Mahasiswa KKN Mandiri Univet Bantara Edukasi Warga Tegalrejo melalui Pemilahan Sampah dan Insinerator Sederhana

Print Friendly and PDF

 

Mahasiswa KKN Mandiri Universitas Veteran Bangun Nusantara bersama masyarakat RT 01 RW 03 Tegalrejo dalam kegiatan sosialisasi pemilahan sampah dan demonstrasi pembuatan insinerator sederhana berbahan batako, Jumat (21/8/2026).


Mahasiswa KKN Mandiri Univet Bantara Edukasi Warga Tegalrejo melalui Pemilahan Sampah dan Insinerator Sederhana

SUKOHARJO – majalahlarise.com - Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) memberikan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga kepada masyarakat RT 01 RW 03 Tegalrejo, Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Tahun 2026 tersebut diisi dengan sosialisasi pemilahan sampah serta pembuatan dan demonstrasi insinerator sederhana berbahan batako.

Kegiatan dilaksanakan Keke Cahyaningtyas Robbani dan Raakhenita Diva Moninggar di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Ani, S.K.M., M.K.K.K. Sebanyak 20 warga mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, serta evaluasi.


Keke berperan dalam persiapan kegiatan, koordinasi tempat, dan penyampaian materi mengenai pemilahan serta pengelolaan sampah. Sementara Raakhenita bertugas menyiapkan instrumen evaluasi, berkoordinasi dengan narasumber, menyiapkan alat insinerator, dan mendampingi demonstrasi.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari rumah, terutama melalui pemilahan berdasarkan jenisnya. Dengan pemilahan yang dilakukan sejak dari sumber, sampah dapat dikelola sesuai karakteristiknya,” ujar Keke.

Materi sosialisasi meliputi jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sejak dari sumber, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta dampak pembakaran sampah secara terbuka terhadap kesehatan dan lingkungan.

Sebelum materi diberikan, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal. Setelah sosialisasi dan demonstrasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi.


Sesi berikutnya diisi dengan pembuatan dan demonstrasi insinerator sederhana berbahan batako. Kegiatan tersebut menghadirkan Muhammad Hendardi selaku tenaga ahli di bidang udara sebagai narasumber.

Muhammad Hendardi menjelaskan prinsip pembakaran, tahapan pembuatan, fungsi, serta cara penggunaan insinerator sederhana berbahan batako. Peserta juga diperkenalkan dengan bahan dan peralatan yang digunakan serta melihat secara langsung proses pembuatan alat tersebut.

“Pemilahan tetap menjadi bagian penting sebelum sampah masuk ke tahap pengolahan. Tidak semua jenis sampah dapat diolah melalui pembakaran, sehingga masyarakat perlu memahami karakteristik sampah dan pengelolaannya secara tepat,” jelas Muhammad Hendardi.

Demonstrasi tersebut sekaligus menjadi ruang diskusi bagi masyarakat mengenai permasalahan sampah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Peserta dapat mengajukan pertanyaan mengenai proses pembakaran dan penggunaan insinerator secara lebih terkendali.



Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Dari 20 peserta, nilai rata-rata pre-test tercatat 80,0, kemudian meningkat menjadi 95,0 pada post-test. Dengan demikian, terdapat peningkatan nilai rata-rata sebesar 15 poin.

Raakhenita mengatakan hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu indikator adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.

“Melalui evaluasi pre-test dan post-test, kami dapat melihat perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti sosialisasi dan demonstrasi. Harapannya, pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam pengelolaan sampah sehari-hari di lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya.

Mahasiswa berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat semakin terbiasa memilah sampah sejak dari rumah dan memiliki kepedulian lebih baik terhadap kebersihan serta kesehatan lingkungan.

Selain memberikan manfaat kepada masyarakat, kegiatan KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut merupakan bagian dari KKN Mandiri Tahun 2026 dengan tema “Univet Berdampak: Sinergi Kampus dan Masyarakat dalam Mengoptimalkan Potensi Lokal dan Produk Unggulan Daerah melalui Inovasi dan Kolaborasi.”

Melalui kolaborasi mahasiswa, tenaga ahli, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan, terutama yang dimulai dari tingkat rumah tangga. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top