Siswa SMPN 8 Kota Surakarta Tampilkan Drama Tari “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca” di KREASSO 2026

Print Friendly and PDF

 

Siswa SMPN 8 Kota Surakarta tampilkan pertunjukan drama tari berjudul “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca”. 

Siswa SMPN 8 Kota Surakarta Tampilkan Drama Tari “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca” di KREASSO 2026

SURAKARTA — majalahlarise.com — Siswa SMP Negeri 8 Kota Surakarta turut memeriahkan Kreativitas Anak Sekolah Solo (KREASSO) 2026 melalui pertunjukan drama tari berjudul “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca”. Pertunjukan tersebut memadukan seni drama dan tari dengan kisah pewayangan untuk mengenalkan nilai kepahlawanan dan budaya kepada generasi muda.

Pertunjukan berlangsung di Terminal Tirtonadi Convention Hall, Surakarta, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang diikuti siswa SMPN 8 Surakarta.

Drama tari “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca” mengangkat kisah pewayangan yang diawali dengan serangan Prabu Kala Pracana terhadap Kahyangan Suralaya. Serangan tersebut membuat para dewa kewalahan menghadapi kekuatan sang raja.

Dalam situasi tersebut, Batara Guru mengutus Batara Narada untuk mencari seorang ksatria yang mampu mengalahkan Prabu Kala Pracana. Pilihan kemudian jatuh kepada Tetuka, bayi putra Bima dan Arimbi.

Untuk mendapatkan kekuatan sakti mandraguna, Tetuka dimasukkan ke dalam kawah Candradimuka. Setelah melalui proses tersebut, Tetuka muncul sebagai ksatria tangguh dan mendapatkan nama Gathotkaca.

Dalam pementasan siswa SMPN 8 Surakarta, perjalanan tersebut divisualisasikan melalui perpaduan adegan drama dan gerak tari. Gathotkaca kemudian tampil sebagai ksatria yang memiliki kekuatan untuk menghadapi Prabu Kala Pracana hingga berhasil mengalahkannya.

Kepala SMP Negeri 8 Kota Surakarta, Sarjoko, menjelaskan kegiatan KREASSO memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah. Selain menambah wawasan dan pengetahuan, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal sekaligus mengapresiasi berbagai bentuk seni dan kreativitas.

“Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Mereka dapat menyaksikan secara langsung berbagai bentuk seni dan kreativitas sehingga wawasan serta pengalaman mereka semakin bertambah,” jelasnya.

Sarjoko menjelaskan, pembelajaran di luar kelas melalui kegiatan seni seperti KREASSO juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk membangun pengalaman, kedisiplinan, serta apresiasi terhadap karya seni dan budaya.

“Melalui pengalaman langsung, siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga melihat dan merasakan proses kreativitas dalam sebuah pertunjukan. Hal ini menjadi bagian dari pengalaman belajar yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan siswa,” lanjutnya.

Sementara itu, Guru Pembina Radhian Wrahatnolo menyampaikan keikutsertaan SMPN 8 Kota Surakarta dalam KREASSO 2026 sekaligus memperlihatkan bagaimana cerita pewayangan dapat dikemas dalam pertunjukan yang menarik bagi pelajar. "Perpaduan drama dan tari membuat kisah Gathotkaca hadir dalam bentuk pertunjukan yang komunikatif dan sarat nilai budaya," terangnya.

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi siswa untuk mengenal lebih dekat seni pertunjukan sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia. (Sofyan)


Baca juga: Siswa Kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono Belajar Mengolah Singkong melalui Fun Games, Tour and Cooking Class


Tidak ada komentar:

Write a Comment

⬆
Top