GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Semarak Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3 SMPN 2 Giritontro, 648 Siswa Ditempa Jadi Generasi Tangguh dan Berkarakter
![]() |
| Upacara api unggun Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3. |
Semarak Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3 SMPN 2 Giritontro, 648 Siswa Ditempa Jadi Generasi Tangguh dan Berkarakter
Wonogiri - majalahlarise.com – Lapangan SMP Negeri 2 Giritontro selama tiga hari, Kamis-Sabtu (6-8/8/2026), berubah menjadi kawasan perkemahan yang dipenuhi semangat, keceriaan, kedisiplinan, dan kebersamaan. Sebanyak 648 peserta didik kelas VII, VIII, dan IX mengikuti Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3 Gugus Depan 09.047-09.048 SMP Negeri 2 Giritontro.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda besar kepramukaan sekolah sekaligus wahana pembentukan karakter melalui pengalaman belajar secara langsung. Para peserta tidak hanya diajak mendirikan tenda dan mengikuti aktivitas kepramukaan, tetapi juga belajar mandiri, bertanggung jawab, bekerja sama, memimpin, menjaga lingkungan, serta peduli terhadap sesama.
Sejak awal kegiatan, antusiasme peserta terlihat dari aktivitas setiap regu. Dengan mengenakan seragam Pramuka dan perlengkapan kemah, para siswa bersama kelompoknya menyiapkan tempat, mengatur perlengkapan, menjaga kebersihan, mengikuti kegiatan kepramukaan, hingga menyelesaikan berbagai tugas secara bersama-sama.
Ketua Panitia Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3, Ahmad Sidik Pranoto, S.Pd., menjelaskan kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter, bukan sekadar agenda berkemah.
“Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3 ini bukan sekadar kegiatan berkemah. Di dalamnya terdapat proses pendidikan karakter yang sangat penting bagi anak-anak. Mereka belajar bagaimana hidup bersama, bekerja sama dalam regu, bertanggung jawab terhadap tugas, menjaga kebersihan, disiplin mengikuti jadwal, serta belajar mandiri,” ungkapnya.
Menurut Ahmad, keterlibatan seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX memberikan pengalaman sosial yang lebih luas. Peserta tidak hanya berinteraksi dengan teman sekelas, tetapi juga membangun persaudaraan dengan siswa dari tingkat kelas berbeda.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, tertib, dan gembira. Pengalaman selama tiga hari ini diharapkan menjadi kenangan positif sekaligus bekal bagi mereka untuk menerapkan nilai-nilai Pramuka dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kepala SMP Negeri 2 Giritontro sekaligus Kamabigus, Retno Wulandari, S.Pd., M.Pd, memberikan apresiasi kepada panitia, pembina Pramuka, guru, karyawan, serta seluruh peserta didik yang mendukung pelaksanaan Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3.
Ia menilai kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah. Nilai-nilai yang ditanamkan melalui Pramuka dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda.
“Kegiatan Pramuka bukan hanya tentang berkemah, mendirikan tenda, atau mengikuti berbagai permainan. Di dalamnya ada pendidikan karakter. Anak-anak belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, menghargai orang lain, serta belajar menjadi pribadi yang tangguh,” ungkap Retno.
Ia berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus mempererat persaudaraan.
“Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Jaga kekompakan, patuhi aturan, hormati pembina dan teman, jaga kebersihan serta keamanan lingkungan. Jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman yang menyenangkan dan memberikan manfaat untuk kehidupan kalian,” pesannya.
Retno juga mengingatkan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Karakter dan sikap peserta didik dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dari keberhasilan pendidikan.
“Anak-anak tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga harus memiliki karakter yang baik, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, peduli kepada lingkungan dan sesama, serta mampu bekerja sama,” ujarnya.
Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3 juga menjadi momentum untuk menghidupkan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.
Nilai ketakwaan, cinta alam, kasih sayang kepada sesama, patriotisme, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan tidak berhenti pada hafalan. Peserta didik diajak mempraktikkannya melalui aktivitas nyata selama mengikuti perkemahan.
Menjaga kebersihan lingkungan, menaati tata tertib, menghormati pembina dan teman, membantu anggota regu yang mengalami kesulitan, serta menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Ketika berada dalam satu regu, setiap peserta memiliki peran. Ada yang mengatur perlengkapan, menjaga kebersihan, memimpin kelompok, mengikuti kegiatan, maupun membantu anggota lainnya.
Situasi tersebut melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan kepedulian terhadap sesama.
Selain membentuk karakter peserta didik, Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3 menjadi ruang mempererat hubungan antara siswa, guru, pembina, dan seluruh warga sekolah.
Kegiatan selama tiga hari menghadirkan suasana berbeda dari pembelajaran di ruang kelas. Interaksi yang lebih dekat membuat peserta didik dapat mengenal teman maupun guru dalam suasana yang lebih santai, tetapi tetap edukatif.
Bagi peserta didik kelas VII, kemah menjadi pengalaman untuk mengenal lebih dekat budaya kehidupan Pramuka sekaligus beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru.
Sementara bagi kelas VIII dan IX, kegiatan tersebut menjadi kesempatan meningkatkan pengalaman organisasi dan kepemimpinan sekaligus memberikan teladan kepada adik kelas.
Semangat gotong royong pun terlihat dalam berbagai aktivitas regu. Peserta belajar berbagi tugas, menata perlengkapan, menjaga kebersihan, mengikuti kegiatan bersama, dan menyelesaikan tantangan secara kolektif.
Dengan jumlah peserta mencapai 648 siswa, pelaksanaan Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3 membutuhkan koordinasi dan kerja sama seluruh unsur sekolah. Panitia, pembina Pramuka, guru, dan karyawan bersama-sama memastikan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan sesuai tujuan. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...



Tidak ada komentar: