GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Komunitas Diklisa dan Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa Luncurkan Gerakan Literasi Nusantara (GLN) untuk Tingkatkan Kompetensi Literasi bagi Mahasiswa, Guru, Dosen, Penggiat Literasi, dan Masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah Berbasis Literasi Kasus dan Proyek Nusantara
Komunitas Diklisa dan Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa Luncurkan Gerakan Literasi Nusantara (GLN) untuk Tingkatkan Kompetensi Literasi bagi Mahasiswa, Guru, Dosen, Penggiat Literasi, dan Masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah Berbasis Literasi Kasus dan Proyek Nusantara
Oleh: Prof. Dr. Muhammad Rohmadi,S.S. M.Hum.
Guru Besar Bidang Pragmatik dan Pembelajaran Pragmatik
Dosen PBSI FKIP UNS, Pendiri, Penggiat Literasi Arfzh Ratulisa, dan Komunitas DIKLISA
Email: rohmadi_dbe@yahoo.com/Youtube/Tiktok: M. Rohmadi Ratulisa
"Kala kabut menyelimuti nusantara, ruang gerak dan cerita baik akan terus menjadi pemantik ide dan gagasan mulia sebagai wujud nyata berliterasi Ratulisa (rajin menulis & membaca) untuk kemaslahatan umat sepanjang hayat"
Komunitas Diklisa (Dialog Pendidikan Literasi, Bahasa, dan Sastra) dan Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa telah meluncurkan Gerakan Literasi Nusantara (GLN) berkolabaorasi dengan mahasiswa, guru, dosen, penggiat literasi, dan masyarkat di Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk mendukung gerakan literasi nasional dan untuk implementasikan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kasus dan proyek literasi nusantara. Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak tgl 12 -19 Oktober 2026 yang dilaksakan dengam moda daring, luring, dan analisis kasus secara mendalam, kritis, dan tugas proyek mandiri untuk berliterasi dengan Ratulisa (rajin menulis dan membaca). Kegiatan tersebut mendapatkan fasilitas seminar kit, 3 buku cetak, dan 11 buku versi digital sebagai sumber literasi untuk menghasilkan satu tulisan sebagai luaran kegiatan yang akan diterbitkan menjadi tulisan bersama dalam Buku Diklisa#8 yang diterbitkan oleh Penerbit Yuma Pustaka Surakarta berkerja sama dengan Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa dan Komunitas Diklisa.
Semua peserta kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) GLN serta seminar mengikuti dengan sangat antusias, interaktif, dan kritis dalam berdiskusi untuk menyampaikan pendapat dan gagasan kritisnya. Hal ini tampak dalam giat dengan moda luring, Sabtu, 17 Oktober 2026 yang dilaksanakan di Aula FKIP UNTAD berkolaborasi dengan Unit Akreditasi Nasional dan Internasional LPPMP UNS, Laboratorium Bahasa FKIP UNTAD, Prodi PBSI FKIP UNTAD, Penerbit Yuma Pustaka, Penerbit Bumi Aksara, Lembaga Lolodolina Palu, MGMP Bahasa Indonesia Kota Palu, Keluarga Alumni PBSI FKIP UNTAD, Fakultas Sastra Universitas AlKhairaat (UNISA), Penggadean, UIN Kota Palu, guru-guru, dosen, penggiat literasi, mahasiswa, dan masyarakat di Sulawesi Tengah.
Kegiatan diklat dan seminar dalam rangka peningkatan kompetensi literasi nusantara digital dan nondigital untuk mahasiswa, guru, dosen, penggiat literasi, dan Masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah diawali pengantar oleh Ketua Panitia Seminar sekaligus Ketua Laboratorium FKIP UNTAD, Dr. Ulinsa, M.Hum. kemudian dibuka oleh Dekan FKIP UNTAD, Dr. Jamaludin, M.Si. yang disampaikan oleh Wakil Dekan bidang akademik, Prof. Dr. Sahrul Saehana, M.Si yang didampingi Wakil Dekan bidang keuangan, Dr. Darsikin, M.Si.. Kegiatan GLN telah berjalan sangat lancar, menyenangkan, dan membahagiakan semua peserta yang hadir dalam giat tersebut karena diawali dengan penampilan tiga siswa SMP N Palu bimbingan Pak Haji Rasyid dan Pak Supriyadi untuk menampilkan tari selamat datang dengan khas lagu daerah Sulawesi Tengah. Dalam giat tersebut dihadirkan narasumber Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, M. Hum sekaligus sebagai pendiri dan penggiat Komunitas Diklisa dan LeGmbaga Literasi Arfuzh Ratulisa.
![]() |
| Kolaborasi mahasiswa dan dosen PBSI FKIP UNTAD dalam Gerakan Literasi Nusantara (GLN) Komunitas Diklisa dan Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa (Foto koleksi DKOmunitas Diklisa). |
Fokus utama dalam giat tersebut, Rohmadi menegaskan "Guru, dosen, mahasiswa, penggiat literasi, masyarakat abad XXI harus memiliki 3 modal utama, yaitu: (1) niatkan menjadi guru, dosen, mahasiswa, penggiat literasi Ratulisa dan Komunitas Diklisa untuk beribadah; (2) teruslah belajar dan berliterasi Ratulisa (rajin menulis dan membaca) sepanjang hayat; dan (3) doakan orang tua, guru, dosen, pemimpin, teman sejawat, murid-murid, mahasiswa, sanak famili, handai taulan, dan seluruh masyarakat Indonesia agar sukses dan bahagia dunia akhirat". Selain itu, Rohmadi juga mengajak mahasiswa, guru, dan dosen, penggiat literasi, dan Masyarakat Sulawesi Tengah untuk terus bergerak dan menggerakkan secara aktif, kreatif, inovatif, dan produktif pembelajaran bahasa Indonesia dengan berbasis kasus dan proyek di kelas, luar kelas, digital, dan nondigital serta menghasilkan proyek yang komprehensif merujuk pada aneka kasus yang dianalisis secara kritis dan mendalam. Hal ini dalam rangka untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis metode pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah dasar dan menengah serta pembelajaran berbasis kasus dam proyek di perguruan tinggi.
Narasumber, Muhammad Rohmadi juga memberikan ice breaking “Senam KOLISA (Konsentrasi Literasi Diklisa)” dan semangat untuk selalu cinta dan bangga pada bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan seluruh masyarakat Indoensia. Semangat dan yel-yel yang diberikan Rohmadi yaitu: “Aku cinta bahasa Indonesia; Aku banga bahasa Indonesia; Bahasa Indonesia luar biasa. Dalam giat tersebut dibahas dan didiskusikan aneka kasus pembelajaran yang terjadi di Sekolah Islam Terpadu, sekolah satu atap, SMP, MTs, SMA, SMK, dan perguruan tinggi secara komprehensif. Beberapa diskusi dan pertanyaan disampaikan oleh beberapa dosen PBSI UNTAD, yaitu Dr. Syamsudin, M.Pd., Dr. Juniati, M. Pd. Yang mendukung program Gerakan Literasi Nusantara Komunitas Diklisa dan Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa. Selain itu, ada juga guru SMP Islam Terpadu, Mutmainah, M. Pd., Melati, S. Pd. yang mendeksripsikan dan menanyakan aneka kasus pembelajaran dan literasi Ratulisa bagi para muridnya. Diskusi yang sangat aktif dan kritis untuk membahas aneka kasus pembelajaran era digital yang dipantik oleh Masrin sebagai moderator giat Diklisa dalam rangka Bulan Bahasa, yang akan diperingati tanggal 28 Oktober 2026.
Akhirnya, giat tersebut ditutup oleh narasumber, Muhammad Rohmadi yang saat ini sebagai pengajar di Program Stusi PBSI FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan mengajak dan meyakinkan kepada mahasiswa, guru, dosen, penggiat literasi di Sulawesi Tengah untuk terus bergerak dan menggerakkan murid dan mahasiswanya untuk terus berliterasi dengan ratulisa, bersama Komunitas Diklisa dengan ikut berpartisipasi aktif dalam melancarkan Gerakan Literasi Nusantara (GLN) sehingga ke depan akan menjadi sosok guru dan dosen abad XXI yang selalu dirindukan oleh umat sepanjang hayat karena ilmu, amal, dan karya nyata bersama Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa dan Komunitas Diklisa. Pesan Muhammad Rohmadi kepada seluruh mahasiswa, guru, dosen, penggiat literasi, dan seluruh masyarakat di Indonesia, "Teruslah berliterasi dengan Ratulisa bersama Komunitas Diklisa. Membacalah untuk menulis dan menulislah untuk dibaca umat sepanjang hayat"
Puncak giat peluncuran GLN dan Peningkatan Kompetensi Literasi Digital dan Nondigital Komunitas Diklisa dan Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa dalam rangka memeringati bulan bahasa akhirnya telah dilaksanakan dengan lancar, sukses, maslahat, dan berkah sehingga dapat menghasilkan satu karya bersama Book Chapter DIKLISA#8 sebagai wujud implementasi pembelajaran berbasis kasus dan proyek DIKLAT dan Seminar Peningkatan Kompetensi Literasi Nusantara yang diadakan oleh Komunitas Diklisa dan Lembaga Literasi Ratulisa bersama semua panitia, peserta, Komunias Diklisa dan Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa Provinsi Sulawesi Tengah, yang terdiri atas mahasiswa, guru, dosen, penggiat literasi Ratulisa, dan masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah.
"Gerakan literasi ratulisa (rajin menulis dan membaca) merupakan upaya nyata Komunitas Diklisa dan Lembaga Literasi Arfuzh Ratulisa untuk ikut serta mencerdaskan, membelajarkan, dan mengantarkan seluruh masyarakat Indonesia untuk terus bersilaturahmi, berliterasi ratulisa, berbagi cerita baik, dan berbahagia sepanjang masa"
Istana Arfuzh Ratulisa dan Diklisa, Palu, 18 Oktober 2026
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Ziarah Agung Mbah Kyai Nur Suhud, Rawat Jejak Dakwah Ulama Keraton Kartosura di Nguter SUKOHARJO – majalahlarise.com – Warga Nahdlatul Ulam...



Tidak ada komentar: