Semarak HUT ke-81 RI di Manyaran, 14 Penampilan Seni Meriahkan Pra Upacara

Print Friendly and PDF

Pengibaran bendera merah putih oleh petugas pengerek bendera terdiri atas Dwi Angga Saputra, Cantika Tri Hapsari, dan Bias Rafael Alfarizi.


Semarak HUT ke-81 RI di Manyaran, 14 Penampilan Seni Meriahkan Pra Upacara

WONOGIRI - majalahlarise.com - Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, berlangsung semarak. Sebanyak 14 penampilan seni dan kreativitas dari lembaga pendidikan serta organisasi guru turut memeriahkan rangkaian kegiatan pra upacara Detik-Detik Proklamasi, Senin (17/8/2026).

Penampilan pra upacara dibagi dalam dua sesi, yakni pagi dan sore. Beragam kreativitas ditampilkan, mulai dari tari masal, tari kolosal, drum band hingga musikalisasi puisi. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar dan pendidik untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme melalui seni dan budaya.

Sesi pagi berlangsung pukul 07.00 hingga 08.30 WIB. Penampilan diawali IGTKI Kecamatan Manyaran melalui Tarian Masal Anak TK “Caca Marica” yang melibatkan sekitar 250 anak. Setelah itu, SD Negeri 1 Manyaran dan SD Negeri 3 Punduhsari menampilkan drum band. SD Negeri 4 Gunungan kemudian menyuguhkan tari masal.

SD Negeri 4 Gunungan menyuguhkan tari masal.

Rangkaian penampilan dilanjutkan TK Al Huda Manyaran, SD Negeri 5 Gunungan, SD Negeri 2 Manyaran, TK Pertiwi Manyaran, serta MI Al-Kahfi Manyaran yang masing-masing menampilkan drum band.

Sementara sesi sore menghadirkan lima penampilan. MTs Negeri Manyaran membuka sesi dengan Tari Kethek Ogleng Kolosal. Selanjutnya, SMP Negeri 2 Manyaran menampilkan drum band, disusul SMP Muhammadiyah Manyaran dengan musikalisasi puisi. SMP Negeri 1 Manyaran kemudian tampil melalui drum band dan rangkaian ditutup SMA Negeri 1 Manyaran dengan Tari Gendro.

Selain pertunjukan seni, Upacara Detik-Detik Proklamasi tingkat Kecamatan Manyaran dipersiapkan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, lembaga pendidikan, guru, serta pelajar dari sejumlah sekolah.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapten Infantri Budi Utama dari Danramil-11 Manyaran. Perwira Upacara dipercayakan kepada Peltu Sriyanto, sedangkan Komandan Upacara Pelda Joko Adi Prasetyo. Petugas lainnya berasal dari unsur pemerintah kecamatan, sekolah, KUA, TNI, Polri, serta lembaga pendidikan.

MI Al-Kahfi Manyaran menampilkan drum band.


Pasukan pengibar bendera merupakan gabungan siswa SMA dan SMK se-Kecamatan Manyaran dari SMA Negeri 1 Manyaran, SMK Veteran Manyaran, dan SMA Muhammadiyah 2 Manyaran. Paskibra dilatih Serka Yoyok Sri Ariyanto, Serka Agus Suranto, Bripka Pandhit, dan Brippol Nico.

Dalam formasi Paskibra, Danton 1 dipercayakan kepada Rendi Aditya Pratama dan Danton 2 Tiara Dwi Saputri, keduanya dari SMA Negeri 1 Manyaran. Jasmine Arifa Kinanti bertugas sebagai pembawa bendera. Sementara petugas pengerek bendera terdiri atas Dwi Angga Saputra, Cantika Tri Hapsari, dan Bias Rafael Alfarizi.

Dalam amanatnya yang dibacakan Inspektur Upacara, Bupati Wonogiri Setio Soekarno mengajak masyarakat melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui kerja nyata, pengabdian, serta menjaga persatuan dan kesatuan.

“Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan segenap pahlawan bangsa untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Setio Soekarno.

Ia juga mengingatkan aparatur negara, perangkat pemerintahan, serta masyarakat agar menempatkan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Semangat perjuangan para pahlawan perlu diwujudkan melalui kerja dengan niat tulus dan sepenuh hati.

Para tamu undangan.


Menurutnya, perjalanan menuju usia satu abad Indonesia membutuhkan ketekunan dan perjuangan yang panjang. Pembangunan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai evaluasi.

“Setiap keberhasilan membutuhkan perjuangan dan usaha. Mari kita jadikan masa lalu sebagai evaluasi untuk menuju masa depan yang semakin baik,” katanya.

Setio Soekarno juga mengajak seluruh elemen masyarakat Wonogiri memperkuat sinergi agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama dalam pembangunan. Persatuan dan kesatuan, menurutnya, harus terus dirawat sebagai landasan menuju Wonogiri yang semakin berdaya saing, maju, sejahtera, dan pembangunan berkelanjutan.

Usai upacara, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mulyadi, mengapresiasi antusiasme masyarakat Manyaran dalam mengikuti berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, semangat warga menjadi wujud kecintaan terhadap bangsa sekaligus menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat.

“Kita sebagai warga masyarakat Indonesia mengapresiasi kegiatan di Kecamatan Manyaran yang hari ini masih luar biasa, antusias warga masyarakat untuk memperingati hari kemerdekaan yang ke-81,” ujar Mulyadi.

Ia berharap semangat gotong royong dan kekompakan yang tumbuh di tengah masyarakat Manyaran terus dipertahankan.

“Semoga semangat gotong royong, kekompakan yang ada di Manyaran selalu kita jaga bersama,” katanya.

Semarak peringatan HUT ke-81 RI di Manyaran pun tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Keterlibatan pelajar, guru, pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat memperlihatkan kolaborasi berbagai unsur dalam merawat nasionalisme sekaligus menghidupkan semangat kemerdekaan melalui seni, pendidikan, kebersamaan, dan pengabdian.(Sofyan)


Baca juga: Kostum Jadul dan Aksi Teatrikal Suradi “Gentong” Pecahkan Gelak Tawa di Malam Tirakatan HUT RI Ke-81


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top