Ustaz Dwi Jatmiko: Melepas Luka dan Mengobati Hati dengan Mendekat kepada Allah

Print Friendly and PDF

Kuliah Subuh Muhammadiyah Gajahan bertema "Melepas Luka, Mengobati Hati" di TK ABA Patang Puluhan RT 02/RW 04, Gajahan, Solo, Minggu (19/7/2026).


Ustaz Dwi Jatmiko: Melepas Luka dan Mengobati Hati dengan Mendekat kepada Allah

Solo - majalahlarise.com – Luka hati tidak selalu tampak, tetapi dapat membekas dalam waktu yang lama. Karena itu, setiap muslim diajak mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai jalan untuk menyembuhkan luka batin melalui doa, istigfar, salat malam, dan memaafkan. Pesan tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, dalam Kuliah Subuh Muhammadiyah Gajahan bertema "Melepas Luka, Mengobati Hati" di TK ABA Patang Puluhan RT 02/RW 04, Gajahan, Solo, Minggu (19/7/2026).

Dalam tausiahnya, Ustaz Dwi Jatmiko mengutip firman Allah SWT dalam Surah An-Nur ayat 22 yang mengajarkan pentingnya memaafkan dan berlapang dada. Menurutnya, setiap orang hampir pasti pernah mengalami pengalaman pahit, seperti dikhianati, diremehkan, ditinggalkan, atau disakiti oleh orang yang paling dipercaya. Meski peristiwa itu telah berlalu, luka batin sering kali masih tersisa dan memengaruhi kehidupan seseorang.

"Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu?" kutipnya dari Surah An-Nur ayat 22.

Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo itu menjelaskan, Allah telah memberikan tuntunan kepada orang-orang beriman agar senantiasa mencari wasilah atau jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Ma'idah ayat 35.

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya agar kamu beruntung," ujarnya mengutip ayat Al-Qur'an.

Menurut Dwi Jatmiko, luka fisik mungkin dapat sembuh dalam hitungan hari atau minggu, tetapi luka hati bisa bertahan bertahun-tahun apabila tidak diobati dengan pendekatan spiritual. Karena itu, ia mengajak jemaah untuk tidak tenggelam dalam kesedihan, melainkan terus memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

"Jika hari ini hati masih terasa sakit, jangan menyalahkan diri sendiri. Teruslah mendekat kepada Allah, ceritakan semua kesedihan dalam doa, perbanyak istigfar, dan belajarlah memaafkan sedikit demi sedikit," tuturnya.

Ia juga mengingatkan keutamaan qiyamul lail atau salat malam sebagaimana dijelaskan dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 17–18 dan Surah As-Sajdah ayat 16. Menurutnya, orang-orang yang rela meninggalkan kenyamanan tidur demi bermunajat kepada Allah akan memperoleh ketenangan hati dan kekuatan spiritual untuk menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Menutup tausiahnya, anggota Korps Mubalig Solo itu memberikan motivasi kepada seluruh jemaah agar tidak menyimpan luka sendirian. "Keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah meninggalkan kehangatan selimut bukan karena terpaksa, tetapi karena hati mereka telah merasakan manisnya iman saat bermunajat kepada Allah. Luka yang kau sembunyikan, yakinlah Allah yang menyembuhkan," ungkapnya. (Sofyan)


Baca juga: BK Berbasis AIK, Solusi Tepat Menanggulangi Bullying


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top