GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pengajian Subuh Barokah Masjid Al Mukarromah Bahas Lima Fase Manusia dan Bekal Takwa
![]() |
| Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd., dalam Pengajian Subuh Barokah di Masjid Al Mukarromah, Minggu (2/8/2026). |
Pengajian Subuh Barokah Masjid Al Mukarromah Bahas Lima Fase Manusia dan Bekal Takwa
SOLO - majalahlarise.com – Setiap manusia akan melewati lima fase kehidupan yang menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan memperbanyak bekal takwa. Pesan tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, M.Pd., dalam Pengajian Subuh Barokah di Masjid Al Mukarromah, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan diawali dengan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar diberikan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, serta kesembuhan dari segala penyakit. Suasana khusyuk mengiringi pembukaan pengajian sebelum jamaah diajak merenungkan hakikat perjalanan hidup manusia berdasarkan tuntunan Islam.
Mengawali tausiyahnya, Ustaz Dwi Jatmiko mengangkat tema "Lima Fase Manusia, Momentum Memperbanyak Bekal Takwa." Ia menjelaskan bahwa setiap manusia akan melewati lima tahapan kehidupan, yakni fase bayi, anak-anak, pemuda, dewasa, hingga lanjut usia.
"Manusia melewati lima fase kehidupan. Pertama fase bayi, kemudian anak-anak, dilanjutkan fase pemuda yang identik dengan semangat dan produktivitas. Setelah itu memasuki fase dewasa sekitar usia 40 tahun yang menuntut kematangan berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan," jelas Ustaz Dwi Jatmiko.
Ia menambahkan, fase terakhir adalah usia lanjut, yakni di atas 60 tahun. Pada masa tersebut, seseorang diharapkan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.
Menurutnya, pembagian fase kehidupan bukan sekadar penanda bertambahnya usia, melainkan menjadi pengingat agar manusia terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dalam keimanan, akhlak, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
"Semakin bertambah usia, semakin besar pula kewajiban untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian," ujarnya.
Dalam tausiyahnya, ia juga mengingatkan bahwa manusia kerap terlena oleh gemerlap kehidupan dunia. Kesibukan mengejar harta, jabatan, maupun berbagai urusan duniawi sering membuat seseorang merasa memiliki waktu yang panjang, padahal setiap manusia telah memiliki batas usia yang ditetapkan Allah SWT.
Ustaz Dwi Jatmiko kemudian mengutip Surah Al-A'raf ayat 34 yang menjelaskan bahwa setiap umat memiliki batas waktu kehidupan. Apabila ajal telah tiba, tidak seorang pun mampu menundanya ataupun mempercepatnya walau hanya sesaat.
Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan setiap fase kehidupan sebagai kesempatan memperbanyak amal kebajikan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Pesan tersebut diperkuat melalui Surah Al-Baqarah ayat 197 yang menegaskan bahwa sebaik-baik bekal dalam perjalanan hidup adalah ketakwaan.
"Dengan bekal takwa, seorang Muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan dunia secara bijaksana sekaligus mempersiapkan diri menyongsong kehidupan yang kekal di akhirat," pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: PPMI Assalaam Gelar Jalan Sehat Keluarga, Syukuri 44 Tahun Pengabdian untuk Pendidikan Islam

Tidak ada komentar: