SD Muhammadiyah 1 Solo Resmi Jadi Sister School SMP Muhammadiyah PKBS, Siap Perkuat Mutu Pembelajaran

Print Friendly and PDF

Suasana Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Sekolah Model Pembelajaran Mendalam yang diikuti guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo sebagai langkah memperkuat kualitas pembelajaran dan tata kelola sekolah.


SD Muhammadiyah 1 Solo Resmi Jadi Sister School SMP Muhammadiyah PKBS, Siap Perkuat Mutu Pembelajaran

Solo - majalahlarise.com – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo memasuki babak baru dalam pengembangan mutu pendidikan dengan menjadi sister school SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (PKBS) Surakarta. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pengelolaan sekolah, pengembangan sumber daya manusia, serta implementasi model pembelajaran mendalam (deep learning) untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Program tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Sekolah Model Pembelajaran Mendalam yang berlangsung di Hotel Red Chilies, Jalan A. Yani No. 286, Manahan, Solo, Rabu (8/7/2026). Acara dibuka oleh Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, Mohamad Ali, yang memberikan arahan kepada jajaran pimpinan dan guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan.

Mohamad Ali menjelaskan, status sebagai sister school menjadi tantangan sekaligus peluang bagi SD Muhammadiyah 1 Ketelan untuk berbagi pengalaman dan memperkuat sistem pengelolaan sekolah bersama SMP Muhammadiyah PKBS Surakarta, baik dari sisi manajerial maupun pengembangan pembelajaran.

"Bukan hanya kepala sekolah secara personal, tetapi secara kelembagaan bisa saling berbagi berbagai aspek untuk mendukung perkembangan sekolah," ujar Mohamad Ali.

Ia juga mengingatkan perjalanan panjang SD Muhammadiyah 1 Ketelan yang kini telah berusia 91 tahun. Menurutnya, sekolah tersebut telah menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan Muhammadiyah.

"Saya pernah belajar selama tiga bulan di sekolah ini sebelum menjadi kepala sekolah. SD Muhammadiyah 1 Ketelan menjadi salah satu tempat saya berguru dalam mengembangkan sekolah. Kini sekolah-sekolah Muhammadiyah ditantang menjadi mandiri dan terus berinovasi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Sayekti, mengajak seluruh guru membangun budaya kolaboratif. Menurutnya, sekolah hebat lahir dari guru-guru yang hebat dan memiliki ketulusan dalam mendidik.

"Tidak ada sekolah hebat tanpa guru yang hebat. Sekolah besar dibangun oleh orang-orang yang mau melakukan hal kecil dengan sepenuh hati," katanya.

Ia mengajak para guru melakukan refleksi terhadap peran mereka dalam mendidik peserta didik dan melayani orang tua.

"Mari bertanya pada hati kita. Apakah saya sudah menjadi guru yang dirindukan murid, membantu rekan sejawat berkembang, dan melayani orang tua dengan empati. Semoga setiap langkah kita menjadi amal jariyah yang terus mengalir," tutur Sayekti.

Menurutnya, keberhasilan seorang guru bukan hanya diukur dari materi yang disampaikan, tetapi dari keteladanan dan kepercayaan yang diberikan kepada siswa.

Menutup kegiatan hari pertama, Sri Sayekti juga mengingatkan pentingnya disiplin kerja. Ia masih menemukan sejumlah guru dan karyawan yang datang terlambat dari ketentuan masuk pukul 06.45 WIB.

"Bismillahirrahmanirrahim. Mari kita mulai Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan semangat baru," ajaknya.

Melalui program sister school ini, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo diharapkan semakin memperkuat kualitas pembelajaran, tata kelola sekolah, serta menjadi inspirasi bagi sekolah Muhammadiyah lainnya dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang. (Sofyan)


Baca juga: Pelatihan Teknologi Desa Gunungan Kecamatan Manyaran Wonogiri Bekali Aparatur Kuasai Digitalisasi dan Publikasi Desa


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top