GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Seleksi Substantif PPG 2026 Digelar di Univet Bantara, 368 Calon Guru Ikuti Ujian dengan Pengamanan Ketat
![]() |
| Calon mahasiswa mengikuti Tes Uji Kompetensi (TUK) Seleksi Substantif Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026. |
Seleksi Substantif PPG 2026 Digelar di Univet Bantara, 368 Calon Guru Ikuti Ujian dengan Pengamanan Ketat
SUKOHARJO - majalahlarise.com – Seleksi Substantif Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 resmi digelar di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo pada 3–7 Agustus 2026. Sebanyak 368 calon mahasiswa mengikuti Tes Uji Kompetensi (TUK) yang dilaksanakan selama lima hari sebagai salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen calon guru profesional. Kegiatan yang merupakan amanah dari Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kementerian Pendidikan ini dilaksanakan secara berbasis digital dengan standar pelaksanaan yang ketat guna menjamin objektivitas, transparansi, dan kredibilitas hasil seleksi.
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum, menjelaskan penunjukan Univet sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada perguruan tinggi yang dinilai memiliki sumber daya manusia, infrastruktur, serta sistem penyelenggaraan sesuai standar nasional. Menurutnya, tidak semua perguruan tinggi memperoleh kesempatan menjadi penyelenggara PPG sehingga amanah tersebut harus dijalankan secara profesional.
"PPG itu wajib dan merupakan amanah dari kementerian. Tidak semua perguruan tinggi dipercaya menyelenggarakannya. Alhamdulillah, Univet dipercaya membantu pelaksanaan tes masuk PPG," ujarnya.
![]() |
| Panitia Seleksi Substantif Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo. |
Prof. Farida menerangkan, selama lima hari pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua sesi setiap harinya. Seluruh panitia telah memulai aktivitas sejak pukul 07.00 WIB untuk melakukan pengecekan sistem, perangkat komputer, jaringan internet, hingga koordinasi teknis. Peserta memasuki ruang ujian mulai pukul 08.00 WIB, sedangkan seluruh rangkaian kegiatan baru berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah ujian selesai, panitia masih melakukan evaluasi, pengecekan data, serta penataan perangkat untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pada hari berikutnya.
"Standarnya tidak mudah. Semua harus berbasis digital dengan komputer yang memenuhi spesifikasi, kamera, proktor, admin, dan pengawas yang kompeten," jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh perangkat yang digunakan dalam ujian harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan oleh kementerian. Selain didukung komputer berstandar nasional, setiap ruang ujian juga dilengkapi kamera pemantau, proktor, admin, serta pengawas yang telah mengikuti pelatihan khusus. Untuk menjaga integritas seleksi, setiap peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan menggunakan detektor sebelum memasuki ruang ujian guna mencegah praktik perjokian maupun kecurangan lainnya. Selama ujian berlangsung, peserta juga dipantau melalui dokumentasi berkala, sementara petugas keamanan ditempatkan di setiap ruang ujian agar pelaksanaan berjalan tertib dan aman.
"Kami menugaskan admin dan dosen pengawas yang berkompeten. Bahkan di setiap kelas ada satpam agar keamanan terjamin dan tidak terjadi pelanggaran selama ujian berlangsung," tuturnya.
Prof. Farida mengaku prihatin masih terdapat peserta yang tidak hadir meskipun telah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Pada hari pertama tercatat dua peserta tidak mengikuti ujian, kemudian satu peserta kembali absen pada hari berikutnya. Padahal, kuota PPG yang disediakan pemerintah sangat terbatas dan melalui proses seleksi yang panjang. Menurutnya, ketidakhadiran peserta berarti menyia-nyiakan kesempatan yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh calon guru lain yang belum berhasil lolos seleksi.
"Sangat disayangkan, sudah mendapat kesempatan justru tidak hadir. Banyak orang lain yang ingin mengikuti tetapi tidak lolos seleksi karena kuotanya terbatas," ungkapnya.
Prof. Farida berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan mengikuti PPG dengan sungguh-sungguh karena program ini akan menghasilkan sertifikat pendidik sebagai bukti profesionalisme guru sekaligus menjadi dasar memperoleh tunjangan profesi. Mengingat seluruh pembiayaan berasal dari anggaran negara, pelaksanaan PPG harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan penuh tanggung jawab.
"PPG ini dibiayai negara. Jangan sampai kesempatan yang sudah diperoleh justru tidak dimanfaatkan, karena itu berarti mengambil hak orang lain. Kami akan melaksanakan amanah ini dengan sungguh-sungguh, hati-hati, serius, dan cermat hingga seluruh rangkaian selesai," pungkasnya.
Koordinator Pelaksanaan TUK PPG Univet Bantara, Dr. Mukti Widayati, mengatakan pelaksanaan seleksi tahun ini diikuti 368 peserta yang berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Sukoharjo dan Surakarta, tetapi juga Wonosobo, Banyumas, hingga Jawa Timur. Seluruh peserta mengikuti ujian secara daring menggunakan dua laboratorium komputer yang telah dipersiapkan sesuai ketentuan kementerian.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ujian merupakan hasil kerja sama seluruh panitia, dukungan universitas, serta koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama ujian berlangsung.
"Kami dipercaya melaksanakan ujian TUK calon mahasiswa PPG Tahun 2026 untuk 368 peserta selama lima hari. Alhamdulillah, seluruh panitia telah mempersiapkan dengan baik, dan kami berharap pelaksanaan sampai hari kelima berjalan lancar tanpa kendala, termasuk tidak terjadi pemadaman listrik," ujarnya.
Dr. Mukti menjelaskan, hasil ujian yang dilaksanakan di Univet sepenuhnya menjadi kewenangan penyelenggara PPG di tingkat pusat. Tugas universitas hanya memastikan seluruh proses seleksi berlangsung sesuai prosedur dan standar operasional yang telah ditetapkan. Ia juga mengungkapkan Univet telah menyiapkan sembilan program studi yang siap menerima amanah apabila ditunjuk sebagai penyelenggara PPG, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, Vokasi Pertanian, Vokasi Peternakan, serta Geomatika.
"Seluruh program studi yang ada di sini siap menerima amanah. SDM juga sudah dipersiapkan oleh universitas sesuai kebutuhan pelaksanaan PPG," katanya. (Sofyan)
Baca juga: SMA Veteran 1 Sukoharjo Semarakkan Dies Natalis Ke-44 dengan Gerak Jalan dan Panggung Hiburan
Top 5 Popular of The Week
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Farida Nugrahani, M.Hum dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menunjukkan naskah penandatanganan kerjasa...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Warung Makan Sri Rejeki yang berada di Dusun Tandan, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Warung Sri Rejeki, Kuliner Pinggir Sawah ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...


Tidak ada komentar: