panitia membacakan hasil berbagai lomba yang digelar untuk memeriahkan Hardiknas 2026. Lomba bola voli mini tingkat SD/MI dan Lomba Tata Upacara Bendera (TUB) menjadi perhatian utama. Untuk bola voli mini putra, Juara 1 diraih SD N 3 Tlogosari, Juara 2 SD N 1 Tlogosari, dan Juara 3 bersama MIM Kuwang serta SD N 1 Giritontro. Sementara kategori putri, Juara 1 diraih SD N 1 Jatirejo, Juara 2 MIM Sawit, dan Juara 3 bersama SD N Bayemharjo serta SD N 1 Pucanganom.

    Adapun pada Lomba Tata Upacara Bendera (TUB), Juara 1 diraih SD N 2 Giritontro, disusul SD N 1 Giritontro di posisi kedua, dan SD N 1 Pucanganom di posisi ketiga. Sementara juara harapan diraih SD N 1 Jatirejo, SD N 1 Bayemharjo, dan SD N 2 Ngringin.

    Perayaan Hardiknas tahun ini dinilai lebih semarak dibanding tahun sebelumnya. Selain perlombaan, panitia juga menggelar jalan sehat yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Beragam doorprize menarik disiapkan, mulai dari dua ekor kambing, mesin cuci, kompor gas, hingga berbagai alat elektronik lainnya yang menambah antusiasme peserta.

    Ketua panitia kegiatan, Assani Nugroho, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik moril maupun materiil, serta kekompakan panitia sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan berlangsung,” tuturnya.

    Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian terhadap dunia pendidikan di tengah masyarakat Giritontro. 

    “Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan pendidikan yang maju dan membanggakan,” jelasnya.

    Keseruan Hardiknas 2026 di Giritontro pun masih akan berlanjut. Panitia telah menyiapkan lomba mewarnai untuk anak-anak yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (17/5/2026) di kawasan Car Free Day Giritontro, Wonogiri, sebagai penutup rangkaian kegiatan yang sarat makna dan kebersamaan. (Syarif)


    Baca juga: Guru Purna Tugas Terima Penghargaan, Peringatan Hardiknas 2026 di SMP Negeri 2 Manyaran Penuh Haru

    Dua guru purna tugas, Joko Susanto dan Jumadi, menerima penghargaan dedikasi pendidik yang diserahkan langsung oleh Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati.


    Guru Purna Tugas Terima Penghargaan, Peringatan Hardiknas 2026 di SMP Negeri 2 Manyaran Penuh Haru

    Wonogiri – majalahlarise.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 menjadi momentum spesial dan penuh kenangan di SMP Negeri 2 Manyaran. Dua guru purna tugas, Joko Susanto dan Jumadi, menerima penghargaan dedikasi pendidik yang diserahkan langsung oleh Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati. Sabtu (2/5/2026) usai pelaksanaan upacara di halaman sekolah. Suasana haru menyelimuti prosesi penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian panjang keduanya dalam dunia pendidikan.

    Kepala SMP Negeri 2 Manyaran, Dra. Siti Khumaidah Hidayati menyampaikan Joko Susanto dan Jumadi telah mengabdikan diri selama puluhan tahun, dengan masa pengabdian mencapai 33 hingga 36 tahun. Ia menguraikan pengalaman panjang tersebut menjadi bukti dedikasi luar biasa dalam mencerdaskan generasi muda. 

    “Beliau ini menyumbangkan separuh bahkan lebih dari 40 persen kehidupan untuk pendidikan,” ujarnya. Ia menambahkan, pengabdian tersebut tidak hanya mencerminkan profesionalitas, tetapi juga ketulusan dalam membentuk karakter dan keterampilan peserta didik.

    Lebih dari sekadar pengajaran di ruang kelas, Joko Susanto dan Jumadi dinilai sebagai teladan hidup bagi para siswa. Nilai-nilai yang mereka tanamkan diharapkan terus melekat sepanjang hayat. 

    “Nilai-nilai yang beliau berikan kepada anak-anak ini akan menjadi nilai yang tertanam sampai nanti,” ungkapnya.

    Sebagai bentuk penghargaan, kenangan atas dedikasi kedua guru tersebut akan diabadikan dan dipajang di lingkungan sekolah sebagai inspirasi bagi generasi berikutnya. “Siapa tahu nanti di antara kalian ini ada yang menjadi guru di SMP Negeri 2 Manyaran,” pesannya.

    Dalam refleksinya, Joko Susanto mengungkapkan rasa bangga pernah menjadi bagian dari SMP Negeri 2 Manyaran. Ia mengawali karier sejak tahun 1989 dan mengakhiri masa tugas setelah mengabdi lebih dari satu dekade di sekolah tersebut sejak mutasi pada 2013. 

    “Saya masih bangga pernah di SMP Negeri 2 Manyaran, banyak kenangan berharga selama saya mengabdi di sini,” tuturnya. 

    Ia juga menguraikan tantangan pendidikan saat ini yang semakin kompleks, terutama dalam membentuk karakter siswa di tengah arus modernisasi. “Kami lebih menekankan karakter terlebih dahulu. Kalau adab sudah baik, ilmu akan mengikuti dengan sendirinya,” jelasnya.

    Ia turut mengenang pentingnya kebersamaan dalam lingkungan sekolah, termasuk peran kepala sekolah dari masa ke masa. Menurutnya, kekompakan guru dan kepemimpinan yang peduli menjadi kunci keberhasilan pendidikan. 

    “Kunci di sini adalah kebersamaan, saling mendukung, dan bagaimana memanusiakan manusia dalam pendidikan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Jumadi menuturkan perjalanan panjangnya sebagai pendidik yang dimulai sejak masih berstatus mahasiswa. Ia sudah mengajar sejak semester tiga kuliah dengan membagi waktu antara mengajar dan menempuh pendidikan hingga lulus sekitar tahun 1990. Pengabdiannya berlanjut di berbagai sekolah tingkat SMA dan SMK sebelum akhirnya menjadi guru di SMP, termasuk di wilayah dengan akses yang cukup menantang. Ia kemudian melanjutkan pengabdian di SMP Negeri 2 Manyaran selama kurang lebih 18 tahun hingga memasuki masa purna tugas pada 1 Mei 2026.

    Dalam perjalanannya, Jumadi tidak hanya mengajar, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial terhadap siswa. Ia pernah membantu dua siswa kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga akhirnya berhasil dalam kehidupan. 

    “Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi untuk anak-anak, untuk generasi berikutnya tetap semangat belajar, jangan pantang menyerah, memang harus bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita dan impian,” ujarnya. 

    Ia berharap pengalaman pengabdiannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik. (Sofyan)


    Baca juga: Lomba Tata Upacara Bendera Hardiknas 2026 di Giritontro, SDN 2 Giritontro Raih Juara 1 dan Tanamkan Nasionalisme Siswa

    Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP., membuka Lomba Tata Upacara Bendera (TUB) tingkat SD/MI se-Kecamatan Giritontro yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.


    Lomba Tata Upacara Bendera Hardiknas 2026 di Giritontro, SDN 2 Giritontro Raih Juara 1 dan Tanamkan Nasionalisme Siswa

    Wonogiri – majalahlarise.com - Semangat nasionalisme dan cinta tanah air tampak begitu kuat dalam gelaran Lomba Tata Upacara Bendera (TUB) tingkat SD/MI se-Kecamatan Giritontro yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kecamatan Giritontro ini berjalan meriah sejak pagi hingga sore hari dengan antusias tinggi dari peserta maupun masyarakat.

    Sebanyak 19 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah ambil bagian dalam lomba tersebut. Kehadiran Forkopimcam, kepala sekolah, guru pendamping, serta wali murid menambah semarak suasana. Acara dibuka langsung oleh Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, S.STP., yang dalam sambutannya menguraikan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda.

    “Lomba Tata Upacara Bendera ini tidak sekadar kompetisi, tetapi menjadi media pembelajaran untuk menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta semangat cinta tanah air pada siswa sejak dini,” ujarnya.

    Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut para siswa diharapkan semakin memahami makna upacara bendera sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.

    Suasana lomba berlangsung penuh semangat. Setiap regu tampil dengan persiapan matang, menampilkan kekompakan, ketepatan gerakan, serta kedisiplinan dalam menjalankan tugas upacara. Sorak dukungan dari para pendukung turut membangkitkan semangat peserta, menjadikan peringatan Hardiknas tahun ini terasa lebih hidup dan bermakna.

    Salah satu panitia kegiatan, Harmanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kegiatan ini memberikan dampak positif, baik bagi siswa maupun guru. Ia menuturkan kegiatan semacam ini perlu terus ditingkatkan kualitasnya di masa mendatang.

    “Kegiatan ini sangat bagus karena siswa dan guru mendapatkan wawasan tentang tata cara upacara yang benar. Selain itu juga menumbuhkan jiwa nasionalisme serta rasa cinta tanah air kepada generasi muda,” ungkapnya.

    Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan. “Kami menyadari masih ada beberapa kelemahan. Ke depan akan kami evaluasi agar pelaksanaan kegiatan berikutnya bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

    Setelah melalui penilaian ketat dari dewan juri, hasil lomba menetapkan SD Negeri 2 Giritontro sebagai juara pertama, disusul SD Negeri 1 Giritontro di posisi kedua, dan SD Negeri 1 Pucanganom sebagai juara ketiga. Sementara itu, juara harapan diraih oleh SD Negeri 1 Jatirejo (harapan 1), SD Negeri 1 Bayemharjo (harapan 2), dan SD Negeri 2 Ngringin (harapan 3). Untuk kategori komandan terbaik diraih oleh SD Negeri 1 Jatirejo.

    Harmanto yang juga Kepala SD Negeri 2 Giritontro menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih sekolahnya. Ia menguraikan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim.

    “Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi ini. Terima kasih kepada anak-anak dan para pembina yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh. Kemenangan ini menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan tim,” tuturnya.

    Ia berharap prestasi tersebut mampu memotivasi siswa untuk terus berkembang. “Semoga ini menjadi dorongan bagi siswa agar semakin disiplin, percaya diri, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Kami juga mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang dan tetap semangat bagi yang belum meraih juara,” pungkasnya.

    Melalui kegiatan ini, semangat Hardiknas 2026 di Kecamatan Giritontro tidak hanya terasa sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat karakter pelajar. Lomba Tata Upacara Bendera menjadi ruang pembelajaran nyata dalam menumbuhkan generasi yang disiplin, berkarakter, serta mencintai Indonesia. (Syarif)


    Baca juga: Mahasiswa DKV ISI Surakarta Terlibat Produksi Konten Promosi Lewat Program Skim Magang



Top