Siswa Kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono Belajar Mengolah Singkong melalui Fun Games, Tour and Cooking Class

Print Friendly and PDF

Siswa kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti kegiatan Fun Games, Tour and Cooking Class di Singkong Keju Argotelo, Salatiga.


Siswa Kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono Belajar Mengolah Singkong melalui Fun Games, Tour and Cooking Class

SALATIGA — majalahlarise.com — Sebanyak 113 siswa kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti kegiatan Fun Games, Tour and Cooking Class di Singkong Keju Argotelo, Salatiga. Rabu, 23 September 2026. Kegiatan tersebut didampingi sembilan guru pendamping.

Kegiatan yang menjadi bagian dari Pembelajaran di Luar Kelas (PPL) tersebut dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Para siswa diajak mengenal secara langsung proses pengolahan singkong sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui usaha rumahan.

Tidak sekadar melihat proses produksi, siswa juga mendapat kesempatan mempraktikkan langsung cara mengolah singkong. Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui aktivitas nyata sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas.

Melalui kegiatan tour dan cooking class, siswa dapat memahami bahwa bahan pangan sederhana seperti singkong dapat diolah menjadi berbagai produk yang menarik dan memiliki nilai ekonomi. Pembelajaran tersebut diharapkan semakin dekat dengan dunia anak sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.

Selain kegiatan tour dan cooking class, siswa mengikuti fun games yang dirancang untuk membangun kerja sama dan kebersamaan. Permainan tersebut sekaligus melatih kedisiplinan dan kemandirian siswa serta memperkuat ukhuwah Islamiyah antar siswa.

Sembilan guru yang mendampingi kegiatan tersebut yakni Ust. Eka, Ust. Lian, Ust. Ikhah, Ust. Kharis, Ust. Rahma, Ust. Iis, Ust. Vinda, Ust. Lulux, dan Ust. Adit.

Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, mengatakan pembelajaran bagi siswa kelas 1 perlu dikemas melalui pengalaman yang dekat dengan dunia anak.

“Anak-anak tidak hanya belajar melalui buku dan ruang kelas. Mereka juga perlu melihat, mencoba, dan mengalami secara langsung. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan,” ujarnya.

Menurut Pujiono, pembelajaran di luar kelas juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, dan ukhuwah melalui pengalaman nyata.

“Harapannya, anak-anak pulang tidak hanya membawa oleh-oleh, tetapi juga membawa pengalaman, keterampilan, dan nilai-nilai kebaikan yang mereka dapatkan selama kegiatan,” pungkasnya. (Sofyan)


Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top