Pelatihan Digital-AI Dorong UMKM Adaptif Hadapi Era Digitalisasi

Print Friendly and PDF

Para peserta pelatihan praktik pembuatan jingle promosi produk UMKM.


Pelatihan Digital-AI Dorong UMKM Adaptif Hadapi Era Digitalisasi

Solo - majalahlarise.com - Ruang Gerak UMKM berkolaborasi dengan Hetero Space menggelar pelatihan DIGITAL-AI bertajuk Optimasi Penggunaan AI untuk Bisnis UMKM di HETERO SPACE Solo, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi upaya membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu menghadapi tantangan besar di era digitalisasi melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara praktis dan mudah diterapkan.

Founder Ruang Gerak UMKM, sekaligus pemateri Rozi, menyampaikan perubahan pasar dari sistem konvensional menuju digital membuat pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap dapat bersaing di tengah dominasi korporasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, keterbatasan sumber daya yang dimiliki UMKM sering menjadi hambatan dalam mengikuti perkembangan zaman sehingga dibutuhkan solusi praktis yang tidak rumit namun tetap efektif. 

“Kehadiran AI ini bisa menjadi sebuah pembantu kita untuk go digital tanpa harus menguasai coding dan teknologi yang rumit, tetapi tetap bisa menyelesaikan problem solving bagi teman-teman UMKM,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Mas Rozi itu menguraikan teknologi AI mampu membantu berbagai kebutuhan usaha mulai dari pemasaran, pembuatan konten promosi, hingga analisis perkembangan bisnis secara lebih efektif dan efisien. 

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung penggunaan berbagai tools AI yang dapat menunjang usaha mereka. Peserta diajarkan membuat foto produk yang menarik, melakukan analisa serta konsultasi perkembangan usaha menggunakan AI sebagai konsultan bisnis, hingga membuat jingle promosi produk UMKM secara cepat dan kreatif.

Selain itu, penyelenggara menjelaskan pentingnya pembelajaran yang tidak membebani pelaku usaha kecil. Mas Rozi mengatakan tujuan utama kegiatan bukan sekadar menjual aplikasi atau tools AI, melainkan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai cara menggunakan teknologi secara hemat biaya dan mudah diakses. 

Ia menuturkan banyak pelaku UMKM memiliki keterbatasan modal sehingga pelatihan dirancang agar memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha peserta. “Kami ingin teman-teman UMKM memahami penggunaan AI secara efisien tanpa harus mengeluarkan biaya besar sehingga teknologi ini benar-benar bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

Mas Rozi menjelaskan program pelatihan AI untuk UMKM tersebut telah dilaksanakan hampir 50 kali di delapan kota. Tahun ini pihaknya menargetkan kegiatan dapat menjangkau 35 kota dan kabupaten dengan menggandeng berbagai dinas, Balai Koperasi, Dinas Koperasi UMKM Jawa Tengah, Hetero Space, komunitas pelaku usaha, serta berbagai mitra lainnya. 

“Kita berkolaborasi dengan dinas maupun komunitas secara umum agar digitalisasi UMKM ini bisa berjalan lebih luas dan masif,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya berharap tools AI yang dikembangkan dapat menjadi “senjata” bagi UMKM untuk bersaing di era digitalisasi dengan biaya yang terjangkau. Menurutnya, teknologi tidak harus mahal dan harus bisa diakses seluruh pelaku usaha kecil agar UMKM Indonesia semakin kuat menghadapi persaingan pasar digital. 

“Harapan kami memberikan tools senjata bagi UMKM untuk bersaing di era digitalisasi dengan harga yang sangat murah dan efisien sehingga teman-teman UMKM bisa mengakses semuanya dengan mudah,” pungkasnya. (Sofyan)


Baca juga: Pemuda Sengonwetan Gelar Sedekah Bumi, Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi Desa


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top