GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
PKBM Syifa Surakarta Dorong Semangat Wirausaha melalui Program Prophetic Entrepreneurship
![]() |
| Narasumber Arif Priyanto, S.Pd.I., MCP dan Fahrudin, S.Pd., M.Pd., serta dipandu Mochammad Alwi, S.S., M.M. |
PKBM Syifa Surakarta Dorong Semangat Wirausaha melalui Program Prophetic Entrepreneurship
SURAKARTA - majalahlarise.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Syifa Surakarta yang beralamat di Jl. Jamsaren No. 44 Serengan Surakarta mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda melalui workshop bertajuk Prophetic Entrepreneurship. Kegiatan yang digelar di Hotel Sahid Jaya, Solo, Rabu (21/10/2026),
Mengusung tema “Membentuk Pemimpin Muda yang Mandiri dan Berakhlak Mulia”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Arif Priyanto, S.Pd.I., MCP dan Fahrudin, S.Pd., M.Pd., serta dipandu Mochammad Alwi, S.S., M.M. Materi yang disampaikan menggabungkan pembelajaran kewirausahaan, pengembangan karakter, kepemimpinan, dan pemanfaatan teknologi untuk membangun usaha.
Kepala PKBM Syifa Surakarta, Puri Setianingtyas, S.E., M.M., menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan membekali siswa dengan kemampuan kewirausahaan agar tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademis, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha. Mereka bisa mulai belajar berbisnis dari hal-hal sederhana, meskipun belum memiliki pengalaman atau kemampuan berwirausaha sebelumnya,” jelasnya.
Menurut Puri, pengembangan kewirausahaan siswa dapat dimulai dari minat dan hobi masing-masing. Potensi yang dimiliki siswa perlu dikenali dan diarahkan agar dapat berkembang menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi.
PKBM Syifa Surakarta juga berkomitmen memberikan pendampingan agar siswa dapat mengembangkan gagasan bisnis secara bertahap. Dengan demikian, pembelajaran yang diperoleh dalam workshop tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Narasumber Arif Priyanto menjelaskan, konsep Prophetic Entrepreneurship mengajarkan kewirausahaan dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah. Empat sifat tersebut meliputi siddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, tabligh atau menyampaikan kebenaran, serta fathanah atau cerdas.
Menurut Arif, nilai-nilai tersebut perlu menjadi fondasi bagi generasi muda ketika mulai membangun dan menjalankan usaha. Keberhasilan dalam berwirausaha tidak semata-mata diukur dari keuntungan materi, tetapi juga dari integritas, tanggung jawab, dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.
“Anak-anak perlu belajar berwirausaha agar menjadi pribadi yang mandiri. Dalam menjalankan usaha, mereka harus meneladani sifat Rasulullah, yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Dengan nilai-nilai tersebut, usaha yang dibangun diharapkan tidak hanya memberikan keberhasilan di dunia, tetapi juga membawa kebaikan untuk akhirat,” jelas Arif.
Ia berharap pembekalan tersebut dapat mendorong siswa berani memulai usaha dan menerapkan ilmu yang diperoleh. Menurutnya, keberanian untuk mencoba menjadi bagian penting dalam proses belajar kewirausahaan.
Arif juga mengingatkan perkembangan era digital telah membuka peluang usaha yang semakin luas. Generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produk, menjangkau konsumen, serta mengembangkan bisnis tanpa harus selalu memiliki modal besar atau tempat usaha fisik.
Karena itu, siswa didorong untuk segera mengambil langkah nyata sesuai kemampuan masing-masing. Pengalaman yang diperoleh sejak dini akan menjadi bekal untuk mengenali kebutuhan pasar, memahami karakter konsumen, dan meningkatkan keterampilan mengelola usaha.
Sementara itu, Fahrudin menjelaskan generasi muda saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Kondisi tersebut menuntut anak muda untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi spiritual, psikologis, karakter, maupun keterampilan.
Menurutnya, kedekatan dengan Allah, pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, serta kejelasan tujuan hidup menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.
Fahrudin mengajak siswa menyusun target kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan. Perencanaan dapat dimulai dengan menentukan tujuan yang ingin dicapai dalam satu, dua, hingga tiga tahun ke depan. Target tersebut menjadi panduan agar generasi muda memiliki arah yang jelas dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.
Ia juga menyoroti pentingnya keberanian mengambil tindakan atau take action. Menurutnya, keinginan untuk sukses harus disertai langkah nyata, bukan sekadar menjadi angan-angan atau berhenti pada perkataan.
“Mulailah dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan mulai sekarang. Jangan hanya memiliki keinginan untuk sukses, tetapi tidak berani memulai. Kita harus berani mengambil tindakan karena dari proses tersebut kita bisa belajar,” jelas Fahrudin.
Ia menambahkan, keraguan dalam memulai sesuatu sering muncul karena kurangnya keyakinan diri, pengetahuan, atau pengalaman. Oleh sebab itu, generasi muda perlu terus belajar, memperluas wawasan, dan berani mencoba hal-hal baru.
Menurut Fahrudin, kesalahan dalam proses belajar dapat dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki langkah berikutnya. Sementara itu, keputusan yang tepat dan disertai tindakan konsisten dapat membuka jalan menuju keberhasilan.
Fahrudin menilai pembekalan kewirausahaan dan kepemimpinan memiliki peran penting dalam membuka wawasan serta mengarahkan potensi generasi muda. Setiap anak memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan, tetapi potensi tersebut memerlukan dukungan, fasilitas, dan pendampingan yang tepat.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengenali kekuatan diri, mengembangkan keterampilan, membangun karakter positif, serta meningkatkan keberanian dalam mengambil keputusan.
Pembelajaran kewirausahaan juga diharapkan menjadi sarana bagi siswa untuk melatih kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan persoalan. Bekal tersebut tidak hanya berguna ketika membangun bisnis, tetapi juga dalam menghadapi tantangan kehidupan dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin.
“Anak-anak memiliki potensi yang besar. Potensi itu perlu digali, diarahkan, difasilitasi, dan didorong melalui pendampingan yang tepat. Dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan keberanian bertindak, mereka diharapkan mampu meraih kesuksesan serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Workshop Prophetic Entrepreneurship yang diselenggarakan PKBM Syifa Surakarta ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga berani berwirausaha, mandiri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral.
Melalui perpaduan keterampilan bisnis, pemanfaatan teknologi, pembentukan karakter, dan keteladanan Rasulullah, siswa diharapkan mampu mengembangkan usaha sesuai minat dan potensinya serta tumbuh menjadi generasi yang produktif dan berakhlak mulia. (Sofyan)
Baca juga: DKV ACT 12 Angkat Tema Sinambung, Kenalkan Seni Tradisi melalui Wiyata Njawani di Banjarsari Solo
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Ziarah Agung Mbah Kyai Nur Suhud, Rawat Jejak Dakwah Ulama Keraton Kartosura di Nguter SUKOHARJO – majalahlarise.com – Warga Nahdlatul Ulam...


Tidak ada komentar: