Wawali Astrid Widayani Buka KREASSO 2026, Gelorakan Seni Digital Anak Hebat Solo

Print Friendly and PDF

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka Kreativitas Anak Sekolah Solo (KREASSO) 2026 di Terminal Tirtonadi, Surakarta, Selasa (22/9/2026). 


Wawali Astrid Widayani Buka KREASSO 2026, Gelorakan Seni Digital Anak Hebat Solo

Solo - majalahlarise.com - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka Kreativitas Anak Sekolah Solo (KREASSO) 2026 di Terminal Tirtonadi, Surakarta, Selasa (22/9/2026). Tahun ini, KREASSO mengangkat tema “Gelorakan Seni Digital Anak Hebat Solo”.

KREASSO 2026 menghadirkan 85 penampilan seni pelajar dan expo yang diikuti sekitar 20 peserta. Penampilan seni tersebut terdiri atas 29 peserta tingkat SD, 40 SMP, 12 SMA, serta empat sanggar seni.

Peserta KREASSO 2026 tidak hanya berasal dari Kota Surakarta. Sejumlah pelajar dari luar Solo juga turut ambil bagian, salah satunya SMA Pradita Dirgantara. Beragam karya ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari seni tradisi hingga karya kontemporer.

Dalam sambutannya, Astrid mengatakan perkembangan teknologi digital perlu diikuti kemampuan anak dalam memanfaatkannya sebagai ruang berkarya. Teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana konsumsi informasi, tetapi juga dapat menjadi media untuk berkreasi dan menghasilkan karya positif.



“Teknologi juga dapat menjadi ruang untuk berkreasi, berekspresi, berkarya, dan menghasilkan sesuatu yang positif. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan bersama dengan kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap seni serta budaya,” kata Astrid.

Menurut Astrid, KREASSO menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan karya di tengah perkembangan teknologi digital. Pelajar didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif.

“Melalui seni digital, anak-anak dapat menuangkan ide, imajinasi, dan gagasan dengan cara yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Astrid juga meminta pelajar memanfaatkan KREASSO bukan sekadar untuk tampil maupun berkompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pelajar untuk membangun kepercayaan diri, memperluas pertemanan, serta mendapatkan pengalaman baru.

“Jangan takut untuk berkarya, jangan takut untuk mencoba hal baru, dan jangan takut untuk menunjukkan kreativitas kalian. Tidak harus selalu sempurna. Yang paling penting adalah berani berproses, berani berekspresi, dan terus belajar,” pesan Astrid.

Pada pembukaan KREASSO 2026 juga dilakukan penyerahan karya dari MGMP Seni Budaya SMP Kota Surakarta oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta kepada Wakil Wali Kota Surakarta.

Selain menjadi peserta pertunjukan, pelajar turut dilibatkan dalam penyelenggaraan KREASSO sebagai panitia, pembawa acara hingga liaison officer (LO). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk melatih keberanian, kemandirian, kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan mengelola kegiatan.

KREASSO merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang ekspresi dan kreativitas pelajar di Kota Surakarta. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga expo karya serta berbagai aktivitas kreativitas pelajar.

Astrid berharap dukungan terhadap kreativitas pelajar tidak hanya datang dari sekolah, tetapi juga guru dan orang tua. Setiap anak memiliki potensi, bakat, dan cara masing-masing dalam berkarya sehingga perlu diberikan ruang untuk berkembang.

“Kami ingin anak-anak Surakarta tumbuh menjadi generasi yang kreatif, percaya diri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap memiliki karakter dan kecintaan terhadap seni dan budaya,” katanya.

Sementara itu, Koordinator KREASSO 2026 Joko Susilo mengatakan antusiasme pelajar tahun ini cukup tinggi. Jumlah pendaftar bahkan melebihi kapasitas yang disiapkan panitia. Pendaftaran yang awalnya direncanakan ditutup pada 20 Agustus akhirnya ditutup lebih awal.

Menurut Joko, proses kurasi dilakukan melalui Google Form dan pengumpulan video penampilan calon peserta. Setiap karya mendapat durasi maksimal 20 menit agar seluruh penampilan dapat terakomodasi dalam rangkaian kegiatan.

KREASSO 2026 digelar di Terminal Tirtonadi dan terbuka gratis untuk masyarakat umum. Masyarakat dapat menyaksikan langsung beragam karya dan penampilan pelajar yang ditampilkan sepanjang kegiatan.

KREASSO terus dikembangkan sebagai agenda kreativitas pelajar dari tahun ke tahun. Setiap penyelenggaraan menghadirkan tema dan konsep berbeda, sekaligus memberikan ruang bagi pelajar untuk menampilkan karya dan belajar terlibat langsung dalam pengelolaan kegiatan.

Melalui KREASSO 2026, ruang ekspresi pelajar dipadukan dengan perkembangan teknologi digital. Seni, kreativitas, karakter, dan pengalaman berorganisasi menjadi bagian dari proses pelajar untuk terus berkembang dan menghasilkan karya.(Mas Is/ Sofyan)


Baca juga: MTs Negeri 5 Wonogiri Raih Prestasi OMI 2026, Dean Juara 1 IPS Terintegrasi dan Siti Fatimah Harapan 3 IPA


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top