SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sambut Riset UPI Bandung, Perkuat Pionir Pembelajaran AI

Print Friendly and PDF



SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sambut Riset UPI Bandung, Perkuat Pionir Pembelajaran AI

SOLO - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah dasar unggulan berwawasan global dengan menerima kunjungan observasi akademik dari tim peneliti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Kunjungan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai inovasi pembelajaran yang dikembangkan sekolah, khususnya implementasi Kurikulum Berbasis Artificial Intelligence (AI), koding, serta penguatan karakter Islami yang terintegrasi dalam proses pendidikan.

Tim peneliti UPI Bandung dipimpin Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., didampingi Dr. Yanti Shantini, M.Pd., Dr. Wilodati, M.Pd., dan Lingga Utami, M.Pd. Mereka melakukan observasi langsung terhadap ekosistem pendidikan modern yang diterapkan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, mulai dari model pembelajaran berbasis teknologi hingga budaya sekolah yang berorientasi pada pembentukan Profil Pelajar Berkemajuan.

Pelaksana Tugas Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Sri Martono Lanjarsari, menjelaskan sekolah menerapkan filosofi "Kapal Dakwah" sebagai landasan dalam mengelola lembaga pendidikan. Menurutnya, kualitas sekolah harus berjalan seiring dengan misi dakwah Muhammadiyah melalui pendidikan yang unggul.


"Amal Usaha Muhammadiyah adalah kendaraan dakwah. Kita tidak mungkin memajukan syiar agama jika kapal penggeraknya atau lembaga dibiarkan karam. Kesuksesan sekolah ini adalah kesuksesan dakwah kita bersama," ujar Sri Martono Lanjarsari.

Ia menjelaskan, paradigma pendidikan di SD Muhammadiyah 1 Ketelan telah bergeser sepenuhnya menuju ekosistem pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered ecosystem). Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada institusi, melainkan pada pengembangan karakter, kompetensi, kreativitas, dan kepemimpinan murid melalui implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), yang memadukan AI, koding, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta Project-Based Learning.

Untuk mendukung transformasi tersebut, sekolah mengoptimalkan peran sekitar 70 guru dan tenaga kependidikan yang mengelola berbagai pusat pembelajaran. Kawasan sekolah dibagi menjadi Pusat Inovasi dan Teknologi yang meliputi Laboratorium Komputer, Laboratorium MIPA, dan Studio Radio Streaming Solo Belajar. Selain itu terdapat Pusat Seni dan Budaya dengan fasilitas ruang karawitan, musik, serta musala, serta Pusat Kesejahteraan Siswa yang dilengkapi kantin sehat, UKS, hingga ruang laktasi bagi orang tua.

Tidak hanya menjadi pionir dalam pembelajaran AI dan koding, SD Muhammadiyah 1 Ketelan juga mengembangkan potensi nonakademik melalui 26 kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya Robotic Club, Science Club, seni karawitan, pedalangan, kriya batik, Tapak Suci, hingga renang. Sekolah juga menargetkan peningkatan capaian prestasi dari 750 prestasi pada tahun sebelumnya menjadi 1.000 prestasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Sri Martono menambahkan tingginya kepercayaan masyarakat tercermin dari penerimaan peserta didik baru yang selalu memenuhi kuota, yakni 112 siswa atau 100 persen dari daya tampung sekolah.

"Dengan keterisian siswa baru yang selalu mencapai target 100 persen, membuktikan integrasi antara kedalaman spiritual, budaya lokal, dan kecerdasan artifisial mampu melahirkan generasi emas yang siap bersaing di panggung internasional," pungkasnya.

Kunjungan akademik dari tim UPI Bandung diharapkan semakin memperkuat posisi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta sebagai sekolah rujukan nasional dalam pengembangan pembelajaran berbasis AI, koding, dan pendidikan karakter, sekaligus menjadi inspirasi bagi transformasi pendidikan dasar di Indonesia. (Sofyan)


Baca juga: 554 Mahasiswa Univet Bantara Ikuti Pembekalan KKN Tahun Akademik 2025/2026, Rektor Tekankan Adab dan Solusi bagi Masyarakat


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top