Tim KKN ISI Surakarta Dorong Penguatan Desa Wisata Kemuning melalui Kolaborasi Seni dan Teknologi

Print Friendly and PDF



Tim KKN ISI Surakarta Dorong Penguatan Desa Wisata Kemuning melalui Kolaborasi Seni dan Teknologi

KARANGANYAR - majalahlarise.com - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, selama 27 Juni hingga 27 Agustus 2026. Program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Kemuning melalui Kolaborasi Seni dan Teknologi Kearifan Lokal” tersebut diarahkan untuk memperkuat potensi pariwisata, seni, budaya, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Desa Kemuning merupakan salah satu desa wisata di lereng barat Gunung Lawu yang memiliki beragam potensi alam dan ekonomi kreatif. Perkebunan teh, wisata buatan, seni tradisi, produk UMKM, hingga berbagai destinasi wisata seperti Mini Zoo Kemuning menjadi modal penting dalam pengembangan desa wisata.

Melalui program KKN, mahasiswa ISI Surakarta berupaya menghadirkan inovasi yang memadukan seni dan teknologi tanpa meninggalkan kearifan lokal masyarakat. Sejumlah kegiatan dirancang untuk memperkuat identitas sekaligus meningkatkan daya tarik Desa Wisata Kemuning.

Salah satu program yang dilakukan yakni rebranding Mini Zoo Kemuning melalui pembuatan mural, katalog, dan branding visual. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas destinasi sekaligus memberikan pengalaman visual yang lebih menarik bagi pengunjung.

Selain itu, Tim KKN ISI Surakarta menciptakan tari ikon Desa Kemuning berjudul “Candra Muning”. Karya tari tersebut menjadi salah satu bentuk penggalian dan pengembangan seni berbasis karakter serta potensi lokal Desa Kemuning.

Promosi potensi desa juga diperkuat melalui produksi video promosi. Media audiovisual tersebut diarahkan untuk memperkenalkan berbagai potensi Desa Wisata Kemuning kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mendukung strategi promosi berbasis teknologi digital.

Koordinator KKN ISI Surakarta, Alung Mangku Buana, menjelaskan program yang dilaksanakan disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi masyarakat.

“Program KKN ini dirancang berdasarkan kebutuhan warga Desa Kemuning. Kami berharap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dalam pengembangan pariwisata, pelestarian budaya, penguatan UMKM, maupun peningkatan kreativitas masyarakat secara luas,” ujar Alung Mangku Buana.

Program pemberdayaan juga menyentuh sektor ekonomi kreatif melalui workshop eco print. Kegiatan ini mengenalkan teknik kriya ramah lingkungan kepada masyarakat dengan memanfaatkan potensi bahan alam di sekitar.

Melalui eco print, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga berpeluang mengembangkan produk kreatif yang memiliki nilai tambah. Pemanfaatan bahan-bahan lokal menjadi salah satu pendekatan untuk menciptakan produk yang memiliki karakter khas Desa Kemuning.

Penguatan branding UMKM turut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Tim KKN memberikan pendampingan terkait aspek visual dan promosi agar produk UMKM Desa Kemuning memiliki identitas yang lebih kuat, mudah dikenali, serta berpotensi menjangkau pasar lebih luas.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung terbentuknya citra Desa Kemuning sebagai desa wisata yang kreatif, berbudaya, dan berkelanjutan. Seni dan teknologi ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat potensi yang telah dimiliki masyarakat, bukan menggantikan karakter lokal yang menjadi kekuatan desa.

Sementara itu, Harun Waskito, selaku penanggung jawab Desa Kemuning, berharap program KKN dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang berkelanjutan antara masyarakat desa dan perguruan tinggi.

“Kami berharap kerja sama antara Tim KKN dan Desa Kemuning dapat terus terjalin. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung pengembangan potensi desa dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Harun Waskito.

Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pengelola destinasi, dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu menciptakan proses pemberdayaan yang tidak berhenti pada pelaksanaan KKN, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat.

Tim KKN ISI Surakarta berharap berbagai program yang telah dilaksanakan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan identitas Desa Wisata Kemuning. Integrasi seni, teknologi, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal diharapkan mampu mendorong Desa Kemuning semakin inovatif, inklusif, dan berdaya saing.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan masyarakat melalui pendekatan seni dan kreativitas. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, potensi Desa Kemuning diharapkan dapat terus dirawat, dikembangkan, dan dipromosikan secara berkelanjutan. (Sofyan)


Baca juga: UNISRI Gelar Seminar Motivasi untuk Wujudkan SDM Produktif Menuju UNISRI Unggul


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top