Kunjungan Institusi HI UNISRI 2026 ke Malaysia, Mahasiswa Belajar Diplomasi Langsung di KBRI Kuala Lumpur dan IDFR

Print Friendly and PDF

Mahasiswa HI UNISRI saat mengikuti Kuliah Kunjungan Institusi (KKI) di Malaysia.

Kunjungan Institusi HI UNISRI 2026 ke Malaysia, Mahasiswa Belajar Diplomasi Langsung di KBRI Kuala Lumpur dan IDFR

SURAKARTA – majalahlarise.com – Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, menyelenggarakan Kuliah Kunjungan Institusi (KKI) di Malaysia pada 11–15 Oktober 2026. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari praktik diplomasi dan hubungan internasional secara langsung melalui kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan Institute of Diplomacy and Foreign Relations (IDFR) Malaysia.

Kegiatan yang menjadi bagian dari kurikulum wajib FISIP UNISRI tersebut diikuti 30 mahasiswa, termasuk dua mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNISRI. Rombongan didampingi dua dosen, Agung Yudhistira Nugraha, M.A. dan Qonitah Rohmadiena, M.A., yang juga berperan sebagai Pembimbing Akademik (PA) mahasiswa serta Kepala Laboratorium HI UNISRI.

Kunjungan ini dirancang untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui pengalaman belajar di lingkungan institusi yang berkaitan langsung dengan bidang ilmu hubungan internasional. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep dan teori di ruang kuliah, tetapi juga mengenal pelaksanaan diplomasi, pengelolaan hubungan luar negeri, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang diplomatik.

Dalam kunjungan ke KBRI Kuala Lumpur, rombongan UNISRI diterima langsung oleh Atase Pendidikan. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat tugas dan fungsi perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk perlindungan warga negara Indonesia (WNI) serta peran diplomasi dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kompleksitas tugas perwakilan diplomatik Indonesia. Keberadaan KBRI tidak hanya berkaitan dengan komunikasi resmi antarpemerintah, tetapi juga mencakup pelayanan dan perlindungan WNI serta upaya mempererat hubungan Indonesia dengan negara tempat perwakilan bertugas.

Pengalaman ini memberikan konteks nyata bagi mahasiswa dalam memahami peran diplomasi sebagai instrumen penting dalam menjaga kepentingan nasional, membangun kerja sama, dan menyelesaikan berbagai persoalan lintas negara.

Rangkaian KKI berlanjut dengan kunjungan ke Institute of Diplomacy and Foreign Relations (IDFR) Malaysia. Rombongan UNISRI diterima tiga narasumber, yakni YBhg. Dato’ Rus Shazila Osman selaku Acting Director General IDFR; Dato’ Dr. Mohammad Rameez Yahaya selaku Director of the Competency Enhancement Centre (CEC), IDFR; serta Mr. Haris Syarwani Razali selaku Senior Principal Director, Management Services Division, IDFR.

Dalam sesi bersama para narasumber, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuan mengenai pendidikan diplomatik, peningkatan kompetensi, serta praktik hubungan luar negeri Malaysia. Pertemuan tersebut juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan dan tantangan diplomasi internasional.

IDFR sebagai institusi yang berkaitan dengan pendidikan dan pengembangan kompetensi diplomatik memberikan perspektif mengenai proses pembelajaran yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas diplomasi. Materi yang diperoleh menjadi bekal bagi mahasiswa dalam memahami hubungan antara penguasaan teori, keterampilan profesional, dan kemampuan beradaptasi dengan dinamika global.

Kuliah Kunjungan Institusi di Malaysia ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa HI UNISRI untuk menghubungkan materi perkuliahan dengan praktik di lapangan. Pengalaman mengunjungi KBRI Kuala Lumpur dan IDFR Malaysia memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai peran institusi negara dalam menjalankan hubungan luar negeri, melindungi kepentingan nasional, serta membangun kerja sama antarnegara.

Selain memperluas wawasan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman akademik internasional yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan cara pandang lebih luas terhadap isu-isu global. Pemahaman mengenai diplomasi juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi peluang dan tantangan karier di bidang hubungan internasional.

Melalui kegiatan ini, Prodi HI FISIP UNISRI terus mendorong proses pembelajaran yang berorientasi internasional dan tidak terbatas pada kegiatan di ruang kelas. Kunjungan institusi di luar negeri menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman langsung di lingkungan profesional.

KKI di Malaysia diharapkan dapat memperkuat wawasan global mahasiswa, meningkatkan pemahaman mengenai praktik diplomasi, serta mendukung pengembangan kompetensi yang dibutuhkan dalam bidang hubungan internasional. Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan semakin siap memahami dinamika global dan berkontribusi dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan diplomasi serta hubungan antarnegara. (Sofyan)


Baca juga: Bangun Generasi Qur’ani dan Berkemajuan, SD Muhammadiyah PK Solo Gelar Baitul Arqam Sarat Makna


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top