GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Tim PISN ISI Surakarta Latih Kolaborasi Wayang dan Motion Graphic, Tampilkan Dalang Wanita
Tim PISN ISI Surakarta Latih Kolaborasi Wayang dan Motion Graphic, Tampilkan Dalang Wanita
SUKOHARJO - majalahlarise.com – Tim Hibah Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta menggelar latihan kolaborasi pertunjukan wayang kulit dengan motion graphic sebagai bagian dari proyek Revitalisasi Sejarah Babad Kartasura Melalui Eksistensi Dalang Wanita Lewat Pagelaran Kolaborasi Wayang dengan Motion Graphic. Kegiatan berlangsung di Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Hargosari RT 01 RW 02, Sraten, Gatak, Sukoharjo, Sabtu (26/6/2026).
Latihan bersama mitra sanggar ini merupakan bagian dari pelaksanaan Hibah PISN Tahun 2026 yang dikelola Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program tersebut bertujuan menghadirkan inovasi seni pertunjukan yang memadukan tradisi dengan teknologi visual modern sekaligus memperkenalkan sejarah Babad Kartasura kepada generasi muda.
Dalam sesi latihan, dalang wanita Nia Dwi Raharjo tampil membawakan berbagai adegan wayang dengan penuh penghayatan. Ketua Sanggar Wayang Gamelan Sangswara yang juga guru SMK Negeri 8 Surakarta itu memerankan tokoh utama Matah Ati dengan iringan gamelan. Di sela latihan, ia beberapa kali berdiskusi bersama anggota sanggar dan tim ISI Surakarta untuk menyempurnakan alur cerita, karakter tokoh, serta penyajian visual motion graphic yang akan mendukung pertunjukan.
Lakon yang dipilih berjudul Kembang Ngargayasa, salah satu kisah dalam Wayang Babad Kartasura. Cerita dikemas agar menarik bagi kalangan pelajar dengan menghadirkan nilai-nilai nasionalisme, keberanian melawan ketidakadilan, serta semangat perjuangan bangsa melalui media seni pertunjukan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Ketua Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Nia Dwi Raharjo, menjelaskan tokoh Matah Ati dipilih karena memiliki karakter kuat dan relevan dengan nilai perjuangan.
"Lakon Kembang Ngargayasa mengisahkan Matah Ati sebagai figur perempuan yang berani memberontak terhadap ketidakadilan dan memimpin pasukan perlawanan kepada pribumi yang bersekutu dengan kompeni. Kami berharap pesan perjuangan dan keberanian itu dapat dipahami para pelajar melalui pertunjukan wayang yang menarik," jelas Nia.
Sementara itu, anggota tim Hibah PISN ISI Surakarta, Indriati Suci Pravitasari, menyampaikan kegiatan ini menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus media edukasi sejarah.
"Melalui program ini kami ingin mengenalkan sejarah Kartasura dan wayang kulit kepada siswa sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi dalang wanita untuk berekspresi dan menunjukkan kapasitasnya melalui pementasan wayang climen yang dipadukan dengan motion graphic," ungkapnya.
Latihan berlangsung dalam suasana santai namun produktif. Alunan gamelan berpadu dengan diskusi kreatif mengenai penyusunan lakon, penokohan, hingga pengembangan unsur visual digital yang akan memperkuat penyampaian cerita kepada penonton.
Kegiatan tersebut dihadiri tim pengabdian kepada masyarakat ISI Surakarta yang dipimpin Basnendar Herry Prilosadoso selaku ketua, bersama anggota Ana Rosmiati, Indriati Suci Pravitasari, dan Sri Murwanti, serta didukung oleh tim mahasiswa. Seluruh peserta berkolaborasi menyusun konsep pertunjukan wayang climen yang edukatif, menghibur, dan sesuai dengan karakter penonton dari kalangan pelajar.
Tim PISN ISI Surakarta merencanakan latihan dilakukan beberapa kali sebelum pementasan. Melalui kolaborasi antara seni pedalangan dan motion graphic, pertunjukan Wayang Babad Kartasura diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih menarik sekaligus memperkuat eksistensi dalang wanita dalam pelestarian budaya Nusantara. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...

Tidak ada komentar: