Pawai Budaya dan Pembangunan Meriahkan HUT ke-81 RI di Manyaran

Print Friendly and PDF

Kontingen dari MI Al-Kahfi Manyaran saat menyerahkan karangan bunga kepada Camat Manyaran diterima ibu Toto Tri Mulyarto.


Pawai Budaya dan Pembangunan Meriahkan HUT ke-81 RI di Manyaran

WONOGIRI - majalahlarise.com - Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, menggelar Pawai Budaya dan Pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026). Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah desa/kelurahan, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pawai menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Manyaran. Berdasarkan surat Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kecamatan Manyaran Nomor B/015/PAN-HUT-81/VIII/2026 tertanggal 10 Agustus 2026, peserta dibagi dalam dua kategori keberangkatan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan.

Kategori pertama yang terdiri atas Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD) diberangkatkan dari Lapangan Karanglor mulai pukul 08.00 WIB. Sementara kategori kedua yang meliputi SMP, SMA/SMK, desa/kelurahan, dan peserta umum diberangkatkan dari halaman SMP Negeri 1 Manyaran sekitar pukul 09.00 WIB.

Kontingen MI Al-Kahfi Manyaran mengenakan pakaian bertema wayang orang dan kostum batik karnival.


Peserta kemudian mengikuti rute yang telah ditentukan hingga finis di depan Puskesmas Manyaran. Setelah seluruh rangkaian selesai, peserta diarahkan untuk membubarkan diri menuju arah utara.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat dan lembaga di Kecamatan Manyaran. Di antaranya Forkopimcam, DPRD, PKK, Dharma Wanita, KUA, Puskesmas, unsur pendidikan, satuan pendidikan tingkat SMA hingga SD, pemerintah desa/kelurahan, tokoh masyarakat, serta panitia HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Camat Manyaran, Toto Tri Mulyarto, menjelaskan Pawai Budaya dan Pembangunan digelar sebagai sarana menggairahkan masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali jasa dan perjuangan para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Camat Manyaran Toto Tri Mulyarto beserta tamu undangan saat berada di panggung kehormatan.


“Ini menjadi satu semangat kepada masyarakat untuk mengekspresikan bagaimana mereka merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dengan berbagai ide, kreasi, dan gagasan,” ujar Toto Tri Mulyarto.

Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam mengikuti pawai mencerminkan semangat gotong royong dan kreativitas warga. Berbagai tampilan yang disuguhkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan rasa syukur sekaligus kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Selain aspek budaya dan kreativitas, pawai juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan yang melibatkan banyak warga tersebut memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus mengembangkan usaha.

“Di samping itu juga memberikan kesempatan, satu sarana bagi UMKM yang ada di sini untuk berdaya guna dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Panitia juga menerapkan sejumlah tata tertib untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Peserta diperbolehkan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan batas maksimal kendaraan truk engkel. Kendaraan tidak diperbolehkan menggunakan knalpot brong. Peserta juga dilarang membawa atau menggunakan petasan maupun benda sejenis yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Setiap kontingen diwajibkan menampilkan atraksi di depan panggung kehormatan yang berada di depan Kantor Kecamatan Manyaran dengan durasi maksimal lima menit. Sebelum memasuki panggung kehormatan, peserta menyampaikan narasi mengenai nama kontingen, jumlah peserta, tema yang diusung, serta informasi pendukung lainnya.

Ketentuan tersebut membuat Pawai Budaya dan Pembangunan tidak sekadar menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang kreativitas, edukasi, kebersamaan, dan penguatan semangat nasionalisme masyarakat Manyaran dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Sofyan)


Baca juga: Kostum Jadul dan Aksi Teatrikal Suradi “Gentong” Pecahkan Gelak Tawa di Malam Tirakatan HUT RI Ke-81


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top