Tim Monev KKN Univet Bantara Tinjau Expo Produk Mahasiswa di Baturetno

Print Friendly and PDF

Camat Baturetno, Hery Indrastiyono, S.STP saat menggunting pita tandai pembukaan expo produk KKN Univet Bantara Sukoharjo.


Tim Monev KKN Univet Bantara Tinjau Expo Produk Mahasiswa di Baturetno

WONOGIRI - majalahlarise.com - Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo meninjau pelaksanaan program KKN sekaligus mengunjungi stand Expo produk mahasiswa di Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan KKN sekaligus melihat secara langsung hasil inovasi mahasiswa selama berkolaborasi dengan masyarakat desa.

Wakil Rektor 2 Univet Bantara Sukoharjo, Ir. Yos Wahyu Harinta, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Baturetno dan pemerintah desa yang telah mendukung pelaksanaan KKN di delapan desa. Menurutnya, dukungan pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan program KKN.

“Kami bersyukur kepada Allah SWT karena seluruh hadirin dapat mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi KKN Tahun 2026. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Camat Baturetno beserta jajaran serta para kepala desa yang telah mendukung pelaksanaan KKN,” ujarnya.

Camat Baturetno Hery Indrastiyono, S.STP bersama tim monev KKN saat mengunjungi stand display produk karya mahasiswa KKN.


KKN Univet Bantara 2026 berlangsung sejak 3 Agustus hingga 17 September 2026. Kegiatan mengusung tema “Univet Berdampak, Sinergi Kampus dan Masyarakat dalam Mengembangkan Potensi Lokal dan Produk Unggulan Daerah melalui Inovasi dan Kolaborasi.”

Yos Wahyu Harinta menjelaskan, melalui tema tersebut mahasiswa didorong tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal dan produk unggulan desa.

Dalam Monev, tim universitas turut melihat berbagai produk inovasi mahasiswa yang dipamerkan melalui Expo. Produk tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKN, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan berpeluang menembus pasar yang lebih luas.

“Produk-produk ini diharapkan bisa dikembangkan hingga menembus pasar yang lebih luas dan global. Univet Bantara juga mendapat kesempatan mengikuti Expo di Tangerang pada 14 Oktober 2026 setelah sebelumnya mengikuti kegiatan di Purwokerto. Kami berharap ada produk mahasiswa yang dapat difasilitasi untuk naik kelas melalui akses dan peluang yang diberikan Kementerian Perdagangan,” jelasnya.

Wakil Rektor 2 Univet Bantara Sukoharjo, Ir. Yos Wahyu Harinta, M.Si. saat melakukan monitoring dan evaluasi di salah satu stand expo KKN.


Menurut Yos Wahyu Harinta, pengembangan produk unggulan desa pada akhirnya diharapkan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah. Berdasarkan komunikasi dengan Camat dan Kapolsek Baturetno, pelaksanaan KKN dinilai berjalan baik dan menghasilkan kolaborasi positif bagi kemajuan desa.

Sementara itu, Koordinator DPL KKN Kecamatan Baturetno, R. Adi Deswijaya, S.S., M.Hum., menjelaskan KKN di wilayah tersebut diikuti 160 mahasiswa yang tersebar di delapan desa dalam 16 kelompok. Expo digelar sebagai bentuk penyampaian hasil kerja mahasiswa selama melaksanakan program di tengah masyarakat.

“Expo ini menampilkan berbagai capaian dan program yang telah dilaksanakan mahasiswa. Ada produk unggulan, pengembangan produk UMKM lokal, inovasi pembelajaran bagi masyarakat maupun siswa, serta berbagai bentuk kreativitas mahasiswa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kampus sekaligus belajar hidup bersama masyarakat. Mahasiswa dituntut mampu memahami kebutuhan desa dan memberikan solusi sesuai potensi yang dimiliki masyarakat.

“Harapannya, program kerja dan produk yang dihasilkan tidak berhenti setelah KKN selesai. Hasilnya dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat dan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Camat Baturetno, Hery Indrastiyono, S.STP., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan karena wilayahnya dipercaya menjadi lokasi KKN Univet Bantara 2026. Kehadiran mahasiswa selama lebih dari satu bulan dinilai memberikan manfaat melalui transfer pengetahuan, keterampilan, dan ilmu kepada pemerintah desa serta masyarakat.

Ia juga mengapresiasi Expo KKN yang untuk pertama kalinya digelar di Kecamatan Baturetno. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperlihatkan hasil kerja mahasiswa sekaligus membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan KKN tidak berhenti pada kegiatan formal. Komunikasi dan kerja sama dapat terus dilanjutkan sehingga potensi yang ada di Kecamatan Baturetno bisa dikembangkan bersama,” tuturnya.

Hery menyebut sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari pemberdayaan perempuan melalui Tim Penggerak PKK Kecamatan Baturetno, UMKM, hingga desa wisata. Potensi wisata menurutnya tidak hanya berkaitan dengan wisata alam, tetapi juga UMKM dan sektor hortikultura, seperti komoditas semangka di Desa Botoh.

“Kami berharap Univet Bantara dapat terus berkontribusi, termasuk menyediakan narasumber dan pendampingan untuk meningkatkan wawasan serta kapasitas masyarakat,” katanya.

Salah satu peserta Expo, Ferdi Erianto, Ketua Kelompok 55 KKN Desa Belikurip, menjelaskan kelompoknya memamerkan sejumlah produk hasil kreativitas mahasiswa selama menjalankan program KKN. Produk yang ditampilkan antara lain hasil karya dari siswa SD kolase biji-bijian serta beberapa produk dari UMKM yaitu tempe kripik dan makanan srabi.

“Produk unggulan yang menjadi fokus utama dalam pameran adalah master plan untuk perangkat desa dan peta. Kami berharap produk tersebut dapat memberikan manfaat serta mendukung kebutuhan masyarakat dan pengembangan desa,” jelas Ferdi.

Melalui kegiatan Monev dan Expo, Univet Bantara mendorong hasil KKN menjadi pijakan untuk membangun kerja sama yang lebih berkelanjutan antara kampus dan masyarakat. Program dan produk mahasiswa diharapkan mampu terus dikembangkan sehingga memberikan dampak nyata bagi penguatan potensi lokal serta perekonomian masyarakat di wilayah Baturetno. (Sofyan)


Baca juga: Maulid Nabi 1448 H, SMA Veteran 1 Sukoharjo Ajak Siswa Hidupkan Akhlak Rasulullah


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top