Prestasi FTBI 2026, SMP Negeri 8 Kota Surakarta Raih Juara II Nembang Macapat dan Geguritan

Print Friendly and PDF

 

Dhimas Pandu Aji Aryanata berhasil meraih Juara II Lomba Nembang Macapat dan Alexander Arrondya Iswara Bumi meraih Juara II pada Lomba Maca Geguritan.


Prestasi FTBI 2026, SMP Negeri 8 Kota Surakarta Raih Juara II Nembang Macapat dan Geguritan

Surakarta - majalahlarise.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik SMP Negeri 8 Kota Surakarta melalui ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SMP Tingkat Kota Surakarta Tahun 2026.

Dalam ajang tersebut, SMP Negeri 8 Kota Surakarta berhasil meraih dua Juara II. Prestasi tersebut diraih melalui cabang Lomba Nembang Macapat dan Lomba Maca Geguritan.

Pada Lomba Nembang Macapat yang berlangsung 20 Agustus 2026 di Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dhimas Pandu Aji Aryanata berhasil meraih Juara II. Sementara itu, Alexander Arrondya Iswara Bumi meraih Juara II pada Lomba Maca Geguritan yang dilaksanakan 24 Agustus 2026 di tempat yang sama.

Kedua peserta didik tersebut mengikuti perlombaan dengan bimbingan Sri Murwani, S.Pd. Persiapan dan latihan yang dilakukan mampu mengantarkan Dhimas dan Alexander menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang bahasa dan seni budaya Jawa.

Prestasi tersebut tidak hanya menjadi capaian dalam perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus melestarikan bahasa dan budaya Jawa di kalangan generasi muda.

Lomba Nembang Macapat dan Maca Geguritan menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, melatih kepercayaan diri, serta mengenal kekayaan budaya daerah.

Ucapan selamat dan Apresiasi juga  disampaikan keluarga besar SMP Negeri 8 Kota Surakarta oleh Kepala Sekolah Sarjoko, S.Pd.

“Selamat untuk tim FTBI. Semoga prestasinya membawakan berkah. Depanska jaya, pasti bisa,” ujarnya.

Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi peserta didik untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di berbagai bidang.

Capaian Dhimas Pandu Aji Aryanata dan Alexander Arrondya Iswara Bumi sekaligus menunjukkan pentingnya ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan seni serta bahasa daerah.

Dengan prestasi tersebut, SMP Negeri 8 Kota Surakarta terus mendorong peserta didik untuk berkarya, berprestasi, sekaligus ikut menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya Jawa. (Sofyan)


Baca juga: Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Berbagai Perspektif untuk Hasilkan Generasi Unggul, Kreatif, Kritis, Inovatif, Produktif, dan Inspiratif Era Digital



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top