Kampung Mandiri Cepoko Mulyo Dorong Kemandirian Warga Lewat UMKM, Ketahanan Pangan dan Kepedulian Lingkungan

Print Friendly and PDF

 


Kampung Mandiri Cepoko Mulyo Dorong Kemandirian Warga Lewat UMKM, Ketahanan Pangan dan Kepedulian Lingkungan

Boyolali – majalahlarise.com – Kampung Mandiri Cepoko Mulyo di Dukuh Cepokosawit RT 07/RW 02, Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, terus mengembangkan potensi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, hingga kegiatan keagamaan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang mandiri, maju, guyub, sejahtera, dan berkelanjutan melalui pengembangan potensi lokal serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Ketua Kampung Mandiri Cepoko Mulyo, Ida Widaningsih, S.Psi., mengatakan kemandirian masyarakat diwujudkan melalui kemampuan warga mengembangkan usaha produktif, membangun kerja sama, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, peduli terhadap lingkungan, serta menumbuhkan rasa kemanusiaan.

“Yang dikembangkan di Kampung Mandiri Cepoko Mulyo adalah lingkungan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kemandirian diwujudkan melalui kemampuan masyarakat mengembangkan usaha produktif, menumbuhkan kerja sama, menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah, peduli lingkungan dan kemanusiaan,” ujar Ida, Jumat (2/10/2026).


Menurut Ida, Kampung Mandiri Cepoko Mulyo memiliki sejumlah tujuan, di antaranya memandirikan Desa Cepokosawit, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mencegah urbanisasi, serta memperkuat ketahanan pangan, sosial, dan keagamaan.

Hal tersebut sejalan dengan visi Kampung Mandiri Cepoko Mulyo untuk mewujudkan kampung yang mandiri, maju, guyub, sejahtera, dan berkelanjutan.

Kembangkan UMKM Berbasis Potensi Lokal

Salah satu sektor yang terus dikembangkan adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM GWB (Group Wajan Bahagia). Kelompok tersebut menjadi wadah kegiatan ekonomi warga dengan mengembangkan berbagai produk, mulai kue kering dan kue basah, keripik, katering, kapsul daun kelor, sirup dan minuman sereh, hingga budidaya lumut dan ikan.

Pengembangan usaha dilakukan dengan memaksimalkan potensi alam serta keterampilan yang dimiliki masyarakat setempat. Produk makanan yang dihasilkan diarahkan memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Perluasan pemasaran dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang mudah dijangkau warga. Telepon seluler, WhatsApp, dan media sosial digunakan untuk memperkenalkan produk, menerima pesanan, menyampaikan informasi, serta memperluas jaringan pemasaran.

Transformasi ekonomi tersebut mulai diperkuat pada 27 Desember 2025. Saat itu, GWB yang sebelumnya bergerak di bidang sosial dan keagamaan mulai memperluas kegiatan ke sektor UMKM untuk membangun kemandirian finansial, menciptakan peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

Peduli Lingkungan dan Ketahanan Pangan

Semangat kemandirian juga diwujudkan melalui kegiatan gotong royong menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keindahan lingkungan. Warga secara bersama-sama melakukan pembersihan jalan, selokan, fasilitas umum, lingkungan rumah, hingga area produksi UMKM.

Selain itu, dikembangkan program “Menanam 1000 Sereh” dengan memanfaatkan pekarangan dan lahan yang tersedia.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, tetapi juga mendukung kegiatan produksi UMKM, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kualitas produk makanan.

Perkuat Solidaritas Sosial

Kehidupan sosial masyarakat menjadi bagian penting dalam Kampung Mandiri Cepoko Mulyo. Semangat kebersamaan, gotong royong, musyawarah, dan kepedulian terhadap sesama diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial.

Salah satunya melalui kegiatan Jumat Berkah berupa pembagian makanan dan kupon makan gratis, termasuk program makan gratis di Warung Soto Mbak Tatik.

Kegiatan tersebut menjadi sarana menumbuhkan kepedulian, empati, solidaritas, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Di bidang keagamaan, GWB secara berkala menggelar kajian dengan menghadirkan ustaz atau ustazah. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, memperkuat nilai spiritual, sekaligus membangun kebersamaan masyarakat.

Tingkatkan Kapasitas dan Keterampilan Warga

Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian Kampung Mandiri Cepoko Mulyo. Masyarakat mendapatkan pelatihan, pembinaan, serta kesempatan berbagi pengalaman dalam bidang produksi, pemasaran, teknologi digital, pengelolaan usaha, dan keamanan pangan.

Ke depan, pengembangan Kampung Mandiri Cepoko Mulyo diarahkan pada penguatan sektor ekonomi, sosial, lingkungan, dan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas produk, perluasan pemasaran, serta peningkatan keterampilan masyarakat.

Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga masyarakat, pelaku usaha, dan pihak terkait, dengan tetap menempatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan.

Dinilai Tim Kampung Mandiri Kabupaten Boyolali

Dalam kegiatan penilaian Kampung Mandiri, hadir Plt. Camat Sawit, Kepala Desa Cepokosawit, Ketua TP PKK Kecamatan Sawit, Ketua TP PKK Desa Cepokosawit, Tim Penilai Kampung Mandiri Kabupaten Boyolali, serta tamu undangan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kehadiran tim penilai menjadi momentum bagi masyarakat Kampung Mandiri Cepoko Mulyo untuk menunjukkan berbagai potensi, inovasi, produk UMKM, kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, serta kearifan lokal yang dikembangkan secara bersama-sama.

Ida berharap seluruh potensi yang dimiliki Kampung Mandiri Cepoko Mulyo dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dari Kampung Mandiri Cepoko Mulyo, kami ingin memberikan gambaran yang jelas mengenai seluruh potensi dan kearifan lokal yang kami miliki. Bersama-sama kita wujudkan kemajuan dan kesejahteraan Kampung Mandiri,” katanya.

Semangat tersebut sejalan dengan prinsip pelaksanaan Kampung Mandiri Cepoko Mulyo yang mengedepankan gotong royong, kepedulian sosial, partisipasi aktif masyarakat, optimalisasi potensi lokal, musyawarah, dan kerja sama.

Dengan menggabungkan kekuatan ekonomi warga, kepedulian sosial, kelestarian lingkungan, ketahanan pangan, dan kehidupan keagamaan, Kampung Mandiri Cepoko Mulyo terus membangun kemandirian dari tingkat masyarakat untuk mendukung kemajuan Desa Cepokosawit secara berkelanjutan. (Sofyan)


Baca juga: Jejak Kolaborasi Sejak 2015 Berlanjut, Perpustakaan UNISRI dan UMY Perkuat Kerja Sama Literasi


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top