Masjid Makmur, Kerja Jadi Berkah: RRI Surakarta Gelar Pengajian Syukuran Renovasi Masjid As-Syiar

Print Friendly and PDF

Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, menyampaikan pentingnya menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dan ikhtiar untuk meraih keberkahan hidup.


Masjid Makmur, Kerja Jadi Berkah: RRI Surakarta Gelar Pengajian Syukuran Renovasi Masjid As-Syiar

Solo - majalahlarise.com – Masjid As-Syiar Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta menggelar pengajian dalam rangka tasyakuran selesainya renovasi masjid, Kamis (22/10/2026). Kegiatan bertema “Memakmurkan Masjid, Meningkatkan Kinerja, Meraih Keberkahan RRI Surakarta” ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, dan semangat pengabdian di lingkungan kerja.

Pengajian tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan ini dihadiri Kepala LPP RRI Surakarta sekaligus Pembina Masjid As-Syiar, Iwan Martono, Kepala Bagian Tata Usaha Dian Margawati, para ketua tim, pengelola, pegawai RRI Surakarta, peserta magang, serta warga Kestalan.

Hadir sebagai penceramah, Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, menyampaikan pentingnya menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dan ikhtiar untuk meraih keberkahan hidup.

Menurutnya, keberkahan tidak hanya diukur dari banyaknya harta atau tingginya penghasilan. Keberkahan juga tercermin dari bertambahnya kebaikan dalam diri, keluarga, lingkungan kerja, hingga kehidupan bermasyarakat.

“Masjid bukan sekadar tempat bersujud, tetapi juga tempat menumbuhkan kejujuran, kedisiplinan, dan semangat pengabdian. Renovasi masjid hendaknya tidak hanya memperindah bangunan, tetapi juga memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas kinerja,” ujar Dwi Jatmiko.

Ia menjelaskan, pekerjaan dapat bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang ikhlas, dilaksanakan secara profesional, serta memberikan manfaat bagi orang lain. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam setiap tugas dan tanggung jawab, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ketika pekerjaan dilandasi niat yang ikhlas, dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi sesama, insyaallah akan menghadirkan keberkahan. Mari memakmurkan Masjid As-Syiar, meningkatkan kinerja, dan menjadikan RRI Surakarta sebagai lingkungan kerja yang amanah, profesional, serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Dwi Jatmiko juga mengajak seluruh keluarga besar RRI Surakarta menjadikan masjid sebagai ruang untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun karakter positif dalam kehidupan sehari-hari. Semangat beribadah, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan komitmen memberikan pelayanan terbaik.

Selesainya renovasi Masjid As-Syiar diharapkan tidak hanya menghadirkan kenyamanan dalam beribadah, tetapi juga memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan akhlak dan penguatan silaturahmi. Masjid diharapkan menjadi tempat tumbuhnya karakter yang peduli terhadap agama, sesama manusia, sistem kerja, dan lingkungan.

Momentum tasyakuran ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga dan memakmurkan masjid setelah renovasi selesai. Kemakmuran masjid tidak hanya diwujudkan melalui kondisi bangunan yang terawat, tetapi juga melalui kegiatan ibadah, pengajian, pembinaan akhlak, serta keterlibatan masyarakat dalam berbagai aktivitas positif.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026, yakni memperkuat kontribusi umat dalam membangun bangsa. Semangat keagamaan diharapkan menjadi landasan untuk melahirkan pribadi yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar RRI Surakarta diharapkan semakin memperkuat hubungan antara nilai spiritual dan profesionalisme kerja. Dengan masjid yang makmur serta lingkungan kerja yang berlandaskan keimanan, kejujuran, dan tanggung jawab, setiap pekerjaan diharapkan menjadi ladang ibadah yang membawa manfaat bagi masyarakat. (Sofyan)


Baca juga: PKBM Syifa Surakarta Dorong Semangat Wirausaha melalui Program Prophetic Entrepreneurship


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top