Anak Yatim Korban Covid dan Relawan Mahasiswa UIN Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Krakatau yang Hilang

Print Friendly and PDF

Salah satu anak yatim korban Covid-19, dik Rahma, 13 tahun, menyerahkan bunga kepada perwakilan wartawan, Mas Ari dari Merdeka.com.


Anak Yatim Korban Covid dan Relawan Mahasiswa UIN Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Krakatau yang Hilang

Sukoharjo - majalahlarise.com - Sekitar 25 anak yatim korban Covid-19 dan anak duafa binaan Sanggar Bhinneka bersama relawan mahasiswa magang dari UIN Solo menggelar aksi doa bersama untuk para jurnalis yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau. Rabu (16/9/2026).

Aksi kepedulian tersebut diawali dengan menyalakan lilin bersama. Anak-anak juga membawa sejumlah poster berisi pesan dan doa untuk para jurnalis, di antaranya bertuliskan, “Semoga mas-mas wartawan segera ditemukan” dan “Semoga mereka ditemukan selamat”. Selain itu, anak-anak membuat gambar Gunung Anak Krakatau yang disertai tulisan harapan agar bencana gunung meletus tidak terjadi lagi.

Usai menyalakan lilin, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Darmanto, penyuluh agama Kementerian Agama Sukoharjo. Anak-anak, pengelola sanggar, relawan mahasiswa, dan sejumlah wartawan bersama-sama memanjatkan doa agar para jurnalis yang hilang segera ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat.

Anak-anak dan menulis harapan pada sebuah kereta putih bergambar Gunung Anak Krakatau. 


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menulis harapan pada sebuah kereta putih bergambar Gunung Anak Krakatau. Anak-anak yatim Sanggar Bhinneka menuliskan berbagai pesan menyentuh, di antaranya, “Cepat ditemukan ya mas-mas ku wartawan”, “Semoga mas wartawan ditemukan sehat”, dan “Mas wartawan, doa kami padamu”. Harapan serupa juga dituliskan oleh para mahasiswa UIN Solo yang turut mengikuti aksi tersebut.

Sebagai bentuk cinta dan kepedulian kepada insan pers, salah satu anak yatim korban Covid-19, dik Rahma, 13 tahun, menyerahkan bunga kepada perwakilan wartawan, Mas Ari dari Merdeka.com. Penyerahan bunga tersebut menjadi simbol kasih sayang anak-anak kepada para wartawan yang selama ini turut memberitakan berbagai kegiatan sosial Sanggar Bhinneka.

Dik Rahma mengatakan dirinya ikut mendoakan para jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan Gunung Anak Krakatau.

“Saya ikut mendoakan mas-mas wartawan yang hilang karena sedang bertugas meliput Gunung Anak Krakatau. Semoga segera ditemukan dalam keadaan sehat,” ujar Rahma.

Sementara itu, Koordinator aksi sekaligus pendiri Sanggar Bhinneka, Agus Widanarko alias Danar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus ucapan terima kasih anak-anak yatim korban Covid-19 kepada para wartawan.

“Ini sebagai tanda kepedulian dan terima kasih adik-adik yatim korban Covid Sanggar Bhinneka kepada kakak-kakak wartawan. Sanggar Bhinneka sendiri dulu terbentuk juga karena bantuan liputan saat Covid. Dari pemberitaan itu, anak-anak yatim korban Covid akhirnya bisa berkumpul di sini dan berdirilah sanggar belajar untuk anak yatim korban Covid, anak duafa, dan masyarakat,” ungkap Danar.

Menurutnya, pemberitaan yang dilakukan para wartawan turut membuka kepedulian masyarakat terhadap keberadaan Sanggar Bhinneka. Karena itu, ketika terjadi musibah yang menimpa para jurnalis saat menjalankan tugas, anak-anak merasa perlu menunjukkan kepedulian melalui doa.

“Banyak masyarakat yang membaca berita dari mas-mas wartawan kemudian turut peduli pada sanggar kami. Maka sepantasnyalah apa yang terjadi pada wartawan, kami ikut prihatin dan peduli dengan mendoakan agar para wartawan yang sedang melakukan liputan Gunung Anak Krakatau segera ditemukan,” jelasnya.

Danar berharap doa yang dipanjatkan anak-anak yatim tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi para jurnalis dan keluarga mereka.

“Semoga doa anak-anak yatim ini bisa tembus langit dan besok ada kabar baik,” harapnya.

Aksi tersebut menjadi bentuk solidaritas kemanusiaan dari anak-anak Sanggar Bhinneka dan para mahasiswa. Di tengah keterbatasan, mereka menyampaikan pesan sederhana melalui lilin, bunga, gambar, tulisan harapan, dan doa agar para jurnalis yang hilang segera ditemukan dengan selamat. (Sofyan)


Baca juga: Inagurasi PKKMB Univet Bantara Tandai Penyerahan Mahasiswa Baru kepada Rektor


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top