Tekan Kasus Hipertensi, Mahasiswa Kesmas Univet Bantara Dampingi Lansia Kradenan Manfaatkan Akupresur dan TOGA

Print Friendly and PDF





Tekan Kasus Hipertensi, Mahasiswa Kesmas Univet Bantara Dampingi Lansia Kradenan Manfaatkan Akupresur dan TOGA

Karanganyar - majalahlarise.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar edukasi dan pendampingan penanganan Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya hipertensi, bagi warga lanjut usia di Dukuh Kradenan RT 001/RW 001, Dusun Serangan, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Program bertema "Penanganan Penyakit Tidak Menular Hipertensi Melalui Integrasi Ramuan Saintifik, Terapi Akupresur, dan Pemanfaatan TOGA Bersama Kader Posyandu Lansia" tersebut diinisiasi mahasiswa Kesmas Univet Bantara, Dyah Ayu Kusuma Wardani, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Ani, S.K.M., M.K.K.K.

Dyah Ayu Kusuma Wardani menjelaskan, kegiatan dilatarbelakangi masih ditemukannya kasus PTM seperti hipertensi di kawasan permukiman penyangga perkotaan. Selain itu, pemanfaatan terapi komplementer yang aman, seperti akupresur dan tanaman obat keluarga (TOGA), masih perlu diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Suasana penyuluhan kesehatan dan edukasi leaflet bersama warga lansia.


"Melalui program KKN Mandiri ini, kami memberikan pendampingan praktis atau hands-on practice kepada lansia maupun kader Posyandu ILP. Edukasi tidak hanya sebatas materi pencegahan dengan pola hidup CERDIK dan PATUH, tetapi juga pelatihan langsung titik-titik akupresur penurun tekanan darah dan cara penyeduhan jamu saintifik yang aman," ujar Dyah Ayu.

Menurutnya, pendampingan dilakukan dengan menggabungkan edukasi kesehatan dan praktik langsung sehingga warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga mengenai tata laksana hipertensi. Mayoritas lansia sasaran juga mampu mempraktikkan kembali teknik penekanan titik-titik akupresur yang telah diajarkan.

Untuk menjaga keberlanjutan program, mahasiswa KKN juga menyerahkan bibit tanaman obat sekaligus menghidupkan kembali kebun percontohan atau demplot TOGA saintifik di halaman kader Posyandu. Demplot tersebut ditanami berbagai jenis tanaman obat sebagai sarana edukasi bagi warga sekaligus sumber bahan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan secara tepat.

Penyerahan bibit tanaman obat secara simbolis kepada perwakilan kader Posyandu.


Melalui pembekalan keterampilan akupresur dan pengembangan kebun TOGA, program KKN Mandiri ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas kader Posyandu serta mendorong kemandirian lansia dalam menjaga kesehatan. Pendampingan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui pola hidup sehat serta pemanfaatan terapi komplementer secara bijak. (Sofyan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top