Transid Aktivasi Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas, Wali Kota Respati Dorong Volunteer Turun Langsung ke Warga

Print Friendly and PDF

Wali Kota Surakarta Respati Ardianto saat menyampaikan sambutan.


Transid Aktivasi Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas, Wali Kota Respati Dorong Volunteer Turun Langsung ke Warga

Surakarta - majalahlarise.com - Komunitas Transid mengaktivasi perpustakaan kampung dan taman cerdas se-Kota Surakarta melalui program literasi yang melibatkan ratusan volunteer. Kegiatan Urun Rembug #7 bertajuk “Pentingnya Aktivasi Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas se-Kota Surakarta” berlangsung di Pendopo Lodji Gandrung, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Surakarta Respati Ardianto, Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta Sekar Tandjung, Founder Transid Mohammad Taufiq Hasan, serta 220 volunteer dan 35 peserta magang dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, Respati menyerahkan naskah nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada Mohammad Taufiq Hasan sebagai penanda kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dan Transid dalam mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi masyarakat.

Kerja sama tersebut menjadi payung kolaborasi untuk menghidupkan ruang-ruang literasi warga secara berkelanjutan sekaligus mendorong keterlibatan anak muda dalam kegiatan literasi di tingkat kampung.

Respati menyerahkan naskah nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada Mohammad Taufiq Hasan sebagai penanda kerja sama Pemerintah Kota Surakarta dan Transid.


Respati meminta para volunteer tidak hanya menjalankan kegiatan di perpustakaan, tetapi juga turun langsung dan berbaur dengan masyarakat. Menurutnya, interaksi secara langsung diperlukan agar volunteer memahami kondisi dan kebutuhan warga.

“Teman-teman yang mengikuti pelatihan ini bisa turun ke kampung-kampung, ngobrol dengan warga yang ada di masyarakat, memahami serta merasakan langsung kondisi mereka,” kata Respati.

Ia menjelaskan, keterlibatan volunteer di kampung diharapkan memberikan dampak lebih luas. Aktivitas yang dilakukan tidak sebatas menggelar kegiatan, tetapi juga membangun kesadaran dan menumbuhkan minat baca, terutama bagi anak-anak.

“Bukan hanya sekadar mengaktivasi sebuah kegiatan, tetapi juga bagaimana menyadarkan dan menumbuhkan minat baca anak-anak di kampung-kampung,” ujarnya.

Respati melihat kampung memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi muda dengan kapasitas dan kemampuan yang luar biasa. Karena itu, anak muda yang terlibat dalam program literasi diharapkan ikut membangun kembali budaya membaca di tengah masyarakat.

“Saya yakin, generasi yang tumbuh dan memiliki kapasitas luar biasa itu banyak muncul dari kampung-kampung. Anak-anak muda dari kampung memiliki potensi yang besar,” katanya.

Dalam pelaksanaan program, Transid menyiapkan 35 peserta magang yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Para peserta magang akan ditempatkan di 10 perpustakaan kampung yang tersebar di Kota Surakarta. Mereka berkolaborasi dengan pengurus perpustakaan kampung dan volunteer untuk menjalankan aktivitas literasi secara langsung di tengah masyarakat.

Salah satu program yang diperkenalkan Transid adalah Ruang Bercerita. Program ini menjadi ruang interaksi dengan anak-anak melalui aktivitas literasi yang tidak hanya berorientasi pada membaca buku, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak untuk bercerita dan mengekspresikan gagasan.

Ruang Bercerita didukung kegiatan pameran karya dan voluntrip. Berbagai program tersebut menjadi pendekatan Transid dalam menghidupkan perpustakaan kampung agar tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga ruang aktivitas warga dan anak-anak.

Founder Transid Mohammad Taufiq Hasan mengatakan Transid lahir secara organik dari keresahan bersama sebagai warga Kota Surakarta. Komunitas tersebut dibentuk sebagai wadah bagi setiap orang untuk bertumbuh sesuai dengan potensi masing-masing.

Melalui kerja sama dengan Pemkot Surakarta, Transid berharap program-program yang telah disiapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.

Setelah sesi sambutan dan penyerahan MoU, kegiatan Urun Rembug #7 dilanjutkan dengan pengenalan program Ruang Bercerita kepada para volunteer. Forum berlangsung interaktif dengan peserta mendapatkan penjelasan mengenai alur kerja dan sistem pelaksanaan program ketika terjun langsung ke masyarakat serta mendampingi anak-anak.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan focus group discussion (FGD). Para volunteer dikelompokkan berdasarkan perpustakaan kampung yang telah dipilih untuk berdiskusi bersama pengurus perpustakaan masing-masing.

Dalam FGD tersebut, volunteer dan pengurus perpustakaan mendalami modul Ruang Bercerita yang telah disiapkan untuk masing-masing lokasi. Tahapan ini menjadi proses awal bagi volunteer untuk mengenali karakteristik lingkungan dan kebutuhan masyarakat di kampung yang akan mereka dampingi.

Kolaborasi Pemkot Surakarta dan Transid diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang belajar, berinteraksi, berkarya, sekaligus menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat. (Sofyan)


Baca juga: PKKMB 2026 Universitas Veteran Bantara, Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Unggul


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top