GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Dalang Jaka Rianto Purna Tugas, Dianugerahi Gelar KR. Eyang Keramat
Dalang Jaka Rianto Purna Tugas, Dianugerahi Gelar KR. Eyang Keramat
SOLO - majalahlarise.com - Dalang dan akademisi Jaka Rianto, S.Kar., M.Hum. resmi memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus dosen Jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Pengabdian panjangnya di dunia pendidikan dan seni tradisi mendapat apresiasi khusus dari para seniman wayang beber melalui penganugerahan gelar KR. Eyang Keramat.
Penghormatan tersebut diberikan dalam sebuah pertemuan para seniman wayang beber di Galeri Naladerma, Minggu (30/8/2026). Dalam kesempatan itu, digelar pertunjukan wayang beber lakon Ande-Ande Lumut yang dibawakan dalang muda Halintar Cakra Padnobo.
Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur dan apresiasi atas keberhasilan Jaka Rianto menuntaskan pengabdiannya sebagai ASN dan dosen hingga memasuki masa purna tugas.
Sejumlah seniman dan dosen hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dani Iswardana sebagai pelukis wayang beber, Budiharjo selaku pimpinan Wayang Beber Mahesa Sura beserta para pengrawitnya, Arif Setiawan pimpinan Yayasan Kambangsri, Tafsir Hudha selaku Ketua Jurusan Pedalangan, Tatik Harpawati, Ranang Agung Sugihartono, serta Dewi Nurnani.
Kegiatan di Galeri Naladerma yang dipimpin Doni Susanto tersebut juga mendapat dukungan dari Kampung Wisata Budaya Baluwarti melalui Baluwarti Experience.
Momentum paling istimewa terjadi ketika Budiharjo, pimpinan Padepokan Seni Keramat Mojokerto, Jawa Timur, memberikan anugerah Eyang Keramat kepada Jaka Rianto. Penganugerahan dilakukan dalam suasana sakral dengan pengucapan doa dan pengantar menggunakan bahasa Jawa.
Budiharjo menyampaikan anugerah tersebut sebagai bentuk penghormatan dari Warga Bumi Keramat atas dedikasi Jaka Rianto dalam melestarikan dan mengembangkan musik tradisi serta seni pertunjukan tradisi.
Dalam penganugerahan itu, Jaka Rianto dikukuhkan dengan sebutan KR. Eyang Keramat atau Kanjeng Resi Eyang Gong Keramat.
“Miwiti ingsun klawan nyebut asmaning Gusti Ingkang Maha Welas Langgeng Asih, ora ana daya upaya kejaba Gusti Kang Maha Kuasa. Ing dinten keramat punika, Minggu Kliwon pasaran 13, kula kajuluk Hamengku Keramat ugi wakil saking warga Keramat ingkang kaseksen kaliyan Bopo Angkasa, Ibu Pertiwi, paring kanugrahan dumateng Bopo Jaka Rianto, S.Kar., M.Hum. kedapuk Empu Keramat kaliyan sebutan KR. Eyang Keramat, Kanjeng Resi Eyang Gong Keramat,” ujar Budiharjo.
Ia berharap seluruh jasa dan karya Jaka Rianto dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia seni tradisi.
“Mugia jasa lan karya-karya beliau manfaat abadi kagem masyarakat, nusa lan bangsa. Ini merupakan gelar apresiasi tertinggi di bidang musik tradisi dan seni pertunjukan tradisi dari Warga Bumi Keramat,” jelasnya.
Budiharjo menilai, Jaka Rianto memiliki jasa besar dalam membina generasi seniman di Mojokerto, khususnya di bidang karawitan dan pedalangan wayang beber.
“Jaka Rianto telah membina karawitan dan seni pedalangan wayang beber di Desa Paras dan Desa Kramatjetak, Kecamatan Pacet, Mojokerto, kurang lebih selama 10 tahun. Beliau telah melahirkan banyak seniman dan seniwati karawitan maupun wayang beber, sehingga kesenian wayang beber tumbuh dan berkembang di bumi Mojokerto hingga saat ini,” ungkap Budiharjo.
Sementara itu, Jaka Rianto mengaku bersyukur atas perjalanan panjang pengabdiannya sebagai pendidik dan seniman. Menurutnya, kecintaan terhadap dunia pedalangan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.
“Hati dan jiwa saya untuk pedalangan. Pak Ranang dan Bu Tatik yang membersamai saya selama ini sangat tahu itu,” pungkas Jaka Rianto.
Penganugerahan KR. Eyang Keramat menjadi penanda perjalanan baru bagi Jaka Rianto. Meski telah memasuki masa purna tugas sebagai ASN dan dosen, dedikasi serta pengabdiannya terhadap pedalangan, wayang beber, dan seni tradisi diharapkan terus hidup dan memberi inspirasi bagi generasi penerus. (Sofyan)
Baca juga: Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...



Tidak ada komentar: