GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pelatihan Content Creator for Social Media BLK Wonogiri Dorong UMKM Kuasai Pemasaran Digital
Pelatihan Content Creator for Social Media BLK Wonogiri Dorong UMKM Kuasai Pemasaran Digital
WONOGIRI - majalahlarise.com - BLK Wonogiri bersama BPVP Surakarta dan Komunitas UMKM-KU Wonogiri menggelar Pelatihan Basic Content Creator for Social Media pada 10–14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dalam membuat konten kreatif dan menarik untuk mendukung pemasaran produk melalui media sosial.
Pelatihan berlangsung selama 40 jam pelajaran dan diberikan secara gratis bagi peserta terpilih. Peserta mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain sertifikat, uang saku, makan siang, seragam, dan asuransi. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Kepala BPVP Surakarta yang diwakili Subkoordinator Bidang Penyelenggaraan, Ardanto Jati Winarno, S.T., M.M.
Ardanto menjelaskan pelatihan Basic Content Creator for Social Media relevan dengan perubahan perilaku konsumen sekaligus perkembangan kebutuhan keterampilan pelaku usaha. Menurutnya, pelaku UMKM perlu mengikuti perkembangan pemasaran digital agar mampu memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
“Sebagai pelaku usaha, kita harus bisa mengikuti tren-tren. Salah satunya, kalau ingin meningkatkan pendapatan, kita memang harus mengikuti tren yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan media sosial kini menjadi salah satu strategi penting dalam memasarkan produk. Konsumen tidak lagi harus datang langsung ke pasar, supermarket, atau toko untuk mencari informasi dan membeli produk. Perkembangan teknologi memungkinkan masyarakat mencari produk hingga melakukan transaksi melalui telepon seluler dari rumah.
“Konten-konten ini memang cukup efektif sekali,” katanya.
Karena itu, peserta didorong memahami teknik pembuatan konten pemasaran yang menarik dan efektif. Kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan jangkauan promosi, mendongkrak penjualan, sekaligus meningkatkan pendapatan.
Ardanto juga meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara serius. Pelatihan selama sekitar satu minggu tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kondisi peserta yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas usaha.
“Kami mohon komitmennya untuk mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir. Ini merupakan fasilitas yang anggarannya dari negara, salah satunya berasal dari pajak,” tuturnya.
![]() |
| Suasana peserta mengikuti pelatihan. |
Ia berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam aktivitas usaha sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan pelatihan dapat dilihat dari perubahan produktivitas peserta setelah kembali menjalankan usaha.
“Yang terpenting bukan sekadar mendapatkan ilmu dari pelatihan ini, tetapi bagaimana Bapak-Ibu bisa mengimplementasikannya sehingga meningkatkan produktivitas dan pada akhirnya income bisa naik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja Kabupaten Wonogiri, Adi Rohmadi Abdullah, S.T., menjelaskan pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama BLK Wonogiri dengan BPVP Surakarta dan disusun menggunakan pola pelatihan yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan masyarakat serta dunia usaha.
Ia menyambut peserta yang hadir dengan latar belakang beragam, mulai dari peserta yang baru pertama kali mengikuti pelatihan hingga mereka yang sudah beberapa kali mengikuti kegiatan di BLK.
“Saya ucapkan selamat datang. Ada yang baru pertama ke BLK, ada yang sudah beberapa kali ikut pelatihan di BLK,” ujarnya.
Menurut Adi, keberagaman peserta menjadi modal penting dalam proses pembelajaran. Peserta dapat saling bertukar pengetahuan, pengalaman, jaringan, dan sudut pandang. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menjadi ruang memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga membangun jejaring antarpelaku usaha.
Adi menerangkan pola pelatihan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan terus berkembang. Selain pelatihan berbasis kompetensi, terdapat model Tailor-Made Training (TMT) yang memungkinkan materi dan pelaksanaan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
“Tailor-made training adalah sebuah pelatihan di mana konsepnya disesuaikan dengan kebutuhan mereka yang menggunakan, dan fleksibilitasnya lebih tinggi,” jelasnya.
Pelatihan kali ini diarahkan pada peningkatan produktivitas peserta. Program tersebut berawal dari diskusi antara BPVP Surakarta, BLK Wonogiri, dan komunitas pelaku UMKM mengenai keterampilan yang paling dibutuhkan. Sejumlah kebutuhan yang muncul meliputi digital marketing, pemasaran, kecantikan dan rias, hingga public speaking.
Dari berbagai kebutuhan tersebut, pembuatan konten kreator berbasis media sosial dipilih sebagai salah satu program percontohan. Materi dinilai sesuai dengan kondisi peserta yang sebagian besar telah memiliki produk, usaha, aktivitas pemasaran, maupun akun media sosial.
“Kita coba dulu. Programnya yaitu pelatihan pembuatan basic program kreator berbasis media sosial,” katanya.
Adi menegaskan pelatihan tidak diarahkan untuk membuat peserta memulai semuanya dari nol. Peserta justru didorong memperbaiki teknik, strategi, konsistensi, serta menentukan target konten agar aktivitas digital yang dilakukan memberikan dampak terhadap produktivitas usaha.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mudah menyerah ketika konten yang dibuat belum memperoleh banyak penonton. Perubahan algoritma media sosial membuat peluang jangkauan konten tetap terbuka, termasuk bagi akun yang masih baru.
“Kuncinya di dalam dunia konten cuma satu, konsistensi,” tegasnya.
Selama lima hari pelatihan, peserta didorong berkolaborasi dan mempraktikkan pembuatan konten menggunakan produk masing-masing. Produk lokal Wonogiri, mulai batik, kaos, kerajinan, makanan, kopi, hingga berbagai produk UMKM lainnya, dapat menjadi bahan praktik.
Adi menilai pelatihan juga menjadi kesempatan membangun jejaring antar peserta. Perbedaan latar belakang dan pengalaman dapat menjadi sumber pembelajaran bersama.
“Pelatihan itu kadang tidak hanya ilmunya saja yang dipakai, jaringannya juga dipakai, pengalamannya dipakai, sudut pandangnya,” ujarnya.
Ia menegaskan orientasi pelatihan bukan sekadar membuat peserta mampu menghasilkan konten, tetapi memastikan keterampilan tersebut berdampak pada peningkatan produktivitas usaha.
“Kalau pelatihan PBK targetnya penempatan, yang di sini targetnya apa yang sudah Anda laksanakan setelah keluar dari BLK itu harusnya ada peningkatan,” jelasnya.
Menurut Adi, keberhasilan program akan terlihat dari perubahan kualitas konten peserta setelah mengikuti pelatihan. Konten diharapkan semakin baik dan tertata, sekaligus mampu meningkatkan follower, reach, dan views yang pada akhirnya berdampak terhadap perkembangan usaha.
“Ending-nya bukan kepintaran, tetapi peningkatan produktivitas. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan, konten peserta lebih baik dan tertata, follower, reach, serta views meningkat, hingga pada akhirnya berdampak pada peningkatan usaha,” jelasnya.
Melalui pelatihan tersebut, BLK Wonogiri dan BPVP Surakarta berharap keterampilan content creator dapat menjadi bekal praktis bagi masyarakat dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital. Kolaborasi dengan komunitas UMKM juga diharapkan terus berkembang sehingga mampu mencetak sumber daya manusia kompeten sekaligus memperkuat pemasaran dan produktivitas produk lokal Wonogiri. (Sofyan)
Baca juga: Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Sukoroyom Kulon Giritontro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...



Tidak ada komentar: