Desain Interior ISI Surakarta Siapkan Generasi Hadapi Tantangan AI dan Angkat Lokalitas Nusantara ke Global

Print Friendly and PDF

 



Desain Interior ISI Surakarta Siapkan Generasi Hadapi Tantangan AI dan Angkat Lokalitas Nusantara ke Global

Surakarta - majalahlarise.com - Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar Kuliah Umum Desain Interior bertema “Mempersiapkan Generasi Penerus Desain Interior Indonesia Menavigasi Tantangan AI dan Mengangkat Lokalitas Nusantara ke Kancah Global”, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–11.30 WIB di Gedung Sungging Purbangkara, Kampus II ISI Surakarta tersebut menjadi ruang dialog bagi sivitas akademika Desain Interior ISI Surakarta dalam memahami perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin memengaruhi bidang kreatif, termasuk praktik dan pendidikan desain interior.

Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat mahasiswa desain interior perlu memiliki kemampuan lebih dari sekadar menguasai perangkat digital. Kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, memahami kebutuhan pengguna, serta mempertahankan nilai dan karakter desain Indonesia menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan ekosistem profesi desain.

Hadir sebagai narasumber, Lea Aviliani S. Aziz, BFA., HDII., Principal PT. Elenbee Cipta Desain. Pengalaman profesionalnya di bidang desain interior menjadi bekal dalam memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai perkembangan AI dan perubahan proses kerja dalam industri desain.


“AI bukan hanya teknologi yang mengubah cara desainer bekerja, tetapi juga membawa perubahan pada ekosistem profesi desain. Karena itu, generasi muda perlu memahami dan merespons perkembangan tersebut secara strategis,” menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kuliah umum tersebut.

Dalam diskusi, peserta juga diajak memahami posisi AI sebagai alat bantu dalam proses kreatif. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung eksplorasi dan pengembangan gagasan, tetapi peran manusia tetap penting dalam memahami konteks, kebutuhan pengguna, budaya, material, konstruksi, hingga membangun konsep desain yang memiliki makna.

Selain tantangan teknologi, kuliah umum tersebut membahas potensi lokalitas Nusantara sebagai sumber gagasan dalam pengembangan desain interior Indonesia. Kekayaan budaya, tradisi, material, kerajinan, ornamen, serta pengetahuan lokal dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi gagasan desain yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mampu diperkenalkan ke tingkat global.

Penggalian lokalitas Nusantara tidak hanya dilakukan dengan menggunakan bentuk atau ornamen tradisional secara literal. Mahasiswa didorong melakukan interpretasi, transformasi, dan inovasi sehingga menghasilkan karya yang memiliki identitas Indonesia sekaligus mampu berdialog dengan perkembangan desain kontemporer.

Kegiatan dibuka Dekan FSRD ISI Surakarta, Dr. Handriyotopo, M.Sn., dan dihadiri Kaprodi Desain Interior, Putri Sekar Hapsari, S.Sn., M.A. Diskusi dipandu Dr. Dhian Lestari Hastuti, M.Sn. selaku moderator.

Bagi Program Studi Desain Interior ISI Surakarta, kuliah umum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan praktik profesional sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi desain dan dinamika industri kreatif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif lebih luas dalam menghadapi transformasi teknologi dan perubahan kebutuhan industri desain interior. Kekayaan lokalitas Nusantara juga diharapkan tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan, tetapi sebagai sumber pengetahuan dan kreativitas yang dapat terus dikembangkan melalui pendekatan desain inovatif.

Desain interior Indonesia ke depan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus mengenali, mengolah, dan memperkenalkan kekayaan lokal Nusantara melalui karya yang relevan bagi masyarakat serta memiliki jangkauan global. (Sofyan)


Baca juga: Wawali Astrid: Lomba Estafet UNSA Simbol Kebersamaan dan Keberlanjutan Antargenerasi


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top