GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
MoU Fakultas Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED Bukan Sekadar Seremonial, tapi Kolaborasi Nyata
MoU Fakultas Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED Bukan Sekadar Seremonial, tapi Kolaborasi Nyata
SOLO – majalahlarise.com – Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta dan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), Selasa (30/9/2026). Kegiatan berlangsung di Kampus UNSOED dan menjadi langkah penguatan sinergi kedua perguruan tinggi dalam menghadapi tuntutan kolaborasi, riset, serta hilirisasi hasil penelitian.
Dekan Fakultas Pertanian UNSOED, Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, MoU menjadi bagian dari target strategis Fakultas Pertanian UNSOED dalam memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik dunia industri maupun institusi pendidikan.
“MoU ini adalah target kami untuk memperluas kerja sama. Namun demikian, yang paling penting adalah MoU harus menghasilkan implementasi. Jangan hanya berhenti di atas kertas. Kerja sama harus memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” tegas Prof. Sakhidin.
Ia menjelaskan, tantangan di bidang pertanian dan pangan semakin kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Kolaborasi lintas perguruan tinggi, disiplin ilmu, dan wilayah diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan, mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan.
“Pertanian dan pangan merupakan persoalan bersama. Karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi agar berbagai potensi yang dimiliki masing-masing institusi dapat saling melengkapi,” jelasnya.
Dekan Fakultas Saintek UNISRI, Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.TP., M.P., menyampaikan hal senada. Ia menjelaskan, hubungan kerja sama antara Fakultas Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED sebenarnya telah berlangsung sebelum MoU ditandatangani.
“Implementasi antara Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED sebenarnya telah terjalin lama, bahkan sebelum MoU ini ditandatangani. Bentuknya sudah ada, seperti menulis buku bersama, team teaching, penelitian bersama, dan kerja sama pengelolaan jurnal,” ungkap Prof. Nanik.
Menurutnya, penandatanganan MoU menjadi bentuk formalisasi sekaligus penguatan terhadap berbagai kolaborasi yang telah berjalan. Dengan adanya kesepahaman resmi, kerja sama diharapkan dapat dikembangkan secara lebih terstruktur, berkelanjutan, serta memberikan dampak yang lebih luas bagi sivitas akademika kedua perguruan tinggi.
“Sudah bukan saatnya lagi kita bersaing secara individual. Di era kolaborasi seperti sekarang, justru kekuatan kolaborasi akan membuat semua pihak semakin kuat dan maju bersama. Prinsipnya adalah collaborate to elevate,” pungkasnya.
Melalui MoU tersebut, Fakultas Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED sepakat mengembangkan kerja sama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ruang lingkupnya meliputi pengembangan pendidikan melalui team teaching dan pertukaran dosen tamu, penelitian kolaboratif serta publikasi ilmiah bersama, pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan petani.
Selain itu, kedua fakultas juga akan mengembangkan jurnal ilmiah dan penulisan buku ajar serta membuka peluang pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi diwujudkan melalui berbagai program konkret yang melibatkan dosen, mahasiswa, peneliti, serta masyarakat.
Kerja sama Fakultas Saintek UNISRI dan Fakultas Pertanian UNSOED sekaligus diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem kolaborasi antarperguruan tinggi di Jawa Tengah, khususnya dalam menghasilkan inovasi dan solusi di bidang pertanian, teknologi, serta ketahanan pangan nasional. (Sofyan)
Baca juga: Alumni Smansa Wonogiri Angkatan 1990 Gelar Temu Kangen di Kaliurang
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
Bupati dan wakil bupati Boyolali Agus Irawan dan Dwi Fajar saat berdoa acara slup slupan. Bupati dan Wakil Bupati Boyolali Agus Irawan dan D...

Tidak ada komentar: