GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Pendidikan
![]() |
| Penandatanganan dilakukan Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum bersama Sekretaris Jenderal Kemendag RI dan disaksikan Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si. |
Univet Bantara dan Kemendag RI Jalin Kerja Sama Tridharma, Dorong UMKM dan Wirausaha Mahasiswa
Jakarta - majalahlarise.com - Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menjalin kerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat program kewirausahaan kampus, pengembangan UMKM, serta membuka peluang mahasiswa mengenal dunia perdagangan dan ekspor.
Penandatanganan MoU berlangsung di Auditorium Kementerian Perdagangan RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026), bersamaan dengan peluncuran aplikasi InaExport Kemendag RI. Penandatanganan dilakukan Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum bersama Sekretaris Jenderal Kemendag RI dan disaksikan Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pembina, Ketua Pengurus, dan Humas YPPP Veteran. Sejumlah perwakilan kementerian dan perguruan tinggi juga hadir, antara lain Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, Universitas Airlangga Surabaya, serta IBI Kosgoro 1957. Hadir pula para direktur jenderal, direktur, dan kepala biro di lingkungan Kemendag RI.
Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum menyampaikan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Univet Bantara memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mengembangkan program kampus preneur.
"Kerja sama dengan Kementerian Perdagangan ini berkaitan dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Salah satunya melalui program kampus preneur yang sejalan dengan upaya Univet Bantara menjadi kampus berdampak," jelasnya.
Dalam rangkaian kegiatan peluncuran InaExport, Univet Bantara juga mendapat kesempatan memamerkan sejumlah produk UMKM di sekitar kampus yang selama ini menjadi binaan universitas. Produk tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pemasaran dan mengenalkan potensi produk lokal kepada pasar yang lebih luas.
Selain produk UMKM, Univet Bantara turut menampilkan produk mahasiswa yang berasal dari hasil penelitian. Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipasarkan hingga ke luar negeri.
Menurutnya, keterlibatan Univet Bantara dalam kegiatan Kemendag memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai dunia perdagangan internasional. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat melihat secara langsung proses pengembangan produk hingga peluang memasuki pasar ekspor.
![]() |
| Ketua Pembina, Ketua Pengurus, Humas YPPP Veteran serta Rektor Univet Bantara Sukoharjo saat foto bersama Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si. |
Univet Bantara juga memperoleh kesempatan mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program magang di Kementerian Perdagangan. Program tersebut diharapkan memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai perdagangan, pengembangan usaha, pemasaran, dan peluang ekspor.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pendampingan terhadap UMKM di sekitar kampus. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, mahasiswa, dan pelaku UMKM, Univet Bantara berharap dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus melahirkan mahasiswa yang memiliki jiwa kewirausahaan.
"Harapannya, kerja sama ini memberikan manfaat bagi Univet Bantara dalam mendampingi UMKM agar berkembang, sekaligus melatih mahasiswa menjadi wirausahawan dan calon eksportir," ungkapnya.
Program tersebut sejalan dengan konsep kampus berdampak yang dikembangkan Univet Bantara. Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diarahkan tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk peningkatan kesejahteraan dan pengembangan potensi ekonomi daerah.
Dalam waktu dekat, Univet Bantara juga akan mengikuti pameran produk yang diselenggarakan dalam rangkaian Expo Internasional TEI 2026 dan Expo Pangan Nusa 2026 di ICE BSD Tangerang, 14-18 Oktober 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama sekaligus kesempatan memperkenalkan produk UMKM binaan dan produk hasil penelitian mahasiswa.
Sejumlah produk UMKM di sekitar kampus serta produk hasil penelitian dan pengabdian mahasiswa telah melalui proses seleksi Kementerian Perdagangan dan terpilih untuk dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
"Produk UMKM binaan di sekitar kampus dan produk hasil penelitian serta pengabdian mahasiswa sudah melalui proses seleksi dari Kementerian Perdagangan dan terpilih untuk dipamerkan. Kami berharap kesempatan ini dapat membuka peluang produk-produk tersebut memasuki pasar ekspor," jelas Farida.
Setelah penandatanganan MoU, Univet Bantara akan aktif mengikuti berbagai program Kementerian Perdagangan yang berkaitan dengan kampus preneur bersama perguruan tinggi lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas ruang pembelajaran mahasiswa sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus.
Kerja sama Univet Bantara dan Kemendag RI juga diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat Sukoharjo dan sekitarnya. Pengembangan UMKM, kewirausahaan mahasiswa, penelitian, pengabdian masyarakat, program magang, hingga pengenalan peluang ekspor menjadi bagian dari langkah Univet Bantara membangun keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. (Sofyan)
Pendidikan
Berhenti Melihat Naskah sebagai Benda Keramat, Selamatkan sebelum Terlambat
KARANGANYAR — majalahlarise.com — Naskah kuno tidak semestinya hanya dipandang sebagai benda pusaka yang disakralkan dan disimpan tertutup. Di balik lembaran naskah tersimpan pengetahuan, sejarah, serta rekam budaya yang perlu dijaga agar tetap dapat dipelajari generasi mendatang.
Kesadaran tersebut menjadi salah satu pesan dalam kegiatan Sosialisasi, Pendaftaran, dan Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara Tahun 2026 yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi filologi, yakni Ahmad Wahyu Sudrajad, M.Hum., dosen Institut Studi Qur'an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta, serta Dr. Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS).
Keduanya membahas pentingnya inventarisasi, pendaftaran, dan digitalisasi naskah kuno yang masih tersebar dan tersimpan di tengah masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menyelamatkan warisan intelektual bangsa agar tidak hilang akibat kerusakan fisik maupun kurangnya perawatan.
Dalam paparannya, Asep Yudha Wirajaya menjelaskan, ancaman terhadap kelestarian naskah bersejarah tidak selalu berasal dari luar. Pemilik atau orang yang menyimpan naskah juga memiliki peran penting dalam menentukan keberlangsungan naskah tersebut.
Setidaknya terdapat empat faktor yang dapat mengancam kelestarian naskah kuno, yakni jamur dan serangga, kondisi lingkungan penyimpanan, faktor waktu, serta kelalaian manusia dalam merawat dan memperlakukan naskah.
Karena itu, menyimpan naskah secara tertutup tanpa perawatan yang tepat tidak otomatis membuatnya aman. Sebaliknya, kondisi penyimpanan yang kurang sesuai dapat mempercepat kerusakan naskah.
Sementara itu, Ahmad Wahyu Sudrajad menjelaskan klasifikasi naskah berdasarkan usia dan bentuknya. Naskah dapat dikategorikan sebagai naskah kuno apabila telah berusia 50 tahun atau lebih.
“Naskah yang ditulis tangan disebut manuskrip, sedangkan naskah cetak meskipun tergolong naskah kuno bukan merupakan manuskrip. Manuskrip sendiri dimaknai sebagai rekaman peristiwa pada masa lalu yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar masyarakat dapat mengenali nilai yang terdapat pada naskah yang mereka simpan. Naskah tidak hanya memiliki nilai sebagai benda lama, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi untuk memahami pengetahuan, pemikiran, dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Melalui kegiatan sosialisasi, pendaftaran, dan digitalisasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar mendorong masyarakat untuk mulai membuka akses pendataan terhadap naskah yang masih berada di lingkungan keluarga maupun komunitas.
Digitalisasi menjadi salah satu langkah penting karena memungkinkan isi naskah memiliki salinan dalam bentuk digital. Dengan demikian, informasi yang terkandung di dalamnya dapat lebih mudah diakses untuk kepentingan penelitian, pendidikan, dan pelestarian budaya, tanpa harus terus-menerus menggunakan naskah fisik sebagai sumber utama.
Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah penyelamatan sebelum naskah mengalami kerusakan permanen akibat usia, jamur, serangga, lingkungan penyimpanan, maupun kelalaian manusia.
Dengan perubahan cara pandang dari sekadar menyimpan menjadi mengenali, mendaftarkan, merawat, dan mendigitalisasi, naskah kuno diharapkan tidak berhenti sebagai benda pusaka yang tertutup dari publik. Lembaran-lembaran bersejarah tersebut dapat terus hidup sebagai sumber pengetahuan bagi generasi sekarang dan mendatang.
Penulis: Tiara Putri Maharani
Dokumentasi: Rezty Putri Ariana Gunarso
Editor: Sofyan
Pendidikan
Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun 2026, Fakultas Pertanian Univet Bantara Kenalkan Laboratorium dan Praktik Lapangan
SUKOHARJO — majalahlarise.com — Sebanyak sekitar 94 mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan dan fasilitas laboratorium di Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian, Desa Jagan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak mengenal lebih dekat berbagai fasilitas yang mendukung proses pembelajaran dan praktik di bidang pertanian.
Mahasiswa baru diperkenalkan dengan sejumlah fasilitas, antara lain kandang ternak ayam, Laboratorium Agroklimatologi, serta fasilitas rekayasa pangan. Pengenalan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai berbagai aktivitas praktikum dan pengembangan ilmu yang dapat dilakukan selama menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian.
Selain pengenalan fasilitas, kegiatan juga diisi dengan penanaman tanaman secara simbolis. Penanaman dilakukan oleh dekan, ketua program studi, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP), dan dosen sebagai bagian dari pengenalan praktik pertanian sekaligus membangun kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan.
Dr. Novian Wely Asmoro, S.TP., M.Sc menyampaikan harapan agar mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan kampus dan praktik lapangan, khususnya di bidang pertanian.
"Harapannya nanti untuk mahasiswa baru selain kenal dengan lapangan khususnya pertanian, mahasiswa juga menjadi lebih bersemangat untuk mengembangkan pertanian, bersemangat untuk bisa bersosialisasi dengan teman-teman, dan bersemangat untuk menempuh pendidikan," ujarnya.
Menurutnya, pengalaman mengenal fasilitas dan lingkungan praktik sejak awal perkuliahan diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun semangat belajar sekaligus memahami penerapan ilmu pertanian secara lebih dekat.
Kegiatan di Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian ini menjadi salah satu langkah awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik sekaligus mengenal ruang belajar dan praktik yang akan mendukung perjalanan pendidikan mereka di Fakultas Pertanian.(Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Siswa SMPN 8 Kota Surakarta tampilkan pertunjukan drama tari berjudul “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca”. |
Siswa SMPN 8 Kota Surakarta Tampilkan Drama Tari “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca” di KREASSO 2026
SURAKARTA — majalahlarise.com — Siswa SMP Negeri 8 Kota Surakarta turut memeriahkan Kreativitas Anak Sekolah Solo (KREASSO) 2026 melalui pertunjukan drama tari berjudul “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca”. Pertunjukan tersebut memadukan seni drama dan tari dengan kisah pewayangan untuk mengenalkan nilai kepahlawanan dan budaya kepada generasi muda.
Pertunjukan berlangsung di Terminal Tirtonadi Convention Hall, Surakarta, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang diikuti siswa SMPN 8 Surakarta.
Drama tari “Condrodimoko: Rise of Gathotkaca” mengangkat kisah pewayangan yang diawali dengan serangan Prabu Kala Pracana terhadap Kahyangan Suralaya. Serangan tersebut membuat para dewa kewalahan menghadapi kekuatan sang raja.
Dalam situasi tersebut, Batara Guru mengutus Batara Narada untuk mencari seorang ksatria yang mampu mengalahkan Prabu Kala Pracana. Pilihan kemudian jatuh kepada Tetuka, bayi putra Bima dan Arimbi.
Untuk mendapatkan kekuatan sakti mandraguna, Tetuka dimasukkan ke dalam kawah Candradimuka. Setelah melalui proses tersebut, Tetuka muncul sebagai ksatria tangguh dan mendapatkan nama Gathotkaca.
Dalam pementasan siswa SMPN 8 Surakarta, perjalanan tersebut divisualisasikan melalui perpaduan adegan drama dan gerak tari. Gathotkaca kemudian tampil sebagai ksatria yang memiliki kekuatan untuk menghadapi Prabu Kala Pracana hingga berhasil mengalahkannya.
Kepala SMP Negeri 8 Kota Surakarta, Sarjoko, menjelaskan kegiatan KREASSO memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah. Selain menambah wawasan dan pengetahuan, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal sekaligus mengapresiasi berbagai bentuk seni dan kreativitas.
“Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Mereka dapat menyaksikan secara langsung berbagai bentuk seni dan kreativitas sehingga wawasan serta pengalaman mereka semakin bertambah,” jelasnya.
Sarjoko menjelaskan, pembelajaran di luar kelas melalui kegiatan seni seperti KREASSO juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk membangun pengalaman, kedisiplinan, serta apresiasi terhadap karya seni dan budaya.
“Melalui pengalaman langsung, siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga melihat dan merasakan proses kreativitas dalam sebuah pertunjukan. Hal ini menjadi bagian dari pengalaman belajar yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan siswa,” lanjutnya.
Sementara itu, Guru Pembina Radhian Wrahatnolo menyampaikan keikutsertaan SMPN 8 Kota Surakarta dalam KREASSO 2026 sekaligus memperlihatkan bagaimana cerita pewayangan dapat dikemas dalam pertunjukan yang menarik bagi pelajar. "Perpaduan drama dan tari membuat kisah Gathotkaca hadir dalam bentuk pertunjukan yang komunikatif dan sarat nilai budaya," terangnya.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi siswa untuk mengenal lebih dekat seni pertunjukan sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia. (Sofyan)
Pendidikan
![]() |
| Siswa kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti kegiatan Fun Games, Tour and Cooking Class di Singkong Keju Argotelo, Salatiga. |
Siswa Kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono Belajar Mengolah Singkong melalui Fun Games, Tour and Cooking Class
SALATIGA — majalahlarise.com — Sebanyak 113 siswa kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti kegiatan Fun Games, Tour and Cooking Class di Singkong Keju Argotelo, Salatiga. Rabu, 23 September 2026. Kegiatan tersebut didampingi sembilan guru pendamping.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Pembelajaran di Luar Kelas (PPL) tersebut dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Para siswa diajak mengenal secara langsung proses pengolahan singkong sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui usaha rumahan.
Tidak sekadar melihat proses produksi, siswa juga mendapat kesempatan mempraktikkan langsung cara mengolah singkong. Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui aktivitas nyata sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas.
Melalui kegiatan tour dan cooking class, siswa dapat memahami bahwa bahan pangan sederhana seperti singkong dapat diolah menjadi berbagai produk yang menarik dan memiliki nilai ekonomi. Pembelajaran tersebut diharapkan semakin dekat dengan dunia anak sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.
Selain kegiatan tour dan cooking class, siswa mengikuti fun games yang dirancang untuk membangun kerja sama dan kebersamaan. Permainan tersebut sekaligus melatih kedisiplinan dan kemandirian siswa serta memperkuat ukhuwah Islamiyah antar siswa.
Sembilan guru yang mendampingi kegiatan tersebut yakni Ust. Eka, Ust. Lian, Ust. Ikhah, Ust. Kharis, Ust. Rahma, Ust. Iis, Ust. Vinda, Ust. Lulux, dan Ust. Adit.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, mengatakan pembelajaran bagi siswa kelas 1 perlu dikemas melalui pengalaman yang dekat dengan dunia anak.
“Anak-anak tidak hanya belajar melalui buku dan ruang kelas. Mereka juga perlu melihat, mencoba, dan mengalami secara langsung. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan,” ujarnya.
Menurut Pujiono, pembelajaran di luar kelas juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, dan ukhuwah melalui pengalaman nyata.
“Harapannya, anak-anak pulang tidak hanya membawa oleh-oleh, tetapi juga membawa pengalaman, keterampilan, dan nilai-nilai kebaikan yang mereka dapatkan selama kegiatan,” pungkasnya. (Sofyan)
Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru
Pendidikan
![]() |
| Muhammad Fadli Rabbani, Gadang Akbar Sofyan Riskyananda, dan Rizky Achmad Ramadhan. |
Bareng Desainer 38 Negara, Karya Mahasiswa DKV ISI Surakarta Dipajang di Things That Almost Happened 2026
SURAKARTA - majalahlarise.com - Tiga mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), ISI Surakarta berhasil lolos kurasi dan memamerkan karya dalam ajang TTAH Things That Almost Happened 2026 - Virtual Exhibition yang digelar secara online di Irak.
Pameran internasional tersebut dibuka mulai 15 September 2026. Karya mahasiswa DKV ISI Surakarta bersanding dengan 308 karya dari 202 peserta yang berasal dari 38 negara, di antaranya Belarus, Yunani, China, Kolombia, Mesir, India, Ekuador, dan Hungaria.
Ketiga mahasiswa angkatan 2025 yang berhasil mengikuti pameran internasional tersebut yakni Muhammad Fadli Rabbani, Gadang Akbar Sofyan Riskyananda, dan Rizky Achmad Ramadhan. Ketiganya mengirimkan karya dalam kategori Desain Grafis yang kemudian dinyatakan lolos melalui tahapan kurasi.
Muhammad Fadli Rabbani menampilkan karya berjudul Crossed Line. Melalui digital illustration, karya tersebut menggambarkan dua siluet manusia yang berjalan melintasi garis-garis diagonal seperti zebra cross dengan arah berlawanan. Visual tersebut menyimbolkan dua takdir yang saling bersimpangan tanpa pernah benar-benar menyatu.
Sementara itu, Gadang Akbar Sofyan Riskyananda menghadirkan karya berjudul Start Now. Poster tersebut menggambarkan seseorang yang mendapatkan kesempatan, tetapi tidak segera mengambilnya ketika waktu terus berjalan. Kesempatan akhirnya berlalu dan meninggalkan orang tersebut.
Pesan serupa juga disampaikan melalui karya Think It milik Rizky Achmad Ramadhan. Karya tersebut menggambarkan konsekuensi ketika seseorang tidak segera mengambil kesempatan yang datang. Waktu yang terus bergerak dapat membuat kesempatan berlalu sehingga kegagalan mendapatkan kesempatan tersebut bisa berasal dari keputusan diri sendiri.
Dalam proses berkarya, ketiga mahasiswa mendapatkan pendampingan dari Basnendar Herry Prilosadoso, dosen Prodi DKV ISI Surakarta. Pendampingan dilakukan mulai dari pencarian ide, proses eksekusi, hingga penyelesaian karya.
Rizky Achmad Ramadhan yang mewakili kedua rekannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti pameran internasional tersebut.
"Kami sangat bersyukur akhirnya bisa mengikuti pameran internasional dan lolos kurasi. Ke depannya kami berharap bisa mengikuti lebih banyak pameran untuk terus mengeksplorasi kemampuan kami," ungkap Rizky.
Kepala Prodi DKV ISI Surakarta M Harun Rosyid Ridlo turut mendukung kiprah mahasiswa dalam berkarya dan mengikuti ajang internasional. Menurutnya, pencapaian tersebut dapat menjadi pengalaman sekaligus pemantik motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan karya dan mengikuti berbagai forum seni maupun desain di tingkat internasional.
Keikutsertaan tiga mahasiswa DKV ISI Surakarta dalam TTAH Things That Almost Happened 2026 menunjukkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan visual sekaligus memperkenalkan karya mereka di tengah komunitas kreatif internasional.
Pameran virtual tersebut dapat diakses secara online melalui laman TTAH Things That Almost Happened 2026 - Virtual Exhibition. (Sofyan)
Baca juga: SAMARU 2026 FISH Univet Bantara Kenalkan Lingkungan Akademik dan Prospek Kerja kepada Mahasiswa Baru
Pendidikan
Komunitas Belajar KoSP Kembali Gelar Berbagi Praktik Baik, Bedah TKA Jadi Fokus Diskusi
WONOGIRI - majalahlarise.com - Komunitas Belajar (Kombel) KoSP kembali menggelar kegiatan berbagi praktik baik antar kepala sekolah, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Jatipurno tersebut menjadi ruang bagi para kepala sekolah untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, sekaligus membahas berbagai persoalan dalam pengelolaan sekolah.
Kombel KoSP terdiri atas kepala sekolah dari SMP Negeri 1 Baturetno, SMP Negeri 2 Baturetno, SMP Negeri 1 Giritontro, SMP Negeri 2 Giritontro, SMP Negeri 3 Jatisrono, SMP Negeri 1 Karangtengah, SMP Negeri 2 Slogohimo, dan SMP Negeri 1 Jatipurno.
Kegiatan berbagi praktik baik tersebut digelar secara rutin setiap tiga bulan. Forum ini dimanfaatkan para kepala sekolah untuk saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan sekolah, perkembangan pendidikan, serta berbagai hal yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan ucapan selamat datang dari Suwarto, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Jatipurno selaku tuan rumah.
Selanjutnya, Cundoko, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Baturetno, menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan pendidikan secara umum. Informasi tersebut menjadi bahan awal untuk memperkaya pembahasan dan diskusi antar anggota Kombel KoSP.
Agenda inti kegiatan diisi dengan diskusi dan bedah Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang disampaikan sekaligus dipandu oleh Anggit Joko Pratomo, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 3 Jatisrono.
Dalam pemaparannya, Anggit Joko Pratomo mengupas hasil TKA yang dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Para peserta diajak mencermati informasi hasil TKA serta mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan pemanfaatan data tersebut dalam konteks pendidikan.
“Melalui forum ini, kita tidak hanya melihat hasil TKA, tetapi juga mencoba memahami informasi yang tersedia secara bersama-sama sehingga tidak terjadi perbedaan pemahaman dalam menyikapinya,” ujar Anggit Joko Pratomo.
Diskusi berlangsung aktif. Para peserta secara proaktif menyampaikan pertanyaan, pendapat, dan pengalaman masing-masing. Perbedaan pandangan beberapa kali muncul dalam pembahasan, namun perdebatan berlangsung secara konstruktif hingga menemukan titik temu dan kesamaan persepsi.
Forum berbagi praktik baik ini tidak hanya menjadi sarana bertukar informasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar kepala sekolah dalam menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan pendidikan.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.30 WIB dengan tercapainya kesamaan persepsi dan pemahaman para peserta mengenai TKA.
Melalui kegiatan yang digelar secara berkala tersebut, Kombel KoSP terus mendorong budaya belajar bersama di kalangan kepala sekolah, sehingga pengalaman dan praktik baik dari satu sekolah dapat menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah lainnya. (Sofyan)
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...










